ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Saran pernikahan


__ADS_3

Arumi duduk di sofa, Joe memberinya kotak p3k. Dan menyuruh beberapa pelayan rumah itu untuk merawat luka-luka Arumi yang di sebab kan oleh Yudistira.


"Anda baik-baik saja nona?" tanya Joe tampak khawatir.


"Ya tuan. Saya baik-baik saja... Tapi, semalam pria itu merengek dan menarik saya, hingga saya jatuh ke matrasnya" Jelas Arumi mendetailkan keadaan.


"Tuan memang begitu, setiap malam ia selalu mengigau akan masa lalunya yang kelam"Jelas Joe.


"Begitu ya? Apakah kluarganya meninggalkannya?" Tanya Arumi. Joe tak menjawab dan hanya tersenyum pahit, Arumi bisa menyimak dengan baik akan makna dari senyumam Joe yang memang sedang menyembunyikan sesuatu yang pahit di masa lalu Yudistira.


"Begitu ya... Aku yakin, dulunya tuan itu adalah orang yang baik, mungkin dia punya luka di hatinya dan belum bisa memaafkan..." Umpat Arumi bicara demikian, Joe makin tertarik pada Arumi dan ingin menjadikannya istri untuk Yudistira.


"Tarik kembali kata-katamu! Siapa yang menyuruhmu mengusulkan tentang ke pribadianku! Kau ingin mati ya!' Bentak Yudistira tiba-tiba ada di hadapan Joe.


"Tu-tuan muda, anda sudah berbenah? Apakah anda akan pergi ke kantor hari ini?" Tanya Joe panik.


"Hem... Aku sudah lihat semua! Joe, kenapa kamu terlihat berbeda saat menatap wanita ***-*** ini! Apakah kamu menyukainya?" tanya Yudistira salah paham.

__ADS_1


"Tidak tuan! Bagai mana saya bisa melakukan hal tersebut!" Joe mengelak sebisa mungkin.


"Jika begitu... Kenapa kau malah merawatnya dan memberikannya obat-obatan! Aku sungguh tak suka wanitanya si Alan baik-baik saja... Dia harus menderita! Jika ingin Alan dan kluarganya menderita!' Bentak Yudistira menunjuk Arumi.


Arumi menaikan Atensinya dan menatap Yudistira "Tuan! Kenapa anda begitu membenci kluarga Anggara! Apa salah mereka pada anda! Selama ini mereka tak punya musuh sama sekali dan kami selalu baik-baik saja... Tuan, jika anda menyerah sekarang... Anda tak akan aku laporkan dan anda tak akan masuk penjara" Cerocos Arumi membuat Yudistira menggila "Beraninya kau bicara lancang tanpa koma di depanku!" Bentak Yudistira meraih batang leher Arumi dan menekannya "Sakit tuan...le-lepaskan" Yudistira makin menggila kala Arumi melawannya dengan kata-kata yang penuh kepicikan menurut Yudistira.


"Tuan Lepaskan nona Arumi! Jika anda ingin membalas dendam pada kluarga Anggara. Maka, anda harus menikahi nona Arumi!" sigap Joe menghasut Yudistira. Yudistira mulai melepaskan cekikannya di batang leher Arumi dan mulai melempar tubuh kurus itu ke sofa yang ada di sana.


"Hemmm... Menikahinya! Bahkan dia tak pantas untukku! Wanita yang sok-sok an memakai hijab dan cadar itu... Adalah seorang penipu! Ia hanya ingin bersembunyi dari ke busukan hatinya yang berbau menyengat!" Cecah Yudistira menunjuk Arumi.


"Tuan... Kenapa anda begitu bencinya pada kluarga Anggar!" pekik Arumi menentang.


Arumi diam tanpa kata-kata...


"Karna... Kalianlah penyabab kematian kluarga ku! Aku tak akan pernah lupa... Saat kalian menghina dan menginjak-injak kluarga ku! Hingga mereka mati seperti nyamuk busuk di depan mata kepalaku sendiri" Bentak Yudistira penuh emosi. Arumi mulai menundukkan Atensinya dan sedikit perfikir.


"Apakah kau puas? Apakah kau puas dan bengga karna telah hidup di dalam kepedihan orang lain! Kau sungguh busuk!" Cecah Yudistira terus menghina Arumi.

__ADS_1


"Tuan... Sebaiknya, jalan kan rencana ke dua... Nikahi nona Arumi sebelum memulangkannya, Dengan demikian... Tuan Alan akan makin sengsara dan kluarga Anggara akan makin terpuruk" Jelas Joe menatap Yudistira penuh harap.


Tuan, Nikahilah nona Arumi... Anda akan menjadi pribadi yang baik jika mendapatkan pendamping hidup yang alim sepertinya.


"Tidak tuan, Jangan nikahi saya... Saya tak mau membuat Mas Alan makin menderita dan jatuh sakit... Aku mohon!" Arumi turun dari kursi dan bersimpuh di hadapan Yudistira.


Yudistira senang kala Arumi tak berdaya dan menderita, jika ia menikahi Arumi, ia bisa menyiksanya semaunya dan membuat Alan makin menderita.


"Hahahahaha... Terkadang, Joe kamu memang pintar!" tegas Yudistira mulai berjongkok dan menatap Nanar Arumi yang semabab "Hem... Menangislah, Menangis yang keras. Aku akan sangat bahagia, jika Alan menderita" Yudistira terkekeh, Ia meraih wajah Arumi dan mencubit pipinya keras "Aa-ahk!" Lenguh Arumi merasa kesakitan.


"Aku akan menikahimu... Untuk muluruskan ambisiku... Menghancurkanmu dan kluarga Anggara!" Tegas Yudistira, ia sangat kejam dan mendorong wajah Arumi keras hingga Arumi terpental ke sofa.


"Ahhh! S-sakit..." Bisik Arumi memijat kepalanya yang sedikit benjol.


Apa yang harus aku lakukan, Kabur pun tak se mudah yang di bayangkan, banyak sekali pengawal dan pelayan di rumah sebesar ini. Lagi pula, aku tak tahu denah peta rumah ini...Alhasil jika aki kabur dan tertangkap. Tuan garang ini hanya akan membuatku lebih sengsara lagi. Bathin Arumi menggumam.


"Sudah kuputuskan! Panggil penghulu kemari dan buat dia menjadi istriku sekarang juga!" pinta Yudistira mantap dengan tujuan makin meluruskan Ambisinya. Arumi tak bisa menangis, air matanya sudah kering dan ia tak mampu melakukan apapun lagi sekarang. Ia pasrahkan dirinya pada yang kuasa dan membimbingnya untuk mencari jalan keluar.

__ADS_1


"Baik tuan..." joe Lekas beranjak dan menghilang. Sementara Yudistira kembali kekamarnya untuk membenahi dirinya saat ijab kobul nanti.


Bersambung...


__ADS_2