Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Mainan Baru


__ADS_3

Lucas sepertinya sedang membahas hal serius bersama Andes. Sudah hampir 30 menit lamanya, Mereka berdua tak kunjung keluar juga. Hingga Cici mulai bosan sendiri, Karena ia juga tak bisa duduk anteng tanpa melakukan hal apapun.


Ceklek!


Andes langsung menautkan kedua aslinya, Saat ia keluar dari ruangan kerjanya. Karena ia malah melihat banyaknya makanan instant yang ada di meja sana. Bahkan, Tak hanya itu saja. Cici pun mulut nya nampak penuh akan cemilan yang sudah ia beli itu.


"Kalian sudah selesai bicaranya?. " Tanya Cici dengan mulut yang masih penuh. Karena ia sedang makan ayam goreng , Yang ia pesan dari restoran cepat saji tentunya.


Andes langsung menghampiri tunangannya, Dan menatap tajam kearah Cici. Hingga gadis cantik dengan rambut panjang sebahu dan sedikit curly itu langsung nyengir kuda. Memperlihatkan deretan gigi putih dan rapinya.


"Cici lapar bang, Jadi pesan saja. " Ujarnya berusaha menghindari tatapan tajam Andes.


Lucas pun duduk di samping Cici. Sambil menatap hidangan ayam goreng cepat saji, Yang ada di hadapan Cici saat ini. Lalu mengambil satu potong bagian paha bawahnya.

__ADS_1


"Ini tidak sehat, Ci. " Ujar Lucas yang memang tak menyukai makanan seperti itu sejak ia kecil. Lantaran Mommy nya juga tak pernah menganjurkan untuk menikmati hidangan cepat saji, Sebab Zalfa adalah tipikal wanita yang super higenis dan mengutamakan kesehatan.


"Tapi ini enak. " Jawab Cici yang menyangkal karena ia tak ingin mubazir saja, Apa yang telah ia beli itu.


Tanpa banyak bicara lagi, Andes pun langsung mengambil alih semuanya. Dan menyingkirkan semua cemilan itu dari hadapan Cici. Sampai dengan yang ada di tangan Cici saat ini.


"Abang... Kan sayang kalau dibuang. " Ujarnya dengan menatap sendu kearah tangan Andes.


"Mau kamu gendut lagi?. " Sekarang giliran Lucas yang bicara dengan Cici. Hingga Andes bisa bebas membawa semua cemilan itu kearah dapur sana.


"Bang Andes mana mau dengan gadis gendut." Bisik Cici pada Lucas. Membuat pria itu hanya menarik sudut bibir nya saja.


"Kau saja yang mau dengannya. Sudah tahu dia cuma mandang fisik doang. " Lucas malah jadi kompor untuk Cici.

__ADS_1


"Terus saja kau bicara omong kosong seperti itu, Lucas!, " Andes menimpali dengan tatapan tajamnya.


Lucas terkekeh pelan. Sambil meraih ponselnya yang tiba-tiba berdering. Sehingga pria itu langsung mengangkat nya, Karena ia tak akan melewatkan telpon dari pujaan hatinya itu. Namun, Belum juga sempat Lucas bicara. Ponselnya langsung berpindah ke tangan Cici.


"Halo kakak ipar, Apa kabar?, " Sapa Cici yang sudah merebut ponsel milik Lucas.


"Ck,,, Kalau bukan adik sepupu ku, Mungkin aku sudah mencincang mu Ci. " Seru Lucas yang hanya bisa menghela nafasnya saja.


Andes memilih menarik sudut bibir nya. Saat Cici sekarang mulai membuat Lucas kesal. Dengan demikian hari ini setidaknya Cici tak berbuat konyol untuk sementara waktu. Dan ia bisa mandi dengan tenang. Karena, Saat Cici menemukan mainan barunya. Maka gadis itu tak akan menggangu orang lain lagi.


"Ndes, Kau mau kemana?. " Teriak Lucas yang tentunya tak akan mau menjaga Cici sendiri. Padahal, Gadis itu sudah beranjak dewasa. Tapi, Para pria di keluarganya harus berpikir ulang untuk menjaga anak bungsu mafia kelas atas tersebut.


"Aku sudah gerah, Titip dia sebentar!. " Jawab Andes dengan nada santainya.

__ADS_1


"Shittt... " Umpat Lucas yang menatap Andes kesal.


__ADS_2