Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Akhirnya rapuh Juga


__ADS_3

Cici langsung lari sambil tertawa puas. Saat Andes mengusirnya dari dalam kamarnya dengan sedikit memaksanya. Karena gadis cabul itu terus saja menggoda abangnya. Hingga mampu membuat Andes menyut atas bawah. Sementara Andes hanya bisa menggerutu, karena ia telah lupa mengunci pintu kamar, saat ia akan mandi tadi. Sehingga gadis binal yang penuh dengan pikiran mesum itu, Bisa masuk kedalam kamarnya dan juga menyelinap kedalam kamar mandinya juga.


Tok!


Tok!


Tok!!!


"Bang... "


"Apalagi?. Istirahat sana! Ini sudah malam ! " Andes sedikit menekan nada bicaranya. Agar bisa membuat calon istri nya ini pergi dari depan kamar dia saat ini juga.


"Apa tidak bisa aku mainkan sebentar saja ularnya bang?. " Cici masih saja ingin menggoda abang nya, Walaupun tahu jika iman Andes pasti akan tipis juga. Kalau lama-lama ia goda seperti itu.


Tak ada jawaban dari dalam kamar sana. Karena Andes sudah beranjak pergi, Untuk membuat otaknya berhenti mengikuti fantasi gila seorang Cici. Kalau saja, Tak ingat dengan ancaman Mark ataupun saudaranya. Mungkin saat ini juga Andes sudah membuat perhitungan dengan Cici, Dimana gadis itu malah terus menerus membuatnya pusing dan pening akan tingkahnya yang tak terduga.


Cici yang masih ada di luar kamar Andes, Hanya menahan tawanya dengan kekehan kecil saja. Sebab, Ia tahu jika Andes tak akan pernah bisa berbuat lebih dengannya. Walaupun ia sendiri selalu menggoda pria tersebut tanpa henti. Dan itulah salah satu senjata Cici, Untuk membuat perhitungan dengan Andes setelah mereka bertunangan ini.


"Wah, Milik bang Andes mana gede banget lagi. " Guman Cici sembari menatap telapak tangannya.

__ADS_1


"Tanganku masih mampu gak ya?. Kalau pegang ularnya tadi?. " Cici pun langsung tertawa mesum.


Belum cukup dengan menatap tangannya, Cici sekarang mulai menyentuh bibirnya. Mengukur ukuran mulut mungilnya itu dengan jarinya yang lentik.


"Kalau masuk disini, Kira-kira akan penuh sekali itu. " Tebaknya dengan menduga-duga.


Cici pun menggeleng kan kepalanya pelan. Seraya pergi dari kamar Andes. Namun, Gadis itu tetap saja membayangkan hal gila yang akan ia lakukan setelah menikah nanti.


Cici tak tahu saja, Jika saat ini di dalam kamar mandinya. Andes sedang membuat ularnya tidur dengan nyaman. Karena mengingat bagaimana ia bangun, Saat Cici mulai menggodanya dengan tatapan mesum nya itu.


"Ouwh... Shittt..." Umpat Andes setengah kesal akan dirinya saat ini.


Ceklek!


Andes malah memilih keluar kamarnya, Sembari memperhatikan penjagaan di Mension mewah tersebut. Saat di kira sudah aman, Andes segera melangkah menuju arah kamar tunangan nya.


Tok!


Tok!!

__ADS_1


Andes mengetuk pelan kamar Cici. Dan entah apa tujuannya untuk datang kesana. Yang jelas saat ini, Andes sudah sangat memerlukan bantuan Cici. Untuk membuat ularnya bisa tidur dengan tenang. Tanpa adanya drama sedikitpun juga.


Ceklek!


"Ada ap... "


Belum juga sempat Cici bertanya, Andes sudah masuk lebih dulu. Nyelonong masuk kedalam kamar Cici. Membuat Cici pun terkejut.


"Abang, Mau ngapain ke kamar Cici? " Tanya gadis binal itu bingung. Tapi, Ia malah sudah menutup pintu kamar nya rapat.


Andes hanya menoleh dan menatap Cici dengan tatapan lain. Hingga, Cici mulai curiga akan tatapan Andes saat ini. Tanpa diduga lagi, Andes langsung menurunkan celana pendeknya begitu saja. Cici langsung membelalak sempurna, dengan bola mata nya yang hampir keluar. Saat ia melihat bagaimana bentuk Ular Andes saat ini, Yang jauh lebih besar dan panjang dari dugaannya.


"Bantu dia untuk tidur lagi!. " Ucap Andes tanpa basa-basi sedikitpun.


"What? " Jelas saja Cici terkejut, Tapi matanya malah terus menatap Ular panjang nan besar itu.


"Buruan!. Sebelum aku berubah pikiran. " Ancam Andes yang begitu yakin, Jika Cici pasti mau membantunya.


"Caranya?. " Pertanyaan yang sungguh konyol, Tiba-tiba saja keluar dari bibir mungil itu.

__ADS_1


"Kemarilah! "


__ADS_2