
Keesokan harinya, Ketika jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Cici yang biasanya selalu bangun kesiangan, Hari ini ia malah bangun lebih awal. Di saat suaminya masih terlelap dengan nyaman di atas kasur empuk, Dengan nuansa yang sudah kacau. Lantaran sampai saat ini mereka sama sekali belum menikmati indahnya momen malam pertama.
Andes yang semalam sempat protes, Karena tak ingin gagal di saat hubungan keduanya sudah sah. Tak bisa bilang apa-apa lagi, Ketika ia melihat penampakan pembalut di bagian inti istri nya.
Wangi aroma mawar menyeruak masuk dalam indera penciuman. Wangi yang sangat memabukkan untuk tidak dirarasakan.
"Morning, Darling. " Sapa Cici dengan senyuman manis nya. Ketika suaminya membuka matanya perlahan, Lantaran mencium aroma wangi khas tubuh Cici.
Dan benar saja, Saat ini Cici tengah duduk dibibir ranjang. Tepat di samping nya tidur dengan senyuman terbaiknya. Namun, bukan senyuman Cici yang membuat Andes menatap sampai melongo begitu. Tapi, Penampilan istrinya saat ini malah terlihat sangat menggodanya.
Bagaimana, tidak?. Jika Cici saat ini hanya memakai lingerie tipis berbahan sutra halus. Bagian dada yang berbentuk V lengan sejari dan berenda tipis dibagian depan nya. Paha mulus sudah terpampang nyata, Lengkap dengan belahan da*a yang montok berisi.
"Kenapa berpakaian seperti itu?. Apa kau sengaja untuk menyiksaku?. Hm?. " Tanya Andes dengan lesu, Baginya percuma saja meskipun Cici nampak sesek*i bagaimana pun di depan nya saat ini. Tapi, Ia malah tidak bisa menunggangi nya sekarang.
Andes mulai memalingkan wajahnya, Berharap istrinya itu paham. Betapa tersiksanya ia semalam dan sekarang ini. Bisa melihat tapi tak mampu untuk menyentuh. Walaupun bisa akan sia-sia saja. Karena tak akan bisa masuk pada tempat semestinya.
"Abang... " Rengek Cici dengan suara manjanya.
__ADS_1
"Beneran nih, gak mau lihat Cici?. " Tanya nya , Karena Andes malah memilih untuk memejamkan matanya lagi. Daripada harus melihat penampilan istrinya, Yang malah akan membangun kan sesuatu yang tak seharusnya bangun sekarang.
Melihat suaminya yang tak kunjung merespon ucapannya. Cici langsung membalikkan badan Andes. Hingga, Tanpa banyak bicara lagi. Cici pun naik di atas tubuh pria kekar itu.
"Awas, Nanti malah merah semua badan abang, Sayang!. " Seru Andes menyindir istrinya. Lantaran ia tahu jika Cici sedang ada tamu bulanan.
Cici malah tertawa , Ketika Andes menyinggung nya tentang tamu bulanan nya semalam. Yang mana, Hal itu bukanlah yang di ingin kan oleh Andes. Niat hati ingin pergi honeymoon, Dan menikmati masa bermesraan nya berdua. Sehingga, Pulang nanti mereka akan mendapatkan kabar yang bahagia. Hasil dari bercocok tanam selama di pulau Bali. Namun, Hal itu malah tak berjalan mulus sesuai harapan Andes.
"Kenapa malah tertawa?. Tidak ada yang lucu. " Ketus Andes yang nyatanya masih saja sedikit kecewa. Dengan impiannya yang gugur itu. Cuma gara-gara tamu yang tak di harapkan untuk datang.
Cici tak menjawab pertanyaan suaminya. Gadis cantik yang sudah berganti status jadi istri itu. Yang mana sampai saat ini masih saja segelan. Malah langsung menurunkan lingerie tipis miliknya. Hingga, Dua gundukan dengan sangat menggoda menggantung tepat di depan mata Andes.
"Tentu saja ingin bikin baby. " Sahut Cici sangat santai, Sambil membuang lingerie miliknya tadi, Hingga jatuh di atas lantai sana dengan asal.
"Tapi, Bukannya kamu sedang... " Andes mengurungkan pertanyaan nya itu, Ketika sadar akan gelagat istrinya saat ini. "Jadi, semalam kau... "
Andes tak bisa lagi menahan diri. Ketika Cici langsung tersenyum menggoda padanya. Dan benar saja, Rupanya Cici telah menyiapkan semuanya. Hanya untuk menggoda suaminya itu. Sehingga kegiatan yang seharusnya sejak semalam terlaksana, Namun gagal karena ulah Cici yang sangat jahil itu.
__ADS_1
"Oh, Berani sekali kau mengerjai suamimu sendiri, Hm?. " Andes melintir ujung gundukan istrinya.
"Aww... bang, Geli" Seru Cici ingin menahan jari suaminya.
"Aku bahkan, Ingin membuat rasa yang lebih geli lagi dari ini. " Ujar Andes dengan seringai licik nya.
"Siapa takut. " Jawab Cici malah menantang suaminya.
Andes pun tersenyum penuh arti. Lalu, menarik pinggang istrinya. Dengan satu tangan yang lainnya ikut menarik ceruk leher Cici. Sehingga keduanya saling tatap dengan jarak sangat dekat.
"Mau langsung di atas begini?. " Goda Andes sambil menaik turunkan alisnya.
"Sepertinya, untuk awal akan lebih baik berada di bawah. " Jawab Cici tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Tentu saja. "
Brakkk!
__ADS_1
"Awww... "
Cerita Keke udah publish guys, Yang belum mampir monggo judulnya "Pesona Sang Bodyguard " Yang udah mampir jangan lupa selalu tinggal kan jejak cintanya ya, Vote dan hadiahnya jugaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¥°ðŸ¥°