Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Kiss Me!


__ADS_3

Gadis cantik dengan tinggi semampai, Body bak gitar spanyol. Dengan rambut panjang sebahu dan sedikit pirang. Yang mana nampak begitu cocok di wajah cantik tersebut. Tangannya mulai terulur, Untuk menekan tombol password di pintu Apartemen milik abangnya.


Ceklek!


"Yes... " Cici tersenyum sumringah. Saat ia bisa masuk kedalam Apartemen Andes. Tanpa harus mengetuk pintu tersebut terlebih dahulu. Padahal ia hanya menebak saja, Apa kode sandi dari pintu Apartemen abangnya itu. Namun, Rupanya itu benar Andes menggunakan tanggal ulang tahun Cici sendiri, Untuk password pintu apartemen nya.


"Wah, Sudah lama sekali aku tidak kemari. " Ujar Cici sembari meletakkan tas dan kunci mobilnya di atas meja di ruangan tamu itu.


Lalu, Cici mulai mengedarkan pandangannya. Untuk mencari keberadaan abangnya. Karena sangat tidak mungkin jika Andes, Saat ini masih ada di dalam kamarnya. Pria itu biasanya selalu bangun pagi. Dan menghabiskan waktu di ruangan olahraga ketika pagi hari di hari weekend seperti ini.


Bahkan, Andes tak pernah keluyuran tidak jelas. Atau hanya sekedar jalan -jalan saja. Walaupun sebelum nya ia sendiri mempunyai seorang kekasih. Namun, Andes selalu saja menghabiskan waktunya untuk berdiam diri di Apartemen nya. Ataupun di dalam ruangan kerjanya. Dengan menyibuk kan dirinya sendiri, Tanpa ingin di ganggu oleh siapapun.

__ADS_1


"Bang Andes pasti lagi di ruangan olahraga nya. " Tebak Cici yang sudah hafal betul akan kegiatan abangnya satu ini.


Gadis itu melangkah menuju arah dapur. Dan membuka kulkas. Entah apa yang akan ia lakukan saat ini. Namun, Senyumnya terus terbit sejak tadi.


Sementara itu, Di dalam ruangan olahraga nya. Andes masih saja fokus untuk menambah kekuatan otot lengan nya. Wajar saja ia begitu nampak kekar dengan lima roti sobek di bagian perutnya. kaos tanpa lengan dengan celana boxer melekat sempurna di tubuh maskulin itu.


Hingga beberapa detik berlalu, Ketika Andes mulai menyudahi olahraga nya. Cici datang dengan membawa segelas jus buah segar di tangannya. Anehnya Andes sama sekali tidak terkejut melihat kedatangan adiknya itu. Seolah ia sudah tahu. Jika, Cici akan datang ke Apartemen nya.


Mata Cici dibuat melotot sempurna. Kala ia melihat otot-otot perut dan juga lengan abangnya. Yang begitu nampak seksi dengan keringat yang membasahi tubuh maskulin nya tersebut.


"So seksi... " Lirih Cici masih saja terpesona akan tubuh kekar Andes saat ini.

__ADS_1


Andes pun meraih gelas jus buah. Yang masih ada di tangan Cici, Lalu meminumnya dengan sangat semangat sekali. Walaupun Cici tak bisa masak, Tapi ia ternyata sangat handal dalam membuat jus buah.


"Mau apa kamu kemari?. " Tanya Andes langsung saja tanpa basa basi lagi. Membuat Cici langsung mencebik kesal.


"Memangnya kenapa?. Tidak boleh kalau aku... "


"Setidaknya jangan jadi seperti pencuri. Datang ke rumah orang main nyelonong saja!. " Potong Andes menyindir adiknya.


"Salah sendiri, Bikin sandi pintunya tanggal ulang tahun ku. " Balas Cici dengan nada santainya. Lalu gadis itu malah duduk di atas meja kecil. Yang ada di hadapan Andes, Tepat di depan mata abangnya. Dan hanya berjarak beberapa senti saja.


Cici mulai nakal, Dengan mengalungkan kedua tangannya tepat di leher Andes. Lalu, Menatap mata tegas Andes dengan tatapan yang tak biasa. Lebih tepatnya tatapan menggodanya.

__ADS_1


"Kiss me!. "


"What?. "


__ADS_2