Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Gerutuan


__ADS_3

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore. Andes dan Lucas hati ini hanya bisa menghela nafasnya saja. Saat Cici meminta kedua pria dingin itu ikut dengannya makan siang di luar. Bahkan, tak hanya itu saja keduanya juga diminta untuk menemani nya shoping. Yang mana sangat membuat Lucas kesal dan geram. Namun, sayangnya ia tak bisa menghindar lagi. Sebab ancaman Cici tak main-main. Meskipun demikian, Lucas juga sebenarnya sangat menikmati momen ini. Dimana ia selalu saja merasa kesepian setiap kali pulang ke kediaman orang tuanya. Lantaran ia hanya anak tunggal dan tak memiliki saudara lainnya. Seperti para sepupunya yang memiliki banyak saudara atau adik.


Bahkan perjalanan cinta Lucas tak semulus perjalanan cinta beberapa sepupunya juga. Lucas sempat mengalami sakitnya di tinggal pergi oleh orang yang ia cintai. Hingga menimbulkan rasa sesak yang mendalam. Jauh sebelum ia kembali di pertemukan dengan seorang gadis yang satu frekuensi dengannya. Bahkan, mungkin akan jauh lebih sadis darinya.


"Ayo pulang!. Mau kemana lagi?. " Andes mencekal tangan tunangan nya. Saat sadar Cici akan kembali melangkah kearah lain. Ketika mereka akan memasuki lift di pusat perbelanjaan itu.


Sedangan kan Lucas sudah pergi duluan sejak beberapa menit yang lalu. Dengan alasan sakit perut dan ada urusan mendadak. Yang Andes sendiri paham, Jika Lucas tak akan bisa lama menemani Cici berbelanja. Sebab, Kekasih Lucas yang sekarang tak memiliki hobby seperti para wanita normal pada umumnya. Ia memiliki hobby jauh dari kata gadis feminin. Karena hobby nya adalah memainkan senjata. Baik senjata yang bisa membunuh orang dan tak terkecuali senjata Lucas sendiri.


"Tapi bang masih ada yang... "

__ADS_1


"Pulang! " Andes mendelik tajam, hingga membuat Cici langsung mengerucut kan bibir nya.


Baru kali ini Andes mau menemani seorang gadis pergi berbelanja. Dan hanya Cici gadis yang beruntung itu, Selain Andes yang memanjakannya Lucas pun ikut terseret akan tingkah konyol seorang Cici.


"Lain kali kita ulangi lagi!. Sekarang sudah sore, Cuaca pun seperti nya tidak terlalu bagus hari ini. " Ujar Andes yang langsung memberikan pengertian untuk tunangannya.


"Promise!?, " Seru Cici menatap tunangan nya dengan tatapan seriusnya.


Keduanya pun keluar dari dalam lift. Dan langsung menuju arah parkiran mobil mewah milik Andes. Cici tak melepaskan tautan tangan keduanya. Hingga mereka terlihat sangat mesra dan harmonis. Meskipun gadis cantik itu masih sangat muda. Namun, Cici bisa menyesuaikannya penampilan nya saat ia sedang bersama tunangan itu. Dimana Andes adalah pria yang pertama kalinya bisa memiliki hatinya. Bahkan, perasaan itu tak pernah berubah sama sekali. Walaupun Cici sendiri sempat sakit hati pada Andes. Karena Andes pernah mengabaikan nya. Sehingga sejak mereka memutuskan untuk bertunangan. Seluruh anggota keluarga tak ada yang terkejut lagi. Semua anggota keluarga besar Bagaskara dan Castano tahu bagaimana perasaan keduanya. Hanya saja mereka tak ingin ikut campur jika menyangkut perkara hati.

__ADS_1


"Bang... "


"Hm"


"Sebenarnya ada urusan apa, bang Lucas datang kesini?, " Cici bertanya dengan mode seriusnya.


"Tidak ada apa-apa. " Jawab Andes singkat. Bahkan, Pria itu menjawab seolah memang tak terjadi hal apapun


"Really?. "

__ADS_1


"Kalau tidak percaya, tanya langsung saja pada orangnya!" Timpal Andes dengan mulai menginjak pedal gas mobilnya.


"Ck,,, abang itu memang tidak asyik " gerutu Cici sambil mencebik kesal. Yang mana langsung membuat Andes melirik kearah Cici saat ini.


__ADS_2