
Tok!
Tok!
Tok!
"Nona muda, Anda baik-baik saja?. " Tanya seorang pengawal dari luar pintu kamar Cici.
Mendengar itu, Andes langsung bergegas bangkit. Dan memakai semua pakaian nya dengan secepat kilat. Lalu, menyuruh Cici untuk ikut memperbaiki penampilan nya.
"Bilang kalau kamu baik-baik saja!. Sayang!." Bisik Andes dengan suara pelannya.
"Tapi, Aku sedang tidak baik-baik saja bang. " Protes Cuci sedikit kesal. Lantaran ia masih belum menuntaskan hasrat nya.
"Kita bisa lanjutkan lain kali saja!. Daripada dia mengadukan nya pada Daddy dan Mommy. " Ucap Andes membujuk calon istrinya.
"Ck,,, Aku tidak mau. " Cici masih saja kekeh, Untuk tidak menimpali anggota Daddy nya itu.
Tok!
Tok!
__ADS_1
Tok!
"Nona muda, Kalau anda tidak menjawab maka pintu akan kami dobrak. " Ancam anggota Mark dengan tegas.
"Shittt... " Andes mendengus kesal. Dan lebih memilih untuk segera keluar dari kamar Cici. Daripada mereka lebih dulu membuat kekacauan. Padahal, Ia sendiri yang sudah lebih dulu membuat suasana jadi kacau.
"Perbaiki dulu penampilan mu itu!." Ucap Andes menatap Cici. Yang mana Cici malah masih saja berbaring dengan santai nya seperti semula.
"No!. Aku... "
"Kamu mau jadi janda, sebelum ku nikahi?. " Ancam Andes dengan memotong ucapan Cici yang pastinya akan membantahnya lagi.
Akhirnya, Cici pun nurut meskipun ia kesal akan sikap Andes saat ini. Tapi, ia juga tidak mau jika sampai anak buah Daddy nya semakin curiga pada mereka berdua. Dan hal itu pastinya akan membuat sang Daddy marah besar. Cici juga tidak mau jika Andes mendapatkan hukuman hanya karena dirinya yang keras kepala. Melihat Cici yang sudah rapi dari sebelumnya. Andes pun langsung membuka pintu kamar Cici.
"Ada apa?. " Tanya Andes dengan wajah dinginnya.
"Tuan, Anda... "
"Aku yang minta bang Andes bantu benerin lampu tidurku tadi. " Potong Cici dari dalam kamar nya.
Anggota Mark langsung membungkuk hormat. Dan meminta maaf karena telah mengganggu mereka berdua. Meskipun sebenarnya ia juga sudah curiga, Akan hal yang di lakukan pasangan tersebut tadi. Sehingga suara Cici terdengar aneh dari luar kamar nya tadi.
__ADS_1
"Ada apalagi?." Andes kembali menatap datar pada anggotanya Daddy Mark itu.
"Tidak ada tuan muda. " Jawabnya sedikit gugup.
"Yasudah sana pergi!. Saya juga mau istirahat. " Tegas Andes yang sangat pandai mengendalikan keadaan.
"Baik tuan muda. "
Cici pun mendengus kesal. Apalagi, saat Andes ingin beranjak pergi dari kamar nya. Gadis binal itu masih saja belum terpuaskan. Tapi, ada saja gangguan yang membuat kegiatannya tertunda.
"Ayang... kan belum kelar. " Seru Cici masih saja ingin melanjutkan nya.
"Besok saja lagi!. Ini sudah malam, Tidur sana!. " Jawab Andes sambil beranjak pergi dari kamar calon istrinya.
"Jangan lupa kunci pintu kamar nya!. " Andes menginginkan sebelum ia benar-benar pergi dari hadapan Cici.
Ingin sekali rasanya Cici melempar Andes dengan benda berat di dalam kamar nya. Hingga pria itu tak sadar kan diri lagi. Namun, ia juga tak tega melakukan nya. Alhasil, Cici pun hanya bisa menggerutu sendiri saja.
"Awas saja kamu bang. Udah di enakin malah gak bisa balas jasa. " Gerutunya penuh kekesalan.
Lalu, Cici pun langsung menutup rapat pintu kamar nya dengan sedikit kasar. Membuat Andes menggeleng kan kepalanya akan tingkah Cici saat ini.
__ADS_1
"Untung saja ada gangguan. Kalau tidak, aku pasti sudah melahabnya " Guman Andes merasa beruntung karena belum bablas kearah inti semestinya.