Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Akhirnya!


__ADS_3

6 Bulan Kemudian...


Cici memakai dress bewarna soft blue. Betapa sesuai benar dengan warna kulitnya yang putih bersih dan mulus itu. Dress yang ia kenakan seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Walaupun pada kenyataan yang ada, Cici bukanlah sosok yang anggun. Ia tipikal wanita yang bar-bar dan juga sangat konyol. Tapi, sejak di nyatakan hamil. Wanita cantik itu berubah drastis, tampaknya ia memang sangat menjaga kehamilannya. Dari mulai pola makan yang sehat, sesuai anjuran dokter, dan juga jarang melakukan hal konyol.


"Sayang, sedang apa? " Andes datang menghampiri istrinya, yang saat ini sedang berdiri di permukaan kolam ikan berukuran sedang. Yang ada di taman belakang mension tempat tinggal mereka saat ini.


Ya, Andes sudah pindah dari Apartemen. Itu ia lakukan ketika tahu jika istrinya sudah hamil. Mengandung benih yang telah ia sebar setiap ada kesempatan. Andes ingin rumah nyaman dan luas, agar istrinya bisa leluasa bergerak. Tak hanya itu saja, Andes juga menyediakan tempat santai di beberapa titik dalam ruang lingkup mension tersebut. Dari mulai taman bunga mawar, dengan varian warna. Kolam ikan yang di atasnya dibangun sebuah gazebo tempat bersantai juga.


"Bang, Kayaknya ikan bakar enak ya? " Cici melirik ikan-ikan yang ada di dalam kolam tersebut.


"Mau yang mana? " tawar Andes sambil tersenyum, seraya memeluk pinggang Cici dari arah belakang.


"Yang paling besar! " Sahutnya dengan semangat sekali.


Andes pun langsung memanggil anggotanya. Untuk mengambil ikan yang di inginkan Cici, tanpa harus banyak cerita dan banyak drama panjang lagi. Rasa bahagia Andes saat ini tak bisa di ungkapkan hanya dengan sebuah kata-kata semata. Sebentar lagi kehidupan mereka akan semakin lengkap saja. Karena, ada dua anak yang akan istrinya lahirkan. Dan jenis kelamin nya sepasang lagi.


Sejak saat dimana, mereka bertemu Zein abang Cici yang sudah lama pergi dari mension. Dan sejak itulah mereka merasa kebahagiaan keluarga semakin lengkap. Daddy dan juga Mommy nya pun lega. Putra mereka masih ingat jalan pulang. Walaupun, beberapa hari ini mereka kembali di kejutkan akan berita dari Zein lagi. Yang ternyata Zein sudah menikahi seorang gadis tanpa sepengetahuan mereka. Itupun ternyata sudah beberapa bulan ini.


"Wah, ikannya besar sekali" Cici tampak begitu sumringah, dengan tawa lebarnya.


Perut buncit yang semakin membulat itu, walaupun usia kandungannya baru berjalan lima bulan. Dengan jenis kelamin satu pasang menurut hasil USG. Yang mana, membuat Andes semakin posesif dan juga sangat berhati-hati. Begitupula dengan Cici istrinya, ia sekarang menikmati indahnya mengandung, dan indahnya ngidam. Walaupun saat trimester awal, Andes lah yang mengalami kehamilan simpatik. Sehingga, Cici sama sekali tak mabuk seperti suaminya. Namun, sampai saat ini Cici masih saja ngidam. Ia selalu ada saja yang di inginkan, kadang tak tahu waktu lagi.


"Sepertinya masih besar yang ini, sayang! " Andes melirik bagian bawah pusarnya.


Tawa Cici semakin pecah, lalu ia mendekatkan dirinya dengan Andes. Sehingga, keduanya saling menempel. Sembari melihat anggota mereka sedang di sibukkan akan ikan peliharaan tuan dan nyonyanya itu.

__ADS_1


"Itu bukan besar sayang, tapi gede bisa maksimalnya segini! " Sahut Cici sambil setengah berbisik, memperlihatkan lengan tangannya sendiri.


"Benarkah? "


Cici mengangguk pelan, sambil tersenyum. "Tapi, walaupun begitu aku tetap suka, soalnya bikin nagih" Bisiknya pelan.


"Ayo kita bikin baby mandi sebentar! " Tawar Andes malah jadi mesum.


"Hah? "


"Sambil nungguin ikan bakarnya mateng, sayang!. Kita juga bisa matengin adonan juga! " Sambungnya tanpa rasa malu sedikitpun. Padahal, anggotanya pun mendengar itu dengan jelas.


Yang bisa di lakukan para anggota Andes, hanya pura-pura tuli saja. Seolah mereka tak akan mendengar apapun. Kalau tidak?.Mereka sendiri yang akan menanggung akibatnya. Memang serba salah kalau ikut dengan atasan yang sedikit arrogant kalau lagi bucin seperti ini. Yang ada bawahan akan jadi pelampiasan nya. Apalagi kalau ia sedang kena amuk nyonya besar. Sudah dapat di pastikan, jika Andes pasti akan mengamuk ke anggotanya juga.


"Tidak akan! " Jawab Andes cepat. "Ayolah!. Sebentar saja! " Ajaklah sambil memberikan tatapan sangat menggiurkan.


Kalau sudah begitu, mana bisa lagi Cici untuk menghindarinya. Jika beberapa bulan lalu, sebelum ia hamil Cici sangatlah agresif sekali. Lantaran tak ada beban untuk melakukan nya beberapa kali saja. Namun, saat sudah bawa drum band seperti sekarang ini. Maka, Cici akan sangat hati-hati melakukan nya. Belum juga Mommy nya selalu mewanti-wantinya. Karena hamil kembar itu tak mudah. Sangat beda saat hamil cuma satu baby saja.


"Nasib jadi bawahan" Ujar salah satu anggota Andes. Saat melihat tuan dan nyonya nya sudah menjauh dari mereka.


"Makanya kawin! " Timpal salah satu anggota yang lain.


"Ck,,, Kalau kawin udah tapi nikahnya yang belum" Lanjut salah satunya lagi.


Tawa anggota Andes membuat suasana mencair. Sebagai hiburan di sore hari ini. Sambil mengerjakan tugas mereka, Untuk membuat acara bakar ikan bersama. Yang di bantu oleh para maid juga.

__ADS_1


******


Udara malam yang baru menunjukkan pukul delapan malam. Namun, langit di atas sana masih saja nampak terang. Dengan cahaya lampu yang begitu bersinar. Di taman belakang sepasang suami istri sedang menikmati sajian ikan bakar, lengkap dengan lauk yang lain. Bersama semua pekerja di mension tersebut. Hingga tak adalagi kasta di antara mereka saat ini.


Semuanya nampak santai, sambil bersenda gurau bersama. Apalagi, Cici juga bisa menghidupkan suasana. Walaupun suaminya sendiri masih saja kaku seperti biasanya.


"Nyonya, kalau twins lahir nanti mau di kasih nama siapa? " Tanya salah satu maid, yang memang selalu akrab dengan Cici.


"Hem, itu masih rahasia. Tapi, aku sudah menyiapkan nama yang cocok untuk mereka berdua! " Jawab Cici sembari mengusap perutnya pelan. Yang mana ada gerakan pelan juga disana. Seolah twins setuju akan jawaban Mommy nya.


"Benar begitu kan, sayang? " Cici meminta persetujuan suaminya juga.


"Iya sayang! " Andes menarik sudut bibir nya begitu tulus. Tulus seperti rasa cintanya selama ini pada Cici. Hingga, ia lupa bagaimana rasanya sedih. Namun, satu hal yang Andes tak akan bisa lupa. Yaitu bagaimana ia kehilangan orang tuanya dulu. Dan ia juga masih ingat bagaimana Mark pertama kalinya menyelamatkan dia. Membawanya pulang hingga timbul kesalahpahaman sedikit dengan Mom Naura.


"Sebegitu bahagianya kau menikah denganku? " Tanya Andes sambil menyuapkan ikan bakar ke mulut istrinya.


"Sangat, sayang. Aku sangat bahagia" Jawab Cici dengan segala ketulusannya.


Andes pun langsung merangkul bahu Cici. Mengecup pucuk kepalanya berulang kali. Yang langsung di saksikan oleh semua orang di mension nya itu. Melihat bagaimana kemesraan dan keromantisan tuan dan nyonya mereka. Dan itu tak hanya terjadi saat ini saja, melainkan setiap harinya. Selalu nampak harmonis dan juga penuh cinta.


\***END**\*


TERIMAKASIH BUAT YANG MASIH SETIA SAMPAI SEKARANG YA, NANTI CERITA ZEIN AKAN OTHOR UMUMKAN SESEGERA MUNGKIN, JADI BUAT YANG BELUM FOLLOW, BURUAN FOLLOW AKUN OTHOR YAKšŸ™AGAR MENDAPATKAN NOTIF KALAU ADA KARYA BARU. DAN BUAT DI RUMAH SEBELAH YANG BELUM MAMPIR BOLEH MAMPIR JUGA YAK, KARENA DISANA UPNYA TIAP HARIšŸ¤—šŸ¤—


UNTUK CERITA KEKE DAN JOE, INSYAALLAH UP NYA BAKALAN RUTIN YA, DOAKAN SAJA TUBUH DAN JIWA INI SELALU SEHAT DAN SINYAL WIFI NYA KAGAK BERMASALAH HAHAHA...

__ADS_1


__ADS_2