Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Kembali Terulang Lagi


__ADS_3

Andes hanya bisa menatap tak percaya, Bagaimana bisa istri nya ini malah meminta untuk di sodok kembali. Padahal, tadi saja ia sudah minta ampun padanya. Apalagi, sekarang ini ia malah mulai membuka kimono handuknya.


"Sayang,,, Hei jangan seperti itu!. " Ujar Andes mencegah Cici untuk berbuat konyol.


"Kenapa?. Bukannya abang suka lihat istri mu yang seperti ini?. Hem? " Goda Cici yang langsung mendekat kan tubuhnya, Yang mulai setengah polos itu di hadapan suaminya.


"Iya, Tapi tidak disini juga sayang!. " Jawab Andes yang malah ikut melirik bagian dada Cici. Dimana bagian itu terlihat mulai menyembul keluar.


Senyum Cici mengembang. Kala melihat suaminya mulai tak fokus lagi. Lantaran bagian dadanya mulai terbuka, Dan membuat Andes ikut meneguk salivanya dengan susah.


"Sayang, Kau tahu jika terus begini. Maka... "


"Maka aku juga ikutan men*es*ah " Potong Cici menaik turunkan alisnya. Masih saja tak jerah untuk menggoda suaminya yang memang sudah mesum sejak awal.


Cici pun tak tinggal diam, Kala tatapan suaminya sudah menunjukkan gelagat menuju kenikmatan selanjutnya. Pasangan pengantin baru memang selalu saja membuat dunia seakan ngontrak. Dan tak tahu tempat sama sekali. Apalagi, Andes juga sudah kecanduan sendiri dengan tubuh istri nya. Tak heran jika dia sangat mampu untuk melakukan nya berkali-kali.


Benar saja, Hanya menghitung waktu beberapa detik saja. Untuk membuat Andes membuka menurunkan resleting miliknya itu. Namun, sebelum nya Andes masih sempat mengunci tempat mereka berada Dengan remot kontrol yang selalu ada di samping kulkas sana. Sehingga, ruangan itu saat ini akan aman. Walaupun istri nya mengeluarkan suara merdunya kembali.


Sesapan demi sesapan terus saling tertaut satu sama lainnya. Bahkan, Andes terlihat sangat kalah sekali. Untuk mengakses setia inci kulit tubuh istrinya.


"Kemarilah, Sayang!. " Titah Cici dengan suara serak menggodanya. Karena nafasnya sudah turun naik tak beraturan lagi.


Melihat itu, Terang saja Andes tak akan menghindar lagi. Bahkan, ia telah memperbarui lukisan indahnya dibagian leher dan dada berisi istrinya. Sehingga, Kini kulit putih Cici hanya terlihat seperti bulu macan loreng saja. Disana sini banyak gambar abstrak yang indah untuk di lihat.


Apalagi saat Cici malah menggeser kearah meja bar sana. Dan membelakangi Andes. Sambil menaikan kimono handuk yang sudah berantakan itu. Seolah tahu, Kalau ular kadut suaminya sudah menegang sejak tadi.


Plakkk!!!

__ADS_1


Cici menampar gemas bokong bulat nan berisi itu. Sambil memberikan tatapan sangat menggodanya kearah Andes. Bahkan, wanita itu memposisikan dirinya dengan sedikit menunduk. Hanya bokong bulatnya saja yang di perlihatkan secara nyata.


"Ck,,, Kau memang sangat luar, Sayang. " Ujar Andes yang langsung maju. Dan tak banyak berkata lagi, Ia langsung menurun kan celananya begitu saja.


Jleb!


"Akhhh... "


"Bagaimana?. Hem? Apa masih ingin lebih dalam lagi?"


Tanya Andes dengan tatapan penuh artinya. Ia sangat tahu, Kalau istrinya itu tak akan pernah menyerah dan akan sangat penasaran dengan rasa yang selanjutnya. Ketika di tantang, Maka ia akan kembali menantang suaminya juga.


"Kalau hanya di tekan saja, Mana terasa. " Ucap Cici dengan tatapan penuh kemesuman nya. Agar ia bisa merasakan yang lebih dalam dan lebih menyakitkan untuk menikmati nya.


"Benarkah?. "


Andes menarik sudut bibir nya, Kala suara istrinya semakin membuatnya puas. Disaat Cici pun ikut memejamkan matanya. Lantaran Andes mulai menekan dan juga bergerak dengan tak beraturan lagi.


"Oh my god!. " Pekik Cici sambil berpegangan dengan ujung meja bar.


"Ini bukan yang kau mau? " Andes bertanya seolah ia baru paham. Apa yang sebenarnya di inginkan oleh wanita yang telah ia nikahi ini.


Akhh... yes baby! "


Semakin lama, Suara dan goyangan Andes pun semakin menggila. Peluh kenikmatan itu akhirnya keluar dengan sendirinya. Membuat rasa yang tak akan bisa dilupakan begitu saja. Dan tak akan mampu membuat Andes berpaling juga.


Makan pun sampai lupa. Saking menikmati nya hari penuh keringat dan peluh ini. Bahkan, rasa lapar sejenak hilang. Di saat penyatuan yang syahdu tersebut.

__ADS_1


******


"Sayang, ayo sini!. " Teriak Cici ketika ia masih saja berada di dalam kolam renang. Yang memang tersedia di dalam Villa. Tepat nya dalam ruangan khusus, Yang tak akan bisa di lihat dari arah luar sana.


Andes yang sejak tadi hanya menunggu di permukaan kolam renang. Dengan tiduran di atas bangku panjang khusus disana. Dengan memakai kaca mata hitamnya. Karena ruangan kolam tersebut, Sama sekali tidak ada atapnya. Dan ruangan terbuka dengan sinar matahari yang langsung masuk. Seolah keduanya sedang ada di luar ruangan saja. Padahal, ada di dalam Villa.


Istri nya mulai melambaikan tangannya. Untuk minta di hampiri. Baju renang terbuka berwarna biru muda. Nampak begitu pas di tubuh molek nya itu. Bahkan, hanya menutupi bagian-bagian tertentu nya saja.


Melihat suaminya tak beranjak. Cici pun akhirnya memilih untuk mendarat. Dan menghampiri Andes, Lalu bukannya duduk di sebelah suaminya. Cici malah duduk di atas tubuh Andes. Dengan keadaan yang masih basah kuyub seperti itu.


Cup!..


"Hem, Manis sekali. " Ujarnya menggoda pria yang telah menjadi suaminya itu.


"Ini yang jauh lebih manis." Balas Andes yang langsung menarik ceruk leher Cici.


Memagut bibir tipis merah muda itu dengan sesapan mendalamnya. Bahkan, Cici pun ikut menikmatinya. Dengan ikut juga membalas sesapan nakal Andes saat ini.


"Mau jalan -jalan keluar?. " Tawar Andes setelah ciuman nya terjeda.


"Hm, Apa boleh? "


"Tentu" Jawab Andes lagi dengan tersenyum smrik.


"Ayo! " Sahut Cici dan melemparkan senyuman terbaiknya.


Setelah percintaan nya tadi siang. Mereka pun sudah makan siang bersama juga. Meskipun masih dengan sisa peluh dan keringat habis di garap. Lalu, Memilih untuk berenang bersama, Kala sudah istirahat dan mengistirahatkan tubuh masing-masing. Lantaran kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2