Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Hari H


__ADS_3

Beberapa drama kekonyolan yang di lakukan Cici menjelang pernikahan tentunya tidaklah mudah, Untuk Andes lalui dengan baik. Ia sebagai seorang pria normal pada umumnya. Pasti selalu memiliki hasrat, Ketika di sajikan dengan sebuah hidangan lezat yang sangat menggiurkan gairahnya.


Libido kelelakian nya selalu naik tanpa di minta. Saat calon istri nya mulai melakukan hal konyol yang tanpa diminta sama sekali olehnya. Ingin sekali rasanya Andes membuat gadis itu lemas di atas ranjangnya. Dan menghukumnya tanpa ampun lagi. Agar, Cici tahu bagaimana rasanya di sodorkan ular kadut yang telah mengamuk. Namun, Tetap saja Andes bukanlah pria brengsek. Yang hanya ingin mementingkan nafasunya saja. Tapi, Andes adalah seorang pria bertanggung jawab, dan juga sangat mencintai Cici dengan tulus.


Hingga akhirnya buah kesabaran nya hari ini terbayar sudah. Saat satu kata pendek terdengar jelas di telinganya.


"SAH!. "


"Alhamdulillah... " Ucap Andes pelan.


Pria itu tersenyum smrik, Ketika Cici meraih tangannya dan menciumnya dengan takzim. Setelah sepasang cincin dengan harga yang tak main-main telah tersematkan di jari manis keduanya.


Rasa bahagia itu juga turut di rasakan oleh pasangan Mark dan Naura. Sebagai orang tua yang ingin semua anak-anaknya bahagia. Naura dan Mark selain bahagia, Mereka juga sedih. Karena, Kedua putra kesayangan nya pun tak bisa hadir di pernikahan adik bungsunya. Di karenakan mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing.


Dimana satu putranya, Masih tak ingin kembali pada keluarga nya. Dengan alasan ia ingin mandiri, Dan memulai kehidupan barunya. Tanpa adanya bayangan masa lalu yang kelam itu.


"Berbahagialah sayang!. " Ucap Naura ketika Cici sungkeman dengan dirinya. Dan Mark juga hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Kini, Putri kesayangan nya pun telah sah menjadi seorang istri. Dan ia yakin jika Andes adalah suami yang tepat untuk sang putri. Anak yang ia besarkan bersama dengan cinta kasih yang sama juga.


"Tolong jaga putri kesayangan Daddy dan Mommy!. Sekarang Cici adalah tanggung jawab kamu Ndes!. Jangan pernah buat dia sedih!. Jika seandainya kalian ada masalah di kemudian hari nanti, Pesan Daddy jangan memutuskan sesuatu saat sedang emosi!. Namun, Doa Daddy dan Mommy hanya ingin yang baik-baik saja untuk kalian berdua. " Ujar Mark bicara dengan serius dengan Andes dan Cici.


"Andes janji Dad!. Andes tak akan pernah melukai dan juga membuat Cici sedih. Andes juga janji tak akan membuat Daddy dan Mommy kecewa dengan kami!. " Jawab Andes tak kalah tegas nya dengan Daddy Mark.


Mark menganggukkan kepalanya. Karena ia yakin jika Andes sudah sangat matang dalam masalah ini. Ia juga yakin, Kalau Andes pria yang tepat untuk putri nya. Apalagi keduanya sudah saling mencintai sejak lama. Hanya masalah waktu saja, Jika keduanya sekarang baru bisa bersatu.


Acara sederhana yang di adakan di mension Mark. Nampak begitu meriah, Meskipun hanya orang-orang tertentu yang ikut hadir. Untuk memeriahkan pesta pernikahan sang CEO dan putri bungsu seorang pria berkuasa tersebut.


Setelah acara sungkeman. Kini, Cici dan Andes sedang ikut menyapa para tamu. Yang mendapat kan keistimewaan untuk masuk kedalam mension mewah Mark.


"Mom Jen. " Cici langsung memeluk wanita itu dengan erat. Saat ia kedatangan seorang desainer hebat yang selalu saja sibuk meskipun mereka seharusnya sudah pensiun itu.


Ya wanita paruh baya itu adalah Jeny, Kakak perempuan dari Mom Naura. Yang memang tinggal satu Negara dengan mereka. Hanya saja beda kota, Karena Satria dan Jeny telah menetap di New York ibu kota Amerika Serikat.


Suasana semakin meriah. Saat dua sepupu dan dua saudara bertemu. Dimana, Mark dan Satria selalu saja saling mengejek jika mereka di satukan seperti ini.

__ADS_1


"Kadonya mana, Mom?. " Tanya Cici yang mulut nya langsung di tutup oleh Andes.


Hingga Jeny langsung terkekeh pelan. Akan tingkah Cici yang sangat mirip dengan adiknya itu.


"Jangan di dengarkan Mom!. Cici memang suka asal bicara. " Ucap Andes yang malah merasa tidak enak hati akan ucapan Cici.


Padahal, Mereka tak mengharapkan kado apa-apa. Sebab, dengan kedatangan mereka saja Andes dan juga keluarga nya sudah sangat senang sekali.


"Dasar anak mafia. Masih saja menagih kado, Padahal kalian itu tidak kekurangan uang. " Timpal seorang pria yang baru saja masuk bersama seorang wanita cantik di samping nya. Pria itu juga sedang mengendong seorang anak perempuan yang usianya masih sekitar satu tahunan.


"" Wah ini dia mantan buaya sungai baru datang. " Seru Cici meledek sepupu nya. Yang mana pria itu telah tobat dari julukan sang Cassanova sejati.


Setelah ia menikah dengan gadis yang di jodohkan kedua orang tuanya. Dan kini telah di berikan satu anak perempuan yang sangat cantik.


"Baru kali ini, ada pengantin wanita bar-bar. " Ledek Alex mantan sang Cassanova sejati. Yang telah tobat dan tak pernah tertarik lagi dengan wanita lain. Selain istrinya sendiri, Yang kini juga sedang hamil besar.


Cici pun hanya mencebikkan bibirnya. Seraya menatap perut buncit kakak iparnya itu. Lalu Cici berbisik dengan Andes. "Bang Alex, rupanya kejar setoran terus . Lihat saja anaknya masih sangat kecil. Tapi, Kak Monic udah tek dung lagi. " Bisiknya pelan.

__ADS_1


"Kita juga nanti akan seperti itu!. " Jawab Andes santai.


"What?. "


__ADS_2