Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Lagi-Lagi Memulai


__ADS_3

Andes memijat kepalanya yang tiba-tiba saja pusing mendadak. Niat hati ingin mengajak calon istrinya menikmati liburan di hari weekend, Malah di luar ekspetasi nya sendiri. Ia lupa, jika Cici orangnya sangat agresif dan juga konyol, Sehingga hampir saja ia tergoda dengan ulahnya tadi. Kalau saja Andes tidak ingat ancaman Daddy Mark. Mungkin, ia akan langsung membawa Cici kedalam kamar dan menyiksanya disana. Namun, Ucapan Mark nyatanya menjadi pengingat di saat dirinya mulai tak bisa mengendalikan dirinya. Bagaimana, tidak?. Jika Mark mengancam akan membatalkan pernikahan nya kalau sampai Andes tak bisa menahan dirinya, Kalau Cici berbuat nekad padanya.


Meskipun Mark salah mengancam Andes. Karena yang seharusnya di ancam itu Cici. Supaya gadis itu tidak terus menerus membuat Andes panas dingin. Tapi, mungkin juga semua itu Mark lakukan dengan sengaja, Untuk menguji iman calon menantunya. Yang merupakan anak angkat nya sendiri.


"Bang kenapa kita pulang mendadak sih?. "


Cici sejak tadi hanya menggerutu kesal. Lantaran Andes malah mengajaknya pulang dadakan, Setelah mereka menghabiskan makan malamnya.


"Kau lupa jika saat tidur, Kau akan kehilangan akal sehatmu itu?. Iya kan?. " Jawab Andes dengan pertanyaan.


"Buktinya tadi aku tidak begitu, bang. Aku masih memakai pakaian ku dengan utuh. "

__ADS_1


Cici seperti nya mengelak akan hal itu. Dimana, Ia memang kalau tidur malam kebiasaan bisa membuka semua bajunya sendiri. Hal yang sama yang pernah juga di lakukan oleh Mommy nya dulu, Saat ia masih berusia seperti Cici sekarang ini. Dan itu pula yang menurun pada putri bungsu nya.


Itulah sebabnya, Setiap sebelum tidur. Naura selalu mengingat kan Cici untuk mengunci pintu kamar nya terlebih dahulu. Sebab, Selain ceroboh Cici juga kadang suka lupa. Kalau ia mempunyai kebiasaan buruk seperti itu. Bahkan, Naura tak pernah menyuruh putri nya untuk menginap di rumah orang lain. Termasuk para sepupunya sendiri.


"Itu karena kau belum begitu nyenyak. " Andes menjawab dengan rasa kesalnya. Kalau saja ia tidak selalu di ancam oleh Daddy nya, Dan juga saudaranya itu. Maka, dapat Andes pastikan kalau ia tidak akan bisa lagi menahan dirinya.


"Ah, Bukannya pria suka wanita yang tidak memakai baju kalau malam?. " Seloroh Cici dengan konyolnya.


"Kata siapa?. Memang nya setiap hari pria hanya berpikiran mesum saja?. Jangan ngaco kamu!. " Timpal Andes yang masih saja fokus dengan setir mobilnya.


Andes hanya melirik dan tak mau menjawab pertanyaan konyol Cici saat ini. Karena yang ada dia sendiri yang akan terpojok nantinya. Sebab, Cici selalu saja memiliki banyak cara. Untuk membuat Andes tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


"Duh, Kenapa panas sekali ya?. Gerah juga nih. "


Cici pun mulai kembali beraksi, Gadis itu seolah terus saja berusaha menggoda Andes. Cici bagaikan seorang wanita penghibur yang ingin mangsanya memakan umpan nya. Dan agar ia mendapatkan apa yang ia inginkan saja.


"Benarkan kancing kemejamu itu!. Dada rata saja mau di pamerkan segala. " Seru Andes dengan nada penuh penekanannya.


Bukannya menurut, Cici malah langsung membuka semua kancing kemejanya. Dan melempar kemeja yang ia kenakan ke jok belakang sana. Hingga kini ia hanya memakai bra warna hitam itu.


"Bagaimana, bang?. Apa sekarang masih terlihat rata?. " Tanya Cici dengan gamblangnya.


Cekittt!!

__ADS_1


Andes langsung mengerem mendadak, dan segera menepikan mobilnya. "Kau memang sudah sangat keterlaluan, Baby. " Ucap Andes dengan suara beratnya.


"Awwww... "


__ADS_2