Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Salah tebakan


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu sejak dimana, Andes dan Cici melakukan hal yang tak seharusnya di lakukan oleh mereka berdua. Tapi, Dengan segala kelicikan serta kenekatan keduanya, Mereka malah bisa saling menyentuh tanpa ketahuan akan Daddy dan Mommy. Yaitu orang tua mereka. Meskipun, sejak hari itu Andes selalu saja was-was dan juga berpikir dua kali, Jika mereka hanya di tinggalkan berdua saja. Sebab, Cici adalah sosok gadis yang nekad.


Apalagi, kedua orang tuanya saat ini selalu saja menghabiskan waktu mereka. Untuk pergi liburan mengarungi samudera. Menjelajah negara satu ke Negara lainnya. Sehingga mempercayakan anak gadis nya pada calon suaminya, Yang tak lain dan tak bukan adalah putra angkat mereka sendiri. Sementara, Kedua abangnya yang lain hanya sibuk dengan dunia mereka saja.


Namun, Meskipun demikian salah satu abang Cici tetap akan memantau adik bungsunya dari jauh. Walaupun saat ini, Ia sendiri sedang disibukkan akan satu misi khusus. Untuk membuat perhitungan pada semua orang, yang telah membuat saudara kembarnya menderita dan hampir saja kehilangan nyawanya.


"Bang, Buruan pulang!. Aku udah sampe apartemen nih. " Seru Cici lewat panggilan video call nya. Meminta Andes untuk pulang lebih cepat, Tanpa memikirkan jika tunangan nya itu saat ini tengah menghadiri meeting, bersama beberapa kolega bisnisnya.


"Tunggu saja disana!. Abang masih ada meeting. " Jawab Andes jujur dengan memilih untuk pergi ke ujung ruangan, Hanya untuk mengangkat telpon dari tunangan nya itu.


"Haruskah aku sabar, seperti wafer tango?. Balas Cici sembari memanyunkan bibirnya.


" Maksdunya?. "


"Iya, Berapa lapis?. Ratusan. " Seru Cici dengan nada kesalnya.


"Astaga... Apa kau tidak bisa diam dan jangan melakukan apapapun untuk beberapa menit kedepan?."

__ADS_1


Cici dengan cepat menggeleng kan kepalanya. Hingga mampu membuat Andes hanya bisa menghela nafasnya sedikit kasar. Ia selalu saja dibuat pusing sendiri, oleh kelakuan calon istri nya satu ini. Namun, Andes juga tak pernah merasa bosan saat bersama gadis binal satu itu. Yang ada rasa cintanya, semakin hari semakin bertambah saja. Dan juga tentunya semakin besar.


"Aku lapar, bang. " Seru Cici dengan jujur. Ia pun sambil memegangi perutnya.


"Hanya itu?. " Selidik Andes yang tak percaya, Jika Cici menyuruhnya pulang dengan cepat, Hanya ingin mengisi perutnya saja.


"Tidak." Sahut Cici dari. ujung panggilan video sana.


"Baiklah, Tunggu saja di Apartemen!. Aku akan pesankan makanan untukmu. " Ujar Andes yang langsung menutup panggilan dari Cici begitu saja. Karena Andes juga tak ingin membuat para kolega bisnis nya menunggu lebih lama lagi.


Tut!


Tuttt!


"Dasar calon suami durjana. Main putus begitu saja video call nya. " Gerutu Cici sembari menghempaskan Bokongnya yang semok dan berisi itu.


Tentu saja ia kesal, Karena Andes menutup video call nya tanpa berpamitan dulu pada dirinya. Kalau bukan karena ia telah melihat dengan jelas, Di dalam ruangan Andes tadi, ada banyak orang. Mungkin, saat ini juga Cici sudah kembali menelpon Andes. Namun, hal itu tidak di lakukan oleh Cici. Sebab, ia tahu kapan waktunya bercanda, dan kapan serius. Cici juga tidak mau, reputasi Andes hancur. Hanya karena ulah nya yang konyol itu.

__ADS_1


"Awas saja, jika dia pulang nanti. Aku tidak akan memberikan nya ampunan lagi. " Ungkap Cici dengan senyum licik dibibirnya.


Cici merentangkan kedua tangannya, Pada badan sofa empuk yang ada di dalam ruangan tamu milik Andes. Dengan posisi kepala yang mendongak, Untuk menatap langit-langit ruangan tersebut. Namun, Ketika ia sedang memikirkan cara untuk menggoda Andes nantinya. Tiba-tiba saja bel Apartemen nya berbunyi dari luar.


Ting!


Tong!


"Wah, Apa itu makanan yang sudah di pesan bang Andes?. " Guman Cici dengan senyum merekahnya. Meskipun, ia mengira begitu cepat sekali sampai nya.


Cici pun segera bangkit dari sofanya. Lalu melangkah menuju arah pintu Apartemen tersebut. Sayangnya ia tak melihat dulu dari monitor. Siapa yang datang saat ini.


Ceklek!


"Selamat siang, Nona. " Sapa seseorang dari depan pintu sana.


Brakkkk!!!

__ADS_1


"Awww... "


__ADS_2