
Pletak!
"Aww... "
Cici memekik sembari mengusap keningnya yang terasa kebas. Karena di jitak oleh Andes hingga gadis cantik itu meringis dengan bibir mengerucut.
"Habiskan makanan mu!. Agar otakmu itu tidak selalu mesum. " Ujar Andes yang kembali melirik kearah makanan milik Cici.
"Ck,,, Kuat juga iman nya. " Guman Cici dengan masih sedikit kesal. Karena rupanya Andes hanya ingin menggodanya saja. Padahal, pikiran Cici sudah melalang buana kemana-mana.
Gadis itu malah sudah travelling, Membayang kan indahnya ada di bawah kungkungan tubuh kekar Andes. Dan menghabiskan malam panjang bersama nya. Cici memang benar-benar sangat mesum. Gadis itu malah tidak takut sama sekali dengan orang tuanya, ataupun abangnya yang galak itu. Yang ada di dalam pikiran nya hanya rasa penasaran, saat pertama kalinya menuju puncak nirwana.
__ADS_1
Ia pun begitu sangat penasaran akan kegiatan satu itu, Sampai-sampai otaknya tidak digunakan lagi untuk berpikir dengan benar. Gadis itu seolah begitu yakin sekali akan tunangan nya, Sehingga tidak merasa cemas kalau sampai Andes pergi meninggalkan nya, setelah apa yang telah mereka lakukan nantinya.
Andes hanya menggeleng pelan. Dengan helaan nafasnya yang juga sangat pelan. Sehingga, Cici pun tak mendengar nya dengan jelas. Padahal, saat ini Andes terus berusaha mati-matian untuk tidak melakukan hal gila. Yang malah akan menjadi boomerang untuk hubungan mereka sendiri. Kalau ingin menuruti nafsunya, Mungkin sudah lama Cici rusak di tangan nya itu. Karena, Cici selalu saja sembrono saat berada didekatnya.
Namun, berhubung Andes bukanlah pria brengsek yang mau menghancurkan masa depan orang yang ia cintai. Oleh, sebab itulah. Andes sekuat tenaga untuk tidak menyentuh Cici dengan lebih. Meskipun akhirnya nanti, Mereka berdua akan menjadi pasangan yang sah juga.
Beberapa menit setelah makan malam usai. Cici pun bukannya istirahat kembali. Namun, gadis itu malah memilih untuk berkeliling Villa kecil tersebut dengan dinding kaca tebal, Yang di lengkapi dengan teknologi canggih modern. Jadi, walaupun dari arah dalam mereka dapat melihat me luar sana. Tetapi, dari luar tak ada yang bisa orang lihat , meskipun hanya gordengnya saja.
Cahaya bulan dengan banyaknya bintang-bintang di atas sana. Membuat air danau menjadi jauh lebih indah karena sinar nya. Cici merentang kan kedua tangannya, Dan menghirup udaranya dengan puas.
"Keindahan seperti ini, Sangat sayang untuk di lewatkan begitu saja. " Timpalnya dengan terus merentangkan kedua tangannya itu. Bahkan, Cici sambil memejamkan matanya. Menikmati udara yang masih sangat asri di keheningan malam ini.
__ADS_1
Andes mendekat, Dan berdiri tepat di samping nya. Menatap kearah depan sana. Namun, Cici malah memanfaatkan momen itu. Dengan konyol nya ia malah pindah tempat berdiri. Dan tiba-tiba saja menarik tangan Andes. Lalu, Ia sendiri malah masuk kedalam dekapan Andes.
Posisinya tepat membelakangi pria itu. Tapi, Kedua tangan Andes ia arahkan ke depan tubuhnya. "Nah, Begini jauh lebih baik." Ujarnya dengan senyum dibibirnya puas.
"Kau tahu?. Kalau aku bisa saja khilaf. Jika kau terus menerus melakukan hal konyol seperti ini, Cici. "
"Hm... Mungkin, itu yang aku harapkan. Honey. " Jawab Cici dengan sangat santainya.
"Auuu... " Cici menahan ******* nya, Saat lehernya tiba-tiba di gigit saja oleh Andes. Saking gemasnya akan tingkah wanitanya ini.
"Kita akan di gantung bersama, Jik sampai melakukan hal gila, Honey. " Ucap Andes setelah berhasil membuat satu tanda baru di leher jenjang Cici.
__ADS_1
"Kalau aku lebih suka yang letaknya tergantung, Bang. "
"SUCI...!! "