Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Emak dan Anak sama Saja


__ADS_3

"Eh, Kalian sudah pulang?. " Naura menyambut kedatangan anaknya dengan senyum dibibir tipisnya itu. Tentu saja ia senang saat melihat putra dan putri bungsu nya akhirnya bisa bersatu. Meskipun baru sebatas pertunangan saja.


"Bang Andes gak asyik, Mom. " Cici kembali menggerutu di depan Mommy nya. Yang hanya di lirik saja oleh Andes.


"Kamu itu kan biasanya tak tahu waktu lagi, Kalau udah keluar mension. " Naura malah seakan membela putranya, Daripada Cici sendiri.


"Astaga, Kenapa semua orang di mension ini malah mendukung pria ini sih?. " Cici menatap kesal akan Mommy nya.


"Hei, Pria ini tunangan kamu sayang. " Naura ikut kesal akan sikap putri bungsu nya itu.


"Aaa... Cici mendadak lupa, kalau abang Andes tunangan Cici Mom. " Sindir Cici menatap jengah pada Andes.


Sementara Andes tak tersinggung sedikitpun juga, Ia malah nampak santai sambil meraih tangan Mommy nya untuk bersalaman. Mencium punggung tangan itu dengan takzim, Seolah ia adalah seorang putra yang baik dan sopan dengan orang tua. Sama sekali tak terlihat seperti seorang pimpinan perusahaan besar. Yang selalu menunjukkan sikap dingin dan datar nya. Seperti ia ketika di depan umum sana.


Cici pun memilih untuk masuk kedalam kamar nya. Meninggalkan Mommy dan juga Andes yang nampak mulai mengobrol. Gadis itu sembari membawa semua barang belanjaannya tadi. Yang jelas ia belanja bukan memakai uangnya sendiri. Tapi, Cici habis menguras isi ATM Andes dan juga Lucas.


"Daddy mana, Mom?. " Andes bertanya karena ia masih belum melihat Daddy nya sejak ia datang.


"Ada di ruangan kerja nya, bersama Lucas. " Jawab Naura jujur.


"Lucas sudah datang?. " Tanya Andes lagi sambil menautkan kedua alisnya. Anggukan kepala Mommy nya membuat Andes semakin heran saja. "Tapi Andes tidak melihat mobil Lucas Mom di depan?. " Sambung Andes lagi.

__ADS_1


"Dia pake motor nya, Bang. Barusan aja kok sampe nya. "


Andes pun langsung pamit dengan Mommy nya. Dan memilih untuk bergabung bersama Daddy dan juga sepupunya itu. Yang saat ini ada di dalam ruangan kerja Daddy Mark. Andes juga sudah tahu, Apa yang sedang di bahas oleh keduanya saat ini. Sebab, Lucas sudah lebih dulu menemuinya. Sebelum ia bertemu dengan Daddy Mark di mension ini.


Tepat di saat Andes masuk kedalam ruangan kerja Daddy nya. Saat itu juga Cici kembali keluar dari kamarnya. Dan hal pertama yang ia cari adalah abangnya sendiri. Sambil mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan. Gadis itu pun sudah berganti baju.


"Dia sedang ada di ruangan kerja Daddy mu." Seru Naura yang sedang fokus pada vas bunga kesayangan nya. Karena ia mulai mengganti bunga segar untuk di pajang disana.


Naura juga sangat paham akan gerak gerik putri bungsu nya itu. Sehingga Cici hanya menyengir kuda saja. Saat ketahuan sedang mencari keberadaan tunangannya sendiri.


"Mereka lagi ngapain, Mom?. "


"Mana Mommy tahu, Yang jelas bukan bicara soal kamu." Sahut Naura dengan embel-embel yang tak mengenakkan untuk di dengar.


Naura menghentikan gerakan tangannya. Yang sejak tadi sibuk menata bunga-bunga mawar segar, di dalam vas bunga mahal hasil koleksi nya itu. Lalu, Naura menatap wajah putrinya dengan serius. Hingga mampu membuat Cici menautkan kedua alisnya.


"Kenapa Mom?. " Tanya Cici bingung.


"Ngapain aja di Apartemen sama abangmu?. " Naura bertanya sambil menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih Mom?. Jangan aneh-aneh deh!. " Elak Cici sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Namun, Naura bukannya percaya. Wanita paruh baya itu malah langsung memeriksa leher putrinya. Bahkan, sampai menarik baju kaos yang di kenakan Cici saat ini. Untuk mengintip area dada putri bungsu nya itu.


"Mommy, iiihhh... Ngapain sih?. " Cici menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya. Sambil menatap heran akan sikap Mommy nya saat ini.


"Mommy hanya ingin lihat saja. Siapa tahu abangmu juga ikut ganas seperti Daddy kalian waktu muda dulu. " Ujar Naura tanpa rasa canggung sedikitpun pada anak gadisnya.


"Astaga, Memang nya Daddy yang sekarang tidak ganas lagi, Apa?." Sindir Cici berusaha mengalihkan perhatian Mommynya tentang kekonyolan nya di Apartemen Andes tadi pagi sebelum Lucas datang.


"Kata siapa?. Daddy masih sama seperti dulu dan... "


"Mommy selalu mendesah tiap tengah malam. " Potong Cici dengan cepat.


Pug!


Naura memukul gemas putrinya. Karena dengan gamblangnya Cici bilang seperti itu. Bahkan, Cici langsung tertawa puas saat melihat wajah Mommy nya memerah menahan malunya sendiri.


"Awas kamu ya kalau hobby menguping!. " Naura menatap tajam kearah Cici.


"Kagak nguping aja suaranya kedengeran Mom. Makanya mode silent dong!. " Ledek Cici sambil berlari meninggalkan Mommy nya. Sebelum singa betina itu benar-benar mengamuk akan ulahnya.


"CICI...!? " Teriak Naura dengan helaan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Apa iya sampai segitu nya ******* ku?. " Naura malah bergumam sendiri. Setelah putrinya kabur dari hadapan nya. Naura seolah tak paham saja dengan sikap konyol Cici, Yang hobby nya hanya membuat orang kesal setiap harinya.


__ADS_2