
"Abang, Beneran dia itu orang kepercayaan kak Arsen?. Suami dari Zeera?. "
Rupanya Cici masih saja tak cukup puas, Akan jawaban dari Andes beberapa menit lalu. Bahkan, sampai sepupu mereka pergi dengn Joe kekasihnya itu. Cici masih saja tetap mencecar Andes dengan begitu banyak pertanyaan dari bibir tipisnya tersebut.
"Abang... bang!. Jawab Cici dulu dong!. " Seru Cici yang tetap saja tak mau berhenti bertanya. Sebelum Andes kembali memberikan penjelasan untuknya lebih detail lagi.
Namun, Yang di tanya malah masih diam. Tetap santai sambil mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Yang ia beli pulang dari perusahaan tadi.
"Jawab aku bang!. A... "
Huppp!!
Cici langsung diam, Saat satu suap makanan masuk kedalam mulut nya begitu saja. Dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Andes sendiri. Sebab, pria itu mulai pekak ketika Cici tak berhenti untuk bertanya. Dengan pertanyaan yang sama sejak tadi.
"Ak... "
__ADS_1
"Kunyahlah makanan dengan baik dan benar!. " Potong Andes saat Cici ingin kembali membuka mulut mungilnya itu.
Dan begitulah seterusnya. Andes terus menyuapkan makanan. Hanya untuk membuat kekasihnya diam dan tenang. Namun, Cici juga lama-lama kesal sendiri. Karena mulut nya selalu penuh dengan makanan, Saat ia ingin kembali bertanya perihal masalah yang sama.
Hal itu justru membuat Cici langsung memutar otaknya, Agar ia bisa ikut membuat Andes tak bisa berkutik lagi. Kemudian, setelah beberapa saat berpikir. Akhirnya, Cici mulai menemukan ide gilanya. Yang pastinya kali ini, Andes sendiri yang tak akan bisa berkutik.
Ketika Andes kembali menyuap kan makanan, Untuk masuk kedalam mulut mungilnya itu. Saat itu juga, Cici ikut memerankan dirinya. Hingga, Satu suapan salad buah yang seharusnya masuk sepenuhnya. Malah, kini meleber di sela bibir seksi berisi milik Cici. Dan dengan gaya konyol seorang Cici. Gadis itu malah menjilatnya dengan gaya binal dan menggoda nya.
Lalu, Satu jari telunjuknya mulai ia kecup seolah sedang menikmati lembutnya es krim Vanila. Dan menyesap rasa manis dari ujung jari tersebut.
Jelas saja, Melihat kekasihnya mulai bertindak nakal. Andes pun mulai memalingkan wajahnya kearah lain. Agar ia tidak masuk dalam perangkap nakal Cici saat ini. Namun, Cici juga tak kehabisan akalnya. Gadis itu mana mungkin menyerah begitu saja. Saat usahanya belum berhasil sedikitpun.
"Benarkah, Ini nyaman?. " Tanya Andes sambil menarik sudut bibir nya.
"Tentu saja, Sebab disini ada sesuatu yang akan membuatku jauh lebih nyaman lagi. Dan... "
__ADS_1
Brakkk!!!
"Aww... " Pekik Cici ketika Andes malah membalikkan keadaan. Sehingga, Cici sudah ada di bawah kungkungan tubuh kekar Andes.
"Sekarang giliran mu ada di bawah!. " Ujar Andes tak kalah genitnya dari Cici.
Rupanya pria itu kini, Sudah mulai bisa mengimbangi cara konyol calon istri nya. Agar ia tidak memperlihatkan sisi terburuknya. Yang akan selalu Cici manfaat kan, Untuk bisa ia hidupkan kapan saja ia mau.
"Aku milikmu, Darling. " Ucap Cici dengan tenangnya.
"Aku tahu, kau memang milik ku. Dan selama nya akan tetap begitu. " Jawab Andes yakin.
Jawaban Andes kembali membuat Cici bersemangat. Gadis itu mengulurkan tangannya. Dan mulai menyentuh wajah Andes dengan lembut. Lalu terus turun, kearah bibir sensual milik Andes.
"Apa kita akan melakukan nya sekarang?. " Tanya Cici dengan suara menggodanya.
__ADS_1
"Tergantung usahamu, saat ini!. " Jawab Andes tanpa ragu.
"Aww... abang...!"