
Waktu terus berlalu, Rasanya baru kemarin saja pasangan pengantin baru itu berada di Indonesia. Dan menghabiskan waktunya di pulau dewata. Namun, hingga akhirnya waktu honeymoon pun telah usai. Dimana keduanya pun harus kembali lagi ke LA. Kegiatan dan juga pekerjaan Andes sudah sangat menumpuk disana. Tak akan bisa terlalu lama untuk di tinggalkan begitu saja. Dua minggu mereka berdua ada di pulau Bali, Hanya untuk cetak adonan saja.
Waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Sepasang pengantin baru baru saja tiba di Apartemen mewah, Dimana ini akan menjadi tempat tinggal keduanya mulai saat ini.
Ceklek!
Cici menerobos masuk kedalam kamar lebih dulu. Karena tubuhnya benar-benar lelah sekali. Apalagi di dalam pesawat pun Andes masih terus menggempur nya tanpa henti. Tak bisa sedikit saja melihatnya menganggur, ataupun santai. Pasti Andes akan membuat istrinya terangsang. Kalau sudah demikian, maka sudah pasti tak akan ada penolakan sama sekali.
Andes menarik sudut bibir nya. Ketika istrinya segera menuju atas ranjang sana. Dan langsung memejamkan matanya dengan cepat.
"Satu jam saja, jangan ganggu istri mu tuan Andes! " Seru Cici dengan mata terpejamnya.
"Hmm" Andes pun hanya berdehem saja. Sambil meletakkan koper mereka, masuk kedalam ruangan walk in closet sana.
Ia juga paham menjadi suami, Karena istrinya pasti capek. Belum lagi sebelum mendarat dengan selamat. Mereka sudah menggempur hebat di dalam pesawat. Sehingga, Cici turun sedikit lama, Setelah pesawat mendarat di Bandara. Karena, Ia mesti mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu.
__ADS_1
Wanita cantik dengan tubuh tinggi semampai itu, Langsung mendengkur ketika beberapa saat di tinggal suaminya masuk kedalam ruangan walk in closet sana.
"Dasar muka bantal" Andes menggeleng pelan. Seraya menghampiri istrinya di ranjang sana.
Menarik selimut untuk menutup tubuh molek itu, agar tidur nya lebih nyenyak lagi. Dan sama sekali tak ingin mengusik nya. Sebab, Cici terlihat begitu pulas sekali. Bahkan, Andes memcium kening dan bibir itu dengan sangat lembut dan pelan. Takut jika gerakan nya malah mengusik istrinya yang sedang pulas dalam tidurnya.
"Istirahat lah dengan nyaman, sayang! " Lirih Andes sembari tersenyum.
Andes lebih memilih untuk membersihkan badannya terlebih dahulu. Agar ia bisa lebih segar lagi, Karena perjalanan dari Bandara ke Apartemen lumayan cukup jauh, dan memakan waktu hampir 45 menit.
Waktu sudah menujukan pukul 12 siang. Wangi aroma masakan mulai tercium menyeruak masuk ke indera penciuman Cici.
"Woam... " Beberapa kali ia menguap, Untuk membuat diri nya tersadar. Karena perut nya juga sudah sangat lapar sekali.
Ia bangun dari atas ranjang nya. Lalu menuju arah kamar mandi, Sebelum ia keluar menemui suami tercintanya. Yang saat ini pasti sudah ada di dapur. Menyiapkan makan siang untuk mereka nikmati bersama. Memang jika pria dingin dan kaku, Itu mayoritas pasti bisa masak dengan handal. Walaupun mereka tak pernah memperlihatkan sisi lain dari diri mereka sendiri, saat di depan umum.
__ADS_1
Suatu keberuntungan jika bisa melihat secara langsung, bagaimana mereka bisa di suguhkan dengan pemandangan langka itu, Apalagi masih berdua seperti sekarang ini.
Setelah selesai mandi, Dan mengganti pakaian nya dengan dress panjang selutut, Bahkan ia sudah merapikan rambutnya dengan benar. Sedikit polesan skincare andalannya, dan juga sentuhan lipgloss untuk mempercantik warna bibir merah naturalnya itu. Cici segera keluar.
Menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan beberapa potongan wortel di hadapan nya. Senyum Cici mengembang sempurna. Lalu memeluk pinggang suaminya dari arah belakang.
"Kau sudah bangun? "
Cici menganggukkan kepalanya pelan. Sembari tersenyum, Rasanya sungguh sangat indah sekali. Setiap hari bisa memeluk tubuh kekar dengan wangi maskulin itu.
"Jangan nakal!, Kau lupa jika aku punya pisau? " Ucap Andes saat tangan istrinya sudah mulai menjalar kearea bawah sana. Menyentuh gundukan ular kadut, yang masih anteng dalam persembunyian nya.
"Aku lebih takut dengan pisau yang tumpul ini" Jawab Cici dengan mengulum senyumnya.
"Takut tapi minta tambah terus" Ledek Andes tak mau kalah.
__ADS_1
"Hahaha, itu karena rasanya bikin nagih" Jawab Cici lagi sambil mengecup pipi suaminya.