
Andes membiarkan istrinya yang banyak ulah itu, untuk terus menggerayangi milik nya. Sementara dia masih saja sibuk memotong sayuran. Untuk membuat salad sayuran segar, Pelengkap menu makan siangnya hari ini.
"Awas!. Kalau dia bangun kau pasti akan mandi lagi" Ujar Andes sedikit mengancam istrinya.
"Biarkan saja!. Aku rela harus mandi tiap menit, asalkan sebelumnya sudah mandi keringat dengan suamiku sendiri! "
"Siapa yang mengajarimu mesum seperti ini?. Hm? "
"Tentu saja suamiku sendiri" Jawab Cici seraya meremas kepala ular suaminya.
"SAYANG...!"
"Upssss... Sorry!. Aku terlalu gemas untuk tidak menyentuhnya. " Cici terkikik dan melepaskan diri dari tubuh suaminya. Lalu, segera beralih duduk di kursi meja bar sana. Sambil menatap suaminya penuh puja.
Rasa cinta dan sayangnya, pada Andes sangatlah besar. Bahkan, mungkin dari ia bayi. Cici sudah tak ingin lepas dari Andes. Ia juga lebih dekat dengan Andes, daripada dengan abang nya sendiri.
"Aku tahu, jika suamimu ini tampan. Makanya, kau sangat tergila-gila padaku" Seru Andes tanpa menatap wajah istrinya. Namun, ia melirik dengan ekor matanya saja.
"Kalau tahu, jangan coba-coba tebar pesona dengan wanita lain di luar sana! " Timpal Cici dengan sedikit ancamannya.
Andes pun hanya melirik sekilas, Lalu mentoyor jidad istrinya gemas. "Mana mungkin aku tertarik dengan wanita lain di luar sana. Kalau istriku saja sudah sangat liar begini? "
"Bilang saja kalau sudah ketagihan dengan goyanganku ini! " Goda Cici sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Andes mendekatkan wajahnya. Setelah ia menghampiri Cici dengan jarak yang lebih dekat. "Setelah ini, bahkan aku ingin meminta nya lagi! " Ucap Andes dengan seringai liciknya.
__ADS_1
"Hahaa, Dasar suami mesum." Ledek Cici sambil tertawa terbahak-bahak. "Tapi, aku menyukainya. " sambungnya lagi dengan senyum tak kalah mesumnya dari pria tampan itu.
"Sudah ku tebak" Jawab Andes tersenyum smrik.
Tak ada rasa yang jauh lebih indah, dari perasaannya saat ini. Dimana, ia begitu mendamba kebersamaan dirinya dan juga Cici. Yang mana, sekarang impian itu jadi kenyataan yang benar-benar ada. Membentuk keluarga kecil nan bahagia. Mencintai dan juga dicintai.
Andes selalu berdoa di setiap langkah nya. Ia hanya ingin kehidupan nya dengan Cici selalu bahagia, dan tak berharap tak akan ada masalah apapun. Dia juga ingin menjadi suami yang siap siaga. Bisa di andalkan dalam hal apapun itu. Hingga, perasaan cinta keduanya semakin besar dan melimpah. Karena, Andes yakin jika Cici akan menjadi istri terbaik untuknya.
Andes pun tak perduli meskipun istrinya, sama sekali tidak bisa masak. Ia juga bisa menyewa chef untuk sekedar membuat makanan setiap harinya. Tak perduli juga walaupun Cici tak bisa membereskan rumah, ataupun mencuci pakaian. Sebab, mereka bisa membayar orang untuk melakukan tugas tersebut. Bagi Andes, Cici cukup ada di samping nya setiap waktu. Menjadi ibu dari anak-anaknya, menemani nya sampai tua nanti, dan sampai maut memisahkan keduanya. Itu sudah lebih dari cukup untuknya. Untuk masalah lainnya, Andes tak perduli lagi. Baginya, menikahi Cici untuk ia jadikan pendamping hidup. Bukan untuk di jadikan babu atau pun art di rumahnya.
Namun, mungkin Cici juga tak ingin selalu menyepelekan tugas seorang istri. Ia juga ingin jadi istri yang baik, pintar masak dan juga menyiapkan kebutuhan suaminya. Seperti yang di lakukan oleh para sepupu nya, Yang sudah pada menikah sekarang. Apalagi jika Cici melihat Zeera, Sepupu nya satu itu sama sekali tak pernah masuk dapur. Saat ia masih lajang dulu. Namun, setelah menikah ia malah mampu melakukan tugas istri sebagaimana mestinya.
Dan Cici ingin seperti itu juga. Dia ingin suaminya bisa makan masakannya setiap hari.Dan ia juga ingin menjadi istri sholehah, yang bisa di andalkan oleh suaminya. Tak hanya bisa ngangkang saja di tempat tidur.
Keeokan harinya, pagi-pagi sekali Cici sudah bangun dan juga sudah nampak lebih segar. Namun, penampilan nya belum rapi. Karena ia masih memakai kimono handuknya. Dengan handuk kecil yang masih membungkus rambut basahnya.
Jam dinding masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Namun, di meja makan sudah ada sandwich lengkap dengan kopi hangat untuk suaminya, serta jus khusus untuk dirinya. Dan juga ada beberapa potongan buah segar , sebagai pelengkap sarapan pagi ini.
"Yes, akhirnya selesai juga" Liriknya yang begitu puas melihat hasil masakan nya pagi ini.
"Morning baby" Andes datang dan memeluk pinggang ramping istrinya dari arah belakang. Cici tersenyum kala suaminya sudah datang lebih dulu.
Tak lupa juga, Andes mengecup kening, serta pipi dan juga bibir Cici. Yang merupakan hobby baru nya setiap pagi, dan mungkin akan jadi rutinitas utama setiap harinya, mulai hari ini.
"Hem... rasanya manis. " Pujinya dengan menarik sudut bibirnya.
__ADS_1
"Itu adalah candunya. " Jawab Cici dengan sangat percaya diri sekali.
Andes tersenyum, dan memutar tubuh istrinya. Lagi-lagi ia menempelkan bibirnya untuk tak sekedar menyesap bibir Cici. Tapi, malah membuat ciuman panas pagi ini. Cici pun hanya menerima dan sesekali membalas ciuman suaminya.
"Jangan di teruskan!. Nanti abang bisa terlambat datang ke perusahaan! " Cegah Cici saat ia sadar, hasrat suaminya mulai kembali hadir.
"Kau lupa?. Jika aku adalah CEO nya? " Jawab Andes yang mulai sombong dengan jabatannya di depan wanita yang paling ia cintai itu.
"Aku tidak lupa, sayang. Tapi, bukannya pagi ini ada meeting penting?. "
"Shiittt...! " Umpat Andes baru mengingatnya lagi. "Kenapa aku jadi lupa begini? " Sambungnya yang langsung menarik satu kursi, Untuk tempat duduk istrinya.
Melihat tingkah suaminya saat ini, Cici sampai tak bisa lagi menahan tawanya sendiri. Andes terlihat kesal, karena tak bisa melanjutkan keinginannya. Karena ia harus datang lebih awal hari ini. Selama honeymoon Andes memang tak ingin di ganggu oleh pekerjaan nya. Ia hanya ingin fokus dengan Cici. Menghabiskan waktu bersama, untuk memulai hal yang baru. Namun, itu tadi semua pekerjaan nya, jadi menumpuk. Walaupun, Mark juga sesekali berkunjung ke perusahaan. Sekedar mengecek dan mengontrol selama putra sekaligus menantunya tidak ada di tempat.
"Ingat nanti malam, aku akan minta jatahku double! " Ujar Andes sambil mengambil gelas kopinya.
"Jangan khawatir, sayang!. Aku pasti akan memberikan nya! " Jawab Cici dengan sangat santai sekali. Karena, ia juga tak pernah bosan untuk olahraga ranjang dengan pria tampan dan juga kekar itu.
Bahkan, ketika Andes tak minta pun. Cici dengan senang hati menggoda nya lebih dulu. Hanya untuk melakukan kegiatan panas, sebelum mereka tidur dengan pulas nantinya. Mungkin, bisa di bilang Cici dan Andes akan lupa dengan waktu. Jika, mereka sudah bersama-sama melakukan kegiatan nikmat itu.
"Good, Mulai hari ini jatah bulanmu akan aku tambah! " Sahut Andes dengan senyumnya.
"Double juga? "
"Tentu! "
__ADS_1