
Pletak!
"Awww... Abang iihhh... " Desis Cici ketika jidadnya di jitak oleh Andes. Ketika pria itu sudah berada di dalam ruangan ganti tunangan nya.
"Awas saja, jika kau berani genit seperti itu lagi saat di depan pria lain!. " Ancam Andes tidak main-main.
Andes tetap saja salah, Jika mengancam seorang Cici. Yang jelas-jelas tidak takut dengan siapapun. Walaupun nurut itu hanya beberapa detik saja, Setelah itu dapat di pastikan. Jika, Ia akan mengulangi nya lagi. Sebab, Cici adalah adik yang sangat konyol dan juga bar-bar. Jika di nasehati akan masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan saja.
"Memangnya kenapa?. " Jawab Cici yang mulai melancarkan aksinya. Saat dua orang asisten desainer Mommy Jen. Sudah ia usir dari dalam ruangan tersebut.
Andes jelas saja sudah paham. Akan tatapan Cici saat ini, Namun ia tetap stay cool dan seolah tak melihat aksi nakal Cici sekarang ini. Yang jelas-jelas mulai tak terkontrol lagi.
"Cepat buka!. Atau aku tinggal!. Kalau banyak tingkah. " Ancam Andes lagi dengan tegas.
"Ck,,, Dasar pria aneh. Apa dia tidak berdiri?. " Tanya Cici setelah menggerutu kesal, Lalu ia malah melirik ular kadut milik Andes.
__ADS_1
Seringai tipis Andes mulai terlihat. Pria itu pun hanya menatap datar calon istri nya, Yang memang super aktif jika menyangkut hal kemesuman seperti itu. Hingga, Kadang Andes juga bingung sendiri. Harus pakai cara apalagi, Untuk membuat nya jera sebelum mereka sah. Akan tetapi, Banyak cara yang telah Andes lakukan. Dari memberikan ancaman dan juga desakan. Agar Cici belajar Kalem. Namun, Apakah daya. Jika memang sudah wataknya, mau di apakan juga akan tetap seperti itu.
"Hei, dengar!. Dia bukan Ular murahan sayang. " Jawab Andes mencubit gemas hidung mancung Cici.
"Kalau di ****?. "
"Dia juga bukan permen. " Sahut Andes cepat.
Hingga suara tawa Cici pun pecah. Lalu, Andes pun langsung membukan resleting gaun, Yang di kenakan oleh Cici. Untuk mereka prewedding tadi. Dimana gaun mahal yang di desain khusus olehnya. Dari tangan saudara perempuan Mommy nya sendiri juga. Yang mana Mom Jeny adalah salah satu desainer terkenal di seluruh Negeri. Bahkan, sampai mancanegara juga. Tak heran jika karyanya banyak di kagumi dan di minati semua orang. Termasuk keluarga nya sendiri.
"Bang, Jangan main buka gitu aja dong!. Gak pake perasaan sekali, Harusnya pelan-pelan. Biar suaranya jadi elegan!. " Seru Cici sedikit jengkel.
"Mendes*ah" Jawab Cici langsung tanpa pikir panjang lagi.
"Akh... Akhh... emppp"
__ADS_1
Andes pun langsung menutup mulut Cici, Dengan menggunakan telapak tangannya itu. Karena suara Cici pastinya akan di dengar dari luar sana. Dan Andes pun tak ingin, Suara manja Cici sampai di dengar oleh orang lain. Selain dirinya sendiri.
Sementara Cici terus menepuk-nepuk tangan Andes. Yang menutup semua permukaan mulut mungilnya itu. Sehingga, Suaranya malah terdengar tidak jelas.
"Berhenti konyol seperti ini, Cici!. Atau aku akan benar-benar meninggal kan kamu disini!. " Kali ini, Ancaman Andes akhirnya mampu meredam seorang Cici. Meskipun, ia langsung mencebikkan bibirnya kesal.
Gadis itu pun tanpa pikir panjang lagi, Langsung melorot kan gaunnya begitu saja. Tepat di depan Andes, Yang masih berdiri di belakang nya saat ini.
"Oh... Shittt... ?!"
Umpat Andes yang segera memelingkan wajahnya ke arah lain. Kala, Cici mulai tak senonoh di hadapanya. Helaan nafas Andes terdengar sedikit kasar.
"Why? " Tanya Cici dengan santainya.
"Kenapa kau telanj*ang di depan ku?. "
__ADS_1
"Bukannya nanti juga akan abang buka sendiri?? "
"Oh my god. "