Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Tempat Yang Indah


__ADS_3

Dua mata indah dengan bulu mata yang lentik, Mulai mengerjap ketika indera penciumannya mulai mencium bau aroma yang begitu lezat dan harum wangi masakan.


"Hoam.... " Ia mulai menguap dengan mata yang sedikit masih mengantuk. Tetapi, perutnya malah merasakan hal lain karena minta di isi. Sebab, ia juga belum sempat makan malam tadi.


Namun, saat ia sadar tempat tidurnya saat ini bukanlah ada di kamar pribadinya sendiri. Melainkan tempat lain yang belum ia kenal sama sekali. Tetapi, itu justru membuatnya tersenyum girang.


"Dasar pria dingin yang mesum. " Ucap Cici dengan senyum dibibir nya.


Gadis itu sudah sadar juga, Jika yang membawanya ketempat ini adalah Andes tunangannya sendiri. Dan tak akan ada orang lain, yang berani membawanya pergi jauh dari Mension orang tuanya. Kecuali Andes serta orang-orang terdekatnya.


Cici pun menyibak selimutnya, Lalu menurunkan kaki jenjangnya di lantai kayu mengkilap itu. Dengan alas kaki yang telah di siapkan dibawah ranjang nya. Cahaya bulan dengan banyaknya bintang bertebaran di atas langit gelap atas sana. Membuat Cici melangkah menuju arah jendela kaca berukuran sedang itu. Yang mana, gordengnya sengaja tetap tersibak. Agar orang yang ada di dalam kamar itu bisa melihat indahnya suasana malam ini.


Mata Cici langsung di suguhkan dengan tak hanya indahnya suasana di atas langit sana saja. Melainkan indahnya lampu di danau berukuran sedang, Yang dihiasi dengan banyaknya cahaya lampu dengan warna yang sama.


"Waw... Indah sekali. " Pujinya dengan wajahnya yang berbinar cerah.

__ADS_1


Lalu tak ingin menyaksikan keindahan itu seorang diri. Cici pun langsung beranjak pergi dari kamar tersebut. Dimana ia akan mencari keberadaan pria yang sudah membawanya ke tempat indah seperti ini.


*****


"Wah, Apa abang sedang mengajakku honeymoon?. " Cici datang menghampiri Andes. Dimana pria itu sedang sibuk membuat makan malam untuk mereka berdua. Walaupun makan malam yang sudah terlambat, karena jam sudah menunjukkan sebelas malam.


"Kau sudah bangun?. " Andes malah bertanya balik. Di saat calon istri nya datang hanya untuk meledek dirinya.


Cici tersenyum, Lalu mendaratkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di ruangan itu. Dapur kecil nan bersih serta tertata dengan sangat rapi. Walaupun pemilik villa sedang sibuk menyiapkan masakan buatan dirinya sendiri saat ini.


"Perutku juga lapar, bang. " Potong Cici yang sebenarnya sangat menghindari makan lewat jam delapan malam.


Namun, apa boleh buat ia juga sejak tadi belum mengisi perutnya dengan apapun. Hingga tidur pun ia sampai terjaga begini. Jawaban Cici membuat pria itu menarik sudut bibir nya, Lalu Andes menyodorkan satu hidangan lengkap dengan daging pilihan terbaik, salad dan juga beberapa potongan kentang di dalamnya.


"Apa aku tidak akan gendut lagi, bang?. " Tanya Cici dengan konyolnya. Saat aroma masakan itu sangat membuatnya tak tahan, untuk segera mencicipinya dengan segera.

__ADS_1


"Itu lebih baik. " Jawab Andes asal.


"What?. "


Cici nampak tak terima saat Andes malah terdengar senang sekali, jika ia kembali gendut seperti dulu lagi. Namun, Ketika Cici memanyunkan bibirnya lantaran kesal. Andes justru mendekat wajahnya tepat di depan telinga Cici.


"Jika kau kembali gendut, Kita tidak membutuhkan kasur lagi untuk di rumah." Bisiknya di sertai dengan kekehan kecil Andes.


Cici menoleh, dan langsung menarik ceruk leher Andes. Tanpa menunggu lama lagi, Ia segera menyambar bibir sensual pria tersebut. Lalu, tanpa di duga Andes malah lebih agresif untuk menyerangnya lebih dulu. Dan dalam beberapa saat terjadilah aksi saling sesap menyesap, di antara keduanya.


"Mau yang lebih dari ini?. " Tawar Andes dengan seringai liciknya.


"Siapa takut?." Tantang Cici dengan genitnya.


"Kau memang harus di hukum. "

__ADS_1


"Awww.... "


__ADS_2