Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Tak Jerah


__ADS_3

Jam dinding menujukan pukul 11 siang. Andes pun sudah selesai membersihkan tubuhnya. Yang tadi penuh dengan keringat dan juga peluh, Karena mereka habis mencetak goal untuk menciptakan seorang keturunan, Yang telah Andes tebar di rahim istrinya itu.


Akan tetapi, Saat Andes keluar dari kamar mandi. Istri nya malah nampak tidur dengan sangat lelap sekali. Bahkan, Cici pun masih dengan keadaan yang sama. Tanpa selehelai benang pun. Yang melekat di tubuh rampingnya itu.


Andes melihat itu, Hanya bisa menggeleng pelan. Sembari menghampiri istri kesayangannya di atas ranjang sana. Menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Cici.


"Kalau ada orang lain yang melihat, Bagaimana?. Dasar ceroboh. " Ucap Andes mengecup kening istri nya. Dan juga bibir ranum itu sekilas. Sebelum ia beranjak pergi masuk kedalam ruangan walk in closet sana.


Andes sama sekali tidak akan menganggu Cici istirahat. Lantaran tadi ia sudah benar-benar membuat Cici kelelahan. Akan aksinya yang sedikit maruk itu. Dan selalu saja tidak tahan, Jika melihat Cici sudah tebar pesona di depan nya. Dengan penampilan yang sangat menggoda itu.


Beberapa menit keluar dari dalam ruangan walk in closetnya. Andes sudah nampak lebih rapi, Dan juga sangat wangi dengan ciri khas dirinya. Senyumnya mengembang. Kala istri nya masih saja tak beralih sedikitpun juga. Yang terdengar hanyalah demgkuran halus dari mulut istrinya itu.


Andes kembali menghampiri ranjang, Dan kembali juga mengecup bibir Cici pelan. Lalu mengusap rambut panjang itu dengan lembut. Berhati-hati agar Cici tidak terusik akan gerakan nya saat ini.


"Istirahat lah yang puas. Karena nanti malam kita akan kembali lembur lagi!. " Ujar Andes sambil menarik sudut bibir nya.


Pria itu tentu nya tak akan mau berhenti, Kalau tau rasanya seenak itu. Apalagi, tubuh istri nya sangat mencandu untuknya. Andes pun tak akan membiarkan Cici bisa istirahat dengan mudah. Sebab, Sudah lama ia menunggu waktu yang tepat seperti sekarang ini.


Senyum Andes begitu licik. Ia sepertinya sedang merencakan sesuatu, Untuk membuat istrinya tak akan pernah melupakan momen honeyoon mereka saat ini. Pria itu keluar dari kamar, Dan entah apa yang akan ia lakukan.


Ceklek!


"Jangan ada yang masuk tanpa aku suruh!. " Titah Andes pada art disana yang saat ini sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


"Baik, tuan! "


"Siapkan makan siang!. Dan buatkan sup daging untuk istriku! " Perintah nya lagi, Sebelum ia pergi dari depan pintu kamarnya.


"Iya, tuan!. Akan saya siapkan semuanya!. " Art itu pun beranjak dari hadapan Andes. Untuk membuat makanan yang diminta oleh Andes saat ini.


Mereka terang saja tahu, Apa yang sudah terjadi di dalam kamar pengantin sana. Karena leher Andes ada sisa percintaan nya. Yang sampai saat ini masih terlihat jelas. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Cici istri nya yang brutal itu.

__ADS_1


Bahkan, pengawal Andes dan juga art yang melihat tanda itu, Hanya bisa cengar-cengir saja. Namun, setelah mereka jauh dari Andes.


"Hei, Tunggu!. "


Deg!.


Kedua art itu langsung tegang, Ketika langkah kakinya di hentikan oleh Andes. Padahal, mereka menganggap jika mereka telah aman dari tatapan tajam itu. Yang penuh aura dan juga cool. Bahkan, tak ada satu pun yang berani menatap wajah Andes. Jika pria itu sedang bicara.


"Ada apa, tuan?"


"Dimana dapurnya? "


Kedua art itu pun langsung saling tatap satu sama lainnya. Ketika majikannya malah menanyakan arah dapur. Sebab, Villa yang mereka tempati saat ini, Memang sangatlah luas. Sehingga banyak terdapat kamar, ruangan santai, dan juga banyak kamar lainnya.


"Ada di sebelah sana, tuan. " Tunjuk art itu yang jalan nya ada di samping kiri Andes.


"Panggil koki!. Dan suruh mereka menyiapkan bahan-bahannya saja!. Karena saya sendiri yang akan memasak sup itu!. "


Meskipun nampak gugup dan juga terkejut, Dengan penuturan Andes saat ini. Dimana pria itu malah ingin. asak sendiri untuk istrinya. Padahal, setahu mereka Andes adalah seorang pemimpin perusahaan besar. Dan juga tak pernah sekalipun masak di dapur. Sebab, semua menu yang ia makan adalah makanan yang dibuat dan di pilihkan oleh chef di mension kedua orang tuanya. Yang memang sesuai dengan standart kesehatan serta kebersihan yang terjamin.


"Ini beneran, tuan Andes ingin masuk dapur?"


"Iya, saya saja sampai kaget. "


"Wah, Rupanya kalau cinta itu benar-benar bisa membuat seseorang berubah ya?"


"Beruntung sekali nyonya Cici, Bisa dicintai oleh pria seperti tuan Andes. "


"Mereka sama-sama beruntung karena saling mencintai. "


Begitulah obrolan kedua art itu, Sambil melangkah menuju arah dapur sana. Menyiapkan bahan-bahan sup yang akan di masak oleh Andes. Sebelum pria itu berubah menjadi sangar. Karena perintah nya tak di kerjakan dengan baik.

__ADS_1


******


"Hei, Kenapa kau keluar dengan penampilan begitu?" Andes langsung meninggalkan kegiatan nya. Saat melihat Cici datang dan masuk kedapur, Yang hanya memakai kimono mandinya. Bahkan, rambut istrinya itu masih sangat basah.


"Kenapa?. " Tanya balik Cici dengan wajah tanpa dosanya.


Ia sama sekali tak sadar, Dengan penampilan nya saat ini. Yang bagi Andes terlihat sangat menggoda sekali. Rambut yang belum di sisir, dan juga masih basah. Kulit tubuh yang seputih kapas. Dengan kimono sebatas lutut nya saja.


"Kalian! Keluar dari sini!. " Sentak Andes pada semua art dan koki. Yang sejak tadi ada di dapur sana. Untuk membantu nya masak sup daging. Yang mana sebentar lagi akan selesai.


Tanpa banyak bicara ataupun bertanya Semua orang langsung pergi begitu saja. Dan sambil menundukkan kepalanya masing-masing. Karena, Akan fatal akibatnya jika tidak menurut pada Andes. Dimana, Pria itu saat ini sedang fase bucin-bucinnya. Dengan sikap Andes yang sekarang. Mereka pun bisa menebaknya, Jika Andes sangat posesif sekali ke istrinya ini.


"Kau sengaja ingin memperlihatkan tubuhmu ini ke mereka semua?. Hem?. " Tanya Andes dengan nada kesalnya.


"Apa yang salah?" Tanya Cici malah bingung sendiri.


"Huh... " Andes menghela nafasnya sedikit kasar. Baginya entah kenapa, Cici malah terlihat seksi sekali jika habis mandi begini.


"Kau tahu, Jika dia bisa bangun lagi?. Kalau kau berpenampilan seperti ini sayang." Jawab Andes dengan nada penuh penekan nya.


"Apalagi orang lain yang melihat mu?. Oke kalau perempuan Kalau laki-laki?. " Andes mendelik tajam. Tak terima jika kesempurnaan istrinya, Bisa di lihat oleh pria lain juga selain dirinya sendiri.


"Oh, So sweet sekali. " Cici malah memuji dengan nada yang sangat manja. Lalu, mengalungkan kedua tangan nya di leher suaminya.


Gadis yang sudah berganti status menjadi wanita, Dan lebih tepatnya adalah istri itu. Saat ini terlihat menggoda suaminya.


"Suamimu lagi masak, Dan belum selesai. Jadi, jangan membuat ulah sekarang!. " Ujar Andes yang sudah bisa membaca gerak gerik istrinya ini.


"Kayanya dia bisa bangun lagi, kalau melihatku seperti ini. Jadi, tak ada salahnya juga, Jika kita mencobanya disini sayang!. " Ucap Cici dengan sangat manjanya.


"What?. "

__ADS_1


Andes tak habis pikir, Padahal tadi Cici sudah protes jika miliknya terasa bengkak. Namun, Sekarang ia malah sudah berani menggoda suaminya kembali. Bahkan, Cici pun jalan nya biasa saja. Tak menunjukkan jika ia baru saja dibobol oleh suaminya.


__ADS_2