Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Kegiatan Yang Sama


__ADS_3

Brakkk!


Sepasang suami istri yang sedang di mabuk asmara, Sedang saling sesap dan juga saling rangkul dalam dekapan erat. Hangatnya pelukan dan juga tautan bibir yang semakin ganas saja. Pintu kamar tertutup dengan rapat. Bahkan, tempat tidur yang tadinya rapi. Kini malah sudah terlihat sangat berantakan akan ulah mereka berdua.


"Sayang, Akhh... " Pekik Cici sembari matanya terpejam. Menikmati betapa indahnya kegiatan yang ia rasakan saat ini.


"Apa begini masih kurang?. hm? "


"Kalau bisa lebih dalam lagi?. Lakukanlah yang! " Jawab cici yang masih saja bisa membalas godaan suaminya itu.


Terang saja Andes melakukan nya dengan baik, Mana mungkin seorang Andes mau menyerah begitu saja. Ketika istrinya yang memang sangat gersrek bin konyol itu. Dan juga tak mau berhenti, setelah ia ketagihan akan rasa yang ada. Andes akan semakin gencar saja, Untuk melakukan nya lebih dalam lagi.


Cici pun hanya bisa terpekik nikmat. Matanya terpejam dengan bibir yang ia gigit gemas. Kedua tangannya mencengkram erat bahu suaminya. Raut wajahnya pun nampak sekali sedang menahan sesuatu, Yang mungkin akan segera mencuarkan sesuatu dalam dirinya. Dimana sesuatu itu sepertinya tak akan sanggup lagi untuk bertahan lebih lama lagi.


"Keluarkan lah, sayang!. Jika tidak tahan lagi! " Ujar Andes dengan suara seraknya.


"Akhh... sedikit lagi sayang."


"Come on! " Seru Andes mempercepat gerakan pinggulnya.


"Ouw... Akhh... Andes akhh...!!! "


Cici pun akhirnya tak mampu lagi untuk menahan rasa itu. Sehingga apa yang ia ingin tahan sebelum nya sia-sia saja. Dan cairan sedikit kental dibawah sana, sudah mencuar membasahi ular kadut Andes.


"Cepat sekali, " Senyum Andes terlihat meremehkan istrinya.


"Dasar bodoh, " Jawab Cici kesal. Karena suaminya itu sengaja untuk membuat nya cepat mengeluarkan cairan tersebut.


"Tadi awalnya sangat ganas sekali, Tapi sekarang malah keluar dengan cepat. Kenapa?. Tidak tahan lagi?. Hm? " Goda Andes sekali lagi.


"Aku rasa milikmu itu semakin mengembang saja di dalam sana. " Jawab Cici mencari alasan saja. Padahal itu sudah ia rasakan sejak awal.


Jika milik suaminya memang memiliki ukuran yang super jumbo. Dan juga panjangnya sangat membuatnya puas. Bahkan, Cici tak pernah membayangkan kalau ia akan memiliki ular yang selalu bisa ia nikmati setiap saat begini.

__ADS_1


"Alasan saja, kenapa tidak bilang?. Kalau tidak tahan, dan milik mu itu belum tawar dengan rasanya!" Andes tetap menggoda istrinya.


Kesal akan sikap suaminya. Yang selalu saja meremahkan dirinya. Cici pun langsung menukar posisi nya. "Sekarang giliran ku! " Serunya dengan senyum licik dibibirnya.


Andes pun hanya ikut tersenyum. Kala istrinya sudah naik di atas tubuhnya. Dan dari tatapan Cici saat ini, Andes yakin jika Cici tak akan menyerah begitu saja.


"Lakukan yang terbaik, sayang! "


"Tentu saja Cinta. Kau rasakan sensasinya! " Jawab Cici yang mulai mengatur posisi nya dengan nyaman.


"Ouw... Shitt...!! "


Erang Andes, ketika istrinya mulai bergerak nakal. Dan menekan miliknya di dalam sana. Dengan terus menatap mata hazel suaminya itu. Kedua tangannya sibuk meraba bagian dada bidang suaminya itu.


"Sayang!. Ouw! Pelan-pelan saja! " Seru Andes sembari memegangi pinggul bulat berisi itu.


"Oh, tidak bisa. Begini jauh lebih nikmat sayang. " Sahut Cici dengan gemulai dan melentik nakal di atas tubuh suaminya.


Plak!


Plakk!


Plakkk!


Semakin gemas Andes memukul bokongnya. Semakin liar juga Cici bergerak di atas tubuh suaminya. Sampai-sampai Andes hanya bisa terpejam merem melek, Sembari menikmati rasa yang tak biasa.


"Kau memang istri liarku, Sayang. "


"Baru beberapa jam yang lalu kau belajar, Tapi sudah sangat ahli begini. " Entah itu bentuk pujian, Atau ledekan dari suaminya. Yang jelas Cici tak perduli lagi, Yang ada saat ini ia ingin menikmati nya tanpa harus banyak bicara sama sekali.


Dan aksi gila pasangan pengantin baru itu, Tak akan usai begitu saja. Tentunya mereka selalu mengulang nya sampai pagi menjelang. Bahkan, Keduanya sampai bangun siang karena kelelahan. Tak hanya itu saja, Mereka pun kembali melakukan nya. Saat sudah puas istirahat dan perut terisi dengan kenyang.


******

__ADS_1


Beberapa hari berada di pulau dewata, Andes dan Cici hanya melakukan hal untuk memicu adonan saja. Paling juga keluar hanya untuk menghirup udara segar saja. Itu pun mereka masih sempat konyol, Berada di pulau masih sempat melakukan nya di tepi pantai. Hingga anggota yang berjaga di usir untuk menjauh. Demi kelancaran aksi gila keduanya itu.


"Sayang... "


"Hem"


Cici mendongak untuk menatap wajah tampan dengan jambang tipis itu. Karena saat ini keduanya sedang berada di bawah pepohonan rindang, Dengan menatap indahnya pantai bersih nan memutih akan pasir nya yang terawat.


Lebih tepat nya ada di samping villa pribadinya sendiri. Topi besar melekat di kepala Cici, dengan pita yang ada di samping nya. Tubuh moleknya di bungkus kemeja putih sebatas lutut. Dengan dua kancing di depan nya, Yang sengaja ia buka. Menyembulkan dada montok yang menyembul keluar.


"Aku ingin lebih lama lagi, tinggal disini. " Ujar Cici sambil menarik sudut bibir nya.


"Kalau begitu, Kita pasti akan kekurangan uang nantinya untuk biaya hidup. " Jawab Andes terkekeh pelan.


"Hahaha, Sejak kapan uang kita akan habis lebih cepat? " Cici tak percaya sama sekali.


"Itu karena istri ku tak membiarkan suaminya untuk pergi bekerja. Soalnya dia hanya ingin membuat baby saja. " Sindir Andes dengan mengedipkan sebelah matanya.


Tawa Cici pecah, Namun tangannya sudah nakal kembali. Untuk menegelus ular kadut di dalam kolor tipis itu. Yang mana Andes juga memakai kemeja warna putih, Namun dibiarkan terbuka. Sehingga bulu-bulu halusnya terlihat nyata. Di bagian dada dan juga perutnya yang sixpack itu.


"Kau begitu seksi, Sayang. " Bisik Cici dengan masih mengelus nakal sang ular, Yang tadinya masih tidur dengan lelap dibawah sana.


"Bilang saja minta di pompa ulang! " Sahut Andes yang sudah paham gelagat istrinya ini.


"Aku baru tahu kalau rasanya begitu nikmat. Wajar saja, Mommy selalu menjerit setiap malam dikamarnya. "


Mendengar ungkapan itu, Andes langsung menatap istrinya. Ia sama sekali tidak terkejut lagi. Sebab, Daddy dan Mommy nya itu memang ceroboh. Mereka tak punya malu sama sekali, Untuk bermesraan di depan anak-anaknya.


"Jangan bilang kau menguping, Daddy dan Mommy sayang! "


"Mana mungkin bisa menguping. Orang Daddy sangat posesif begitu. Hanya sekilas saja, saat lewat. " Cici kali ini berkata jujur. Karena itulah yang ia ketahui.


"Bagaimana kalau Mommy hamil lagi ya? " Seru Cici dengan konyolnya.

__ADS_1


"Itu artinya, kita akan jadi kakak dan Abang! " Sahut Andes dengan santai nya.


Cici tertawa terbahak-bahak. Dan melupakan kegiatan nakalnya tadi. Yang masih saja mengelus sang ular, Yang masih anteng di dalam persembunyian nya sana.


__ADS_2