Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Sampai Tujuan


__ADS_3

"Biarkan saja!. "


Andes berucap sangat pelan, Kepada salah satu pramugari. Ketika ia akan membangunkan Cici, Saat pesawat yang mereka tumpangi saat ini, Sudah tiba di tempat tujuan awal.


Andes memang sengaja membiarkan istri nya, Untuk terus istirahat di dalam perjalanan. Bahkan, Cici bangun hanya untuk membersihkan tubuhnya dan juga mengisi perutnya saja. Setelah itu, Ia akan kembali memejamkan matanya lagi. Karena mungkin, saking nyamannya ada di dekat suaminya. Pria yang ia cintai sejak ia usia dini.


"Apa mobil sudah siap?, " Tanya Andes pada anggotanya.


"Sudah, tuan. Semuanya sudah menunggu!. " Jawab seorang pria, yang memang di tugaskan khusus oleh Mark. Untuk menemani dan mengawal anak serta menantunya itu. Pergi bulan madu ke negara kelahiran istri tercinta nya.


Andes pun langsung mengangkat tubuh istri bar-barnya itu. Karena, Pintu pesawat pun sudah terbuka lebar. Untuk membuat semua penumpang di dalam jet pribadi tersebut keluar. Karena, Telah sampai tujuan dengan selamat.


Senyum pria tinggi kekar itu terbit. Saat istrinya sama sekali tak terusik, Ketika ia menggendong nya dan membawanya turun dari pesawat itu.

__ADS_1


"Ck,,, Kau ini tidur atau pingsan?. " Lirih Andes menggeleng kan kepalanya pelan, Dan juga terus melangkah menuju arah mobil. Yang mana telah menunggu mereka sejak satu jam yang lalu.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat pajar. Sebenarnya ini adalah waktunya semua orang masih istirahat. Namun, Hal itu tak berlaku untuk semua anggota Andes. Dimana, Honeymoon pasangan pengantin baru itu. Tentunya telah di siapkan jauh hari. Sebelum mereka sah menjadi pasangan suami istri.


Bahkan, semua perlengkapan. Baik Villa, kendaraan, pelayan dan juga yang lainnya. Sudah siap dengan fasilitas tak main-main. Agar pasangan pengantin baru itu bisa nyaman dan betah. Saat menikmati momen honeymoon nya disana.


"Pelan-pelan saja, Bawa mobilnya!. " Perintah Andes pada sang sopir. Saat ia telah duduk dengan nyaman, Dengan Cici yang telah di tidurkan di dalam mobil tersebut. Tepat di samping dirinya duduk juga.


"Baik, tuan. "


Sebuah bangunan luas dengan di hadapkan langsung oleh pemandangan pantai yang indah. Dan juga sangat bersih. Bahkan, Beberapa orang pelayan langsung berbaris di depan Villa. Untuk menyambut kedatangan tuan dan Nyonyanya.


"Ah, Gerah sekali. " Cici mulai berulah lagi. Dan ingin membuka bajunya, Saat Andes baru saja akan menggendong tubuh ramping itu.Karena mereka telah sampai di Villa.

__ADS_1


Bukan hanya saat ini saja, Andes dibuat ketar-ketir. Saat istrinya sedang tidur. Bahkan, di dalam pesawat pun dengan perjalanan hampir 20 jam lamanya. Sebab, Andes memang sengaja ikut transit. Agar istrinya tidak terlalu lelah di dalam perjalanan. Cici pun melakukan hal yang sama. Sebab, Gadis itu setiap kali tidur. Pasti tanpa sadar membuka bajunya sendiri.


"Sayang, Jangan dibuka sekarang!. Nanti saja kalau sudah masuk kedalam kamar!. " Bisik Andes dengan konyolnya.


Padahal ia tahu, Jika Cici tak akan mendengar nya. Namun, Kalimat itu malah muncul begitu saja. Saat sadar, Istrinya sudah mulai berulah lagi saat sedang tidur nyenyak begini.


Andes pun menahan tangan Cici untuk membuka kancing kemejanya. Pria itu dengan sangat buru-buru, Langsung bergegas mengeluarkan tubuh Cici dari dalam mobil sana


Dan melangkah lebar menuju arah Villanya.


"Kalian boleh istirahat!. Dan jangan dekati kamar utama!. Sampai besok pagi!. " Ucap Andes tegas. Yang sambil membopong tubuh ramping Cici.


"Ba... baik. Tuan! " Jawab para pelayan dan juga anggota nya serentak.

__ADS_1


Jelas saja, Mereka paha karena sudah pasti. Tuannya itu tidak sabaran lagi. Untuk membuat istrinya tak berdaya selama disini. Sekaligus menghukum Cici. Yang sudah berani menggodanya selama ini.


__ADS_2