Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Titah Jagain Calon Istri


__ADS_3

"Bang, Makam malam di sini saja hari ini!. " Naura berucap saat melihat Andes baru saja keluar dari ruangan kerja suaminya.


Sementara Lucas sudah pamit pergi sejak beberapa menit yang lalu. Terang saja Lucas sudah pergi lebih dulu, karena pria itu biasanya lebih memilih untuk menikmati makan malamnya seorang diri. Atau bahkan lebih suka menyendiri, Walaupun sendiri sudah tinggal satu atap dengan kekasihnya selama satu tahun terakhir ini.


Andes mengedarkan pandangan nya, Untuk mencari keberadaan calon istrinya. Yang terang saja jam segini, Cici pasti sedang mandi di dalam kamarnya sana.


"Jangan cari dia!. Kau pasti sudah tahu ada dimana adikmu itu. Ah, maksud Mommy calon istri mu" Naura terkekeh pelan. Sambil menutup mulutnya sendiri.


Tak berselang lama, Suaminya pun ikut keluar sambil menatap wanita yang paling ia cintai setelah ibu dan putrinya sendiri. Membuat Naura segera menghampiri pria paruh baya, yang masih saja terlihat sempurna dimatanya sampai detik ini.


"Udah selesai kan ngobrolnya?. " Tanya Naura dengan begitu manjanya pada suaminya itu.


Mark menganggukkan kepalanya, Sembari melemparkan senyum smriknya. Membuat Andes selalu saja bahagia melihat sikap Daddy nya, Yang selalu memperlakukan Mommy nya dengan sangat baik dan juga romantis. Keduanya bahkan, hampir jarang sekali bertengkar. Meskipun Daddy nya bukan orang sembarangan, Dan juga terkenal tegas, kejam serta sekaligus menakutkan dimata klan nya. Tapi, siapa sangka sosok itu malah jauh lebih hangat saat ia sedang bersama keluarga nya sendiri.

__ADS_1


Andes memilih untuk beranjak pergi dari hadapan Daddy dan Mommy nya. Saat dirasa suasananya sudah tak memungkin kan lagi untuk berada di sana. Namun, Belum juga sempat beranjak pergi. Suara Mark langsung menghentikan gerakan kakinya.


"Bang, Tinggalah di mension untuk beberapa hari kedepan!. " Ujar Mark dengan nada bicara yang sedikit memohon.


"Dad, Di Apartemen lebih dekat dengan... "


"Mommy dan Daddy akan pergi liburan, bang. Jadi, tugasmu jagain Cici di sini dulu selama Daddy dan Mommy tidak ada!" Potong Naura dengan cepat.


"Iya, Maka dari itu tinggalah di mension selama beberapa hari saja!. " Ulang Naura dengan senyum dibibirnya.


"Memangnya kapan Mommy dan Daddy akan berangkat?. "


"Malam ini juga" Jawab Naura tanpa beban.

__ADS_1


"What?. Malam ini?. " Andes membuka matanya lebar-lebar. Sungguh kedua orang tuanya ini memang tidak bisa menunggu sedikit saja.


Mark menggandeng tangan istrinya. Untuk pergi dari hadapan Andes. Karena ia juga tadi lupa untuk bicara masalah ini dengan Andes. Sewaktu mereka masih ada di dalam ruangan kerjanya itu.


"Daddy dan Mommy akan siap-siap dulu. Karena akan langsung berangkat setelah ini. " Ujar Mark sambil melirik putranya itu.


Andes hanya bisa menghela nafasnya saja. Ia pun bisa protes sama sekali, Karena meskipun ada yang melarang. Maka, kedua orang tuanya itu masih akan tetap pergi. Sebab, Keduanya memang selalu menyempatkan diri. Untuk pergi liburan berdua. Tanpa sadar, Jika mereka masih ada putri bungsu nya. Yang masih tetap dalam pengawasan nya dan juga tak bisa luput dari pemantauan.


"Jika mau pergi, kenapa juga memintaku untuk makan malam disini?. " Tanya Andes dengan suara pelan nya.


Dari sini Andes semakin sadar, Jika kelakuan calon istrinya sama persis nya dengan Mommy nya itu. Jadi sangat wajar, Kalau Cici mempunyai sikap dan karakter bagai pinang dibelah kapak, Dengan tingkah sang Mommy nya.


Namun, Dibalik kekonyolan mommy nya itu. Dan juga sikap tegas Daddy nya. Andes begitu beruntung karena bisa di adopsi oleh keluarga ini, Bukan karena mereka kaya raya ataupun tajir dan bergelimang hartanya. Namun, karena kasih sayang keduanya benar-benar sangat tulus. Bahkan tak pernah membeda-bedakan dirinya dan semua anak kandung nya itu.

__ADS_1


__ADS_2