
Satu minggu berlalu, Akhirnya setelah kedua orang tuanya pulang ke Mension. Andes langsung bicara serius dengan mereka. Pria itu berkata jujur, karena ia pun tak akan bisa terlalu lama menahan rasa kelelakian nya sendiri. Sebab, Andes juga pria normal pada umumnya. Yang kadang juga ada saat dimana ia tidak terkendali. Jika terus menerus di sodorkan dengan barang bagus.
Meskipun, awalnya Mark belum setuju dengan rencana serius Andes. Sebab, ia sebenarnya berharap jika Cici bisa menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu. Tapi, apa boleh buat sekarang, Putri nya itu tak sekalem yang mereka pikir. Nyatanya, Andes sudah terang-terangan mengatakan nya dengan jujur. Jika, Ia sudah berapa kali dibuat senat-senut oleh kelakuan konyol Cici.
Andes dan Cici juga sepakat, Jika pernikahan nya di adakan secara tertutup. Sebab, Baik Cici maupun Andes mereka tak ingin mengadakan acara resepsi besar-besaran. Bukan karena mereka tidak mampu, Ataupun malu. Namun, Karena keduanya kurang menyukai pesta besar.
Apalagi Cici, Yang memang lebih suka menyepi belum lagi jika menyepinya bersama Andes. Sudah dapat di pastikan, Jika Cici pasti nya akan sangat betah. Meskipun, mereka tidak mengadakan pesta meriah. Namun, mereka berdua tetap melakukan sesi prewedding dengan tak kalah mewah dari para selebritis terkemuka lainnya.
Seperti hari ini, para petugas fotografer dibuat geleng-geleng kepala. Akan kelakuan Cici yang sejak tadi malah sibuk menggoda calon suami nya. Sehingga, Sesi pemotretan yang seharusnya sudah selesai sejak beberapa jam yang lalu. Kini, malah semakin lama saja selesai nya.
"Ayo bang!. Kek begini!. " Ujar Cici sambil duduk manis di pangkuan Andes.
__ADS_1
"Kau di depan umum saja berani begini, Apalagi kalau di dalam kamar pengantin kita nanti?. Hem?. " Goda Andes balik dengan menarik sudut bibir nya.
Cici mendekatkan wajahnya, tepat di depan telinga Andes. "Maka, Aku pastinya akan sangat liar dari yang ini, Darling. " Jawab Cici dengan nada sensual nan menggodanya.
Andes tertawa renyah, seraya mengecup bibir calon istri nya. Yang memang genit dan sangat genit itu. Hingga, tanpa mereka sadari sang fotografer nya langsung mengabadikan momen konyol itu. Untuk di jadikan dokumentasi, Sebagai bukti yang ingin mereka tunjukkan pada king Mark. Sesuai dengan perintah sang Daddy Mark tentunya.
"Ayo kita pulang!. Rasanya sudah cukup untuk hari ini, Bang!." Seru Cici sembari tersenyum manis. Karena ia sudah mendapatkan asupan vitamin, Walaupun hanya sebatas permulaan saja.
"Hem, Sepertinya tidak. Karena aku ingin mengisi perut ku dengan nutrisi empat sehat lima sempurna. " Jawab Cici mengedipkan sebelah matanya.
Andes pun langsung melempar kan senyum smriknya. Lalu, Ia pun ikut bangkit sembari menurunkan tubuh kekasihnya yang super jahil dan genit itu. Dan Cici pun menurut.
__ADS_1
Beberapa wanita datang, Membantu Cici untuk mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Sementara Andes menghampiri fotografer nya tadi. Dimana, Ia sempat melihat beberapa hasil pemotretan nya.
Ya, Andes dan Cici akan menikah lusa. Jadi, mereka sekarang sedang sibuk melakukan foto prewedding. Sebagai salah satu momen penting sebelum akad nikah nanti tentunya.
"Darling, come on!. Bantu aku melepaskan gaun ini!. " Seru Cici yang menyembulkan kepalanya dari balik tirai kamar ganti tersebut.
"Bukannya sudah ada asistennya desainer nya, Sayang?. "
"Aku maunya abang aja, yang bukakannya!. " Rengek Cici dengan sangat manja.
Andes pun hanya menghela nafasnya pelan. Lalu menatap para team fotografer nya, Yang mana mereka saat ini hanya menundukkan kepalanya, sambil menahan tawa mereka. Saat seorang Andes malah tak bisa berkutik, Ketika di goda oleh calon istri nya sendiri.
__ADS_1