Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Tamu dadakan


__ADS_3

Brakkk!!!


"Aww... "


Pekik Cici sambil memegangi bahunya, Dimana ia malah kedatangan tamu yang tak di undang lagi. Padahal, Cici sudah capek-capek sembunyi di Apartemen Andes. Dan niatnya juga ingin sedikit bermesraan sebentar saja dengan calon suaminya itu. Tapi, Apa hendak di kata semuanya malah tak sesuai ekspetasi nya juga.


"Darimana kakak tahu, Kalau aku ada disini?. " Tanya Cici sedikit dengan nada kesalnya.


Namun, Gadis cantik dengan penampilan yang selalu fashionable itu, Hanya menyunggingkan senyum nya saja. Ia sama sekali tak perduli meskipun, Cici saat ini sangat kesal padanya. Sebab, Ia datang kemari juga bukan karena kebetulan saja. Gadis itu ingin menemui seseorang, Yang telah beberapa hari ini juga tak bisa lihat.


"Kak, tolong lah jangan ganggu aku sekali ini saja!. " Rengek Cici semakin kesal, Lantaran gadis cantik yang usianya memang sedikit lebih tua darinya itu.


"Siapa juga yang akan menganggu kamu dan bang Andes bermesraan?. Aku juga bisa bermesraan dengan kekasihku sendiri nanti. " Jawabnya dengan nada santainya.


"Hah?. Kakak sudah punya kekasih sekarang?. Siapa?. Bagaimana wajahnya?. Tampan tidak?. Apa kakak benar-benar sudah move on dari bang Adam?. "

__ADS_1


Cici langsung bersemangat, mencecar gadis itu dengan rentetan pertanyaan nya. Karena ia begitu penasaran, Saat sang gadis cantik dan sifatnya tak jauh beda darinya itu, Ternyata sudah mendapatkan seorang kekasih. Sebab, Cici sangat paham bagaimana kriteria gadis cantik, Yang saat ini ada di hadapan nya itu.


Sudah pasti bukan hanya seorang pria sembarangan. Ataupun pria tidak tegas, Cici juga sangat tahu betul. Pria idaman sepupunya satu ini, Tidak jauh beda dengan para abangnya. Yang maco dan cool.


"Hei... Bertanya lah satu-satu!. Aku bingung harus jawab yang mana dulu?. "


"Aku penasaran, kak" Jawab Cici dengan senyum manis dibibir tipis berisinya itu.


Tapi, Bukannya langsung menjawab, Gadis tinggi semampai dengan kulit putih khas orang Asia tersebut. Mata yang sedikit sipit serta rambut panjang yang ia uraikan dengan bebas, Namun terkesan rapi. Ia malah memperhatikan wajah Cici dengan seksama.


"Aku lupa, Tanya saja sama bang Andes!. " Jawab Cici dengan jujur sekali.


"Wah... Kalian harus segera di nikahkan ini. " Timpal gadis itu sambil menggeleng pelan, Dan juga jari telunjuknya ikut bergerak.


"Kak, Itu hal yang wajar untuk sepasang kekasih. Lagian ciuman itu tidak akan bisa jadi Baby. " Ujar Cigi dengan konyolnya.

__ADS_1


"Kata siapa?. Bagaimana kalau ciuman nya, pada bagian yang inti, Coba?. Pasti akan sukses. " Gadis itu malah tak mau kalah. Ia juga ikutan konyol bersama sepupu nya yang satu frekuensi denganya.


Tawa Cici pecah begitu saja, Sebab ia juga sudah melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman. Hanya saja, Cici tidak akan bilang dengan jujur jika masalah tersebut. Bisa-bisa Daddy nya pasti akan mengamuk, Dan parahnya lagi Andes juga yang akan mendapatkan masalah dengan Daddy nya langsung.


"Ayo kak, katakan padaku!. Siapa kekasih kakak sekarang?. "


"Kepo banget sih. " Jawab sang gadis itu mengulum senyumnya, Saat ia membuka ponsel miliknya yang sejak tadi sudah berdering. Hanya saja ia tidak mendengar panggilan masuk tersebut.


Cici ikut semakin kepo, Ketika melihat sepupunya tersenyum lain. Sambil menatap layar ponsel tersebut. Bahkan, Cici dapat melihat dengan jelas wajah seorang pria yang ada di layar menu ponsel mahal sepupunya satu ini.


"Cie... Ciee... ciee... Abang bule juga. Mau cari yang gede nih kak?. " Goda Cici menaik turunkan alisnya.


Terang saja Cici bisa melihat nya dengan jelas, Sebab ia mendekatkan wajahnya tepat kesamping arah sepupu nya itu. Sehingga ia tahu apa isi pesan dari pria tersebut.


"Yang gede emang lain rasanya.Hahaha... " Jawab sepupunya sambil tertawa puas.

__ADS_1


__ADS_2