
Sebuah kamar nan luas, dengan dekorasi yang indah dan sangat romantis tentunya. Bahkan, di atas ranjang sana sudah ada taburan kelopak bunga mawar, Dan di bentuk sebuah lambang hati. Di ukir begitu sempurna, Hingga menciptakan suasana kamar pengantin sesungguhnya.
Bahkan, dibawah lantai sana pun banyak kelopak bunga mawar bertaburan. Dan ada juga lilin aroma therapy, Yang membuat suasana semakin romantis saja.
Sudut bibir Andes terangkat, Ketika ia sadar jika istrinya saat ini sebenarnya sudah bangun. Sejak ia membawanya masuk kedalam Villa. Hanya saja, Cici masih berpura-pura tetap terpejam. Hal itu tentunya, Membuat Andes semakin menyeringai licik.
Ini adalah kesempatan emas, Yang akan ia gunakan dengan sebaik-baiknya. Agar ia tidak lagi penasaran dengan rasa yang telah ia dambakan sejak lama. Membuka apem gemoy dengan warna pink alami. Yang selalu saja bisa basah, Ketika ia sentuh dengan jarinya yang nakal itu.
"Kau lihat saja nanti!. " Batin Andes dalam hatinya.
Lalu, Andes pun mulai merebahkan tubuh molek itu, Di atas ranjang empuk dengan taburan kelopak bunga mawar tersebut. Wanginya menyeruak dengan tambahan lilin aroma therapy dibawah sana.
"Kenapa aku jadi deg-degan begini, ya?. " Tanya Cici dalam hati.
Ia tak pernah merasakan detak jantung nya, Bisa berpacu cepat begini sebelum nya. Bahkan, Cici pun mulai mengeluarkan keringat dinginnya. Saat ketika, Tangan Andes mulai menyentuh pipinya yang mulus itu.
"Sayang sekali malam ini kau sudah tidur dengan lelap. Padahal, Aku ingin mengajakmu terbang ke surga dunia! " Ucap Andes sambil menyeringai licik.
Pria maskulin dengan tampang rupawan itu, Mulai ikutan konyol. Saat Cici masih saja tetap pada pendirian nya. Untuk tidak membuka matanya. Padahal, Gadis itu sudah bangun sejak beberapa menit yang lalu.
Andes mengarahkan tangan Cici, Untuk menyentuh Ularnya yang belum bangun. Dengan sesekali ia eluskan, Agar membuat rangsangan hebat pada area tersebut.
"Ouw... Sial!. Kenapa suamiku malah jadi mesum begini?. " Batin Cici lagi, Mengumpat dalam hatinya.
Andes yang sangat tahu, Jika Cici tak akan tahan. Jika terus menerus disuruh begitu. Karena, Saat ini Andes sadar. Kalau Cici masih saja pura-pura tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
"Oh, Sayang!. Come on!. " Erang Andes dengan sangat sengaja nya. Agar istri nya semakin tak tahan.
Benar saja, Sekali dua kali Cici masih bisa bertahan dengan kepura-puraan nya. Namun, saat Andes tak ingin menyerah begitu saja. Saat itulah juga, Cici langsung membuka matanya lebar-lebar. Sebab, Andes malah sudah menurunkan resleting celana panjang nya itu.
"Abang... Mesum sekali sih. " Seru Cici setengah jengkel, Karena Andes malah sangat konyol dari biasanya.
"Kenapa?. Bilang saja kau sudah tak tahan lagi, Bukan?."
"Kata, siapa?. Kita bisa menundanya sampai besok!. Dan... "
"Dan aku pun tak bisa menunggu lebih lama lagi. " Potong Andes yang langsung menindih tubuh istrinya. Hingga, Cici tak bisa lagi bergerak dengan bebas.
"Lepaskan bang!. Aku... "
Cici malah langsung menjerit, Kala Andes sudah membuka paksa kancing kemeja istrinya itu. Hingga, Beberapa sudah jatuh kemana-mana. Saking tak sabarannya lagi Andes, Ingin memadu kasih dengan Cici.
"Bang... "
"Berhentilah protes Cici!. " Ucap Andes setengah geram.
"Kita belum bisa melakukan nya sekarang. " Seru Cici mendorong wajah suaminya.
"Why?. Apanya yang tidak bisa?" Andes benar-benar geram. Karena Cici seolah sedang menolaknya, Sementara selama ini Cici lah yang selalu menggoda nya dengan tiada henti.
"Aku... "
__ADS_1
"Katakan!. "
"Aku sedang datang bulan. "
"What?. "
Andes benar-benar frustasi, Saat mendengar kata itu yang keluar dari bibir istrinya. Bagaimana tidak?. Sudah jauh-jauh merencanakan honeymoon ke Indonesia, Istrinya malah dengan enteng nya bilang sekarang. Jika ia sedang datang bulan.
"Ck,,, Jadi apa gunanya kita terbang ke mari?. Sayang?. " Tanya Andes dengan nada sedikit jengkel.
"Tentu saja liburan saja dulu!. Kan kita bisa melakukan nya lain kali. " Jawab Cici santai.
"Apa kau sedang bercanda?. " Andes pun yang tak percaya, Langsung membuka paksa celana jeans istrinya. Lalu, Memeriksa inti tubuh Cici. Untuk melihat Apem nya, Karena Andes mana percaya begitu saja. Kalau ia sendiri belum melihat nya secara langsung. Sebab, Istrinya itu selalu memiliki ide jahil pada siapapun.
"Bang... "
"Jangan bilang kau sedang menipuku!. "
"No!. "
"Singkirkan tangan mu itu, Sayang!. " Desak Andes yang berusaha menyingkirkan kedua tangan istrinya dari depan apem yang masih terbungkus rapi itu.
"Look!. " Seru Cici yang memperlihatkan pembalut di dalam nya.
"Haiss... Shittt!. "
__ADS_1