Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Cup!


Satu kecupan mendarat di pipi mulus Cici, Yang jelas pelakunya adalah Andes, Pria itu memberikan kecupan singkat nya. Dan ini adalah untuk pertama kalinya ia lakukan. Nyatanya itu adalah obat mujarab untuk membuat Cici berhenti menggerutu, Bahkan wajahnya saja langsung merona merah bak udang panggang.


"Disini belum!. " Tawar Cici sambil menunjukkan pipi kirinya. Karena tadi yang dicium adalah pipi sebelah kanannya.


Andes dengan santainya menurut, Dan mendaratkan kecupannya di pipi kiri tunangan nya. Cici pun tersenyum riang, Dengan wajahnya yang sangat ceria. Lalu setelah itu ia menunjukkan keningnya.


"Ini juga!. Nanti dia cemburu. " Ujarnya lagi meminta dengan nada manjanya.


Andes menggeleng kan kepalanya pelan. Tapi, Pria itu malah menurut saja. Rupanya tak sampai cukup disana saja. Permintaan Cici malah semakin ngelunjak. Sampai ia terakhir menunjukkan bibirnya.


"Bagian ini yang paling penting!. " Ujarnya dengan tatapan yang mulai berbeda.


Helaan nafas Andes tiba-tiba terdengar kasar. Dan pria itu pun mulai menjauhkan wajahnya dari hadapan Cici. Ingin mulai fokus dengan setir mobilnya. Karena ia juga akan segera menghidupkan mesin mobilnya.


"Jangan buang waktu lagi!. Nanti kita malah kemalaman di jalan. " Ujar Andes berusaha untuk tidak tergoda akan bujuk rayu calon istrinya itu.


Tapi, Bukannya manut dan membiarkan Andes menyalakan mesin mobilnya. Cici malah sebaliknya, Gadis cantik dengan bola mata indah tersebut. Memajukan badannya dan mendekat kan wajahnya kearah Andes.


"Bang... "

__ADS_1


"Apa lag... "


Andes sudah tak bisa melanjutkan kalimatnya lagi, Lantaran Cici sudah menyambar bibir sensual nya. Dan menyesapnya dengan sedikit ganas. Membuat Andes terdiam saking terkejutnya akan aksi konyol Cici saat ini. Bahkan, Cici sama sekali tak membiarkan Andes menghentikan aksinya itu.


Setelah ia merasa cukup barulah Cici berhenti, Dan mengulum senyumnya. Saat ia melihat wajah Andes dengan raut wajah yang sedikit bengong akan ulahnya itu.


"Sudah dibilang itu bagian penting nya, Honey. " Ucapnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Kekehan kecil pun menyusul, Saat Cici tak bisa lagi menahan diri dengan ekpresi wajah Andes saat ini. Sementara Andes langsung berdehem. Untuk mengurangi rasa canggung itu. Karena, Cici nyatanya jauh lebih agresif dari mantannya dulu. Hanya saja, saat dengan Cici ia malah tak bisa menghindar sedikitpun. Iman Andes tiba-tiba saja lemah akan pesona tunangan ini. Yang mana adalah adiknya sendiri.


"Jangan ulangi lagi seperti itu!. " Titahnya dengan nada tegasnya.


Mendengar itu, Andes kembali menoleh pada Cici. Dan menghentikan gerakan tangannya yang ingin memegangi setir mobilnya.


"Jangan lupakan!. Jika abang sudah sering melihat isi tubuhmu itu!. Jadi, Kalau tidak mau dibuka kembali sebelum waktunya, maka berhentilah berbuat konyol!. " Ancam Andes dengan seringai liciknya.


"What?. " Kali ini Cici yang benar-benar terkejut. Atas apa yang di ucapkan Andes barusan.


"Semuanya bang?. " Cici menelan air liurnya dengan susah.


"Hem... Apa kau lupa?. " Andes dengan sengaja nya untuk membuat Cici berhenti menggoda nya. Berharap ancamannya itu mempan.

__ADS_1


Tapi, Apa yang di lakukan Cici malah di luar dugaan nya lagi. Gadis itu malah menantang balik Andes. Sempai membuat Andes sampai ngelus dadanya sendiri.


"Bagaimana bentuknya, Bang?. Bagus tidak?. Bagian mana yang abang sukai?. " Tanya Cici dengan sangat antusias sekali.


"Ini... " Tunjuk Cici pada bagian dadanya.


"Atau bagian yang disini?. " Tanyanya lagi sembari ingin menunjukkan bagian inti tubuhnya.


"CICI....!!! " Andes malah yang panik sendiri, Lantaran ancamannya malah balik pada dirinya sendiri.


Cici malah tertawa puas. Sambil mamanyunkan bibirnya sendiri. Saat ia bisa menatap wajah Andes yang memerah menahan rasa kesal dan juga malu sendiri akan ulah nya saat ini.


"Pasti abang sangat menyukai yang dibawah sini, Iya kan?. "


"Bagian da... " Andes menjawab tapi langsung mengatup rapat lagi mulut nya.


"Haisss... Shittt... " Umpat Andes yang langsung meraih tisu untuk mengelap keringat di wajah nya.


"Bagian daging atau dad... "


"Diam atau tak usah ikut abang!. " Ancam Andes yang sontak membuat Cici mencebik kesal tapi ia langsung terdiam juga.

__ADS_1


__ADS_2