Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Malah Menantang


__ADS_3

Cici sontak menutup matanya, Saat ia melihat Andes malah menyuruhnya untuk membantu menidurkan ular dengan ukuran tak biasa itu. Namun, Cici juga tetap bisa mengintip dari sela jarinya. Untuk memastikan jika Ular milik Andes benar-benar telah bangkit dari pembaringannya sana.


"Sini!. " Andes menarik tangan Cici. Sehingga kedua telapak tangan itu lepas dari wajah nya. Dan kini, Cici juga sudah dapat melihat, Bagaimana ukuran maksimal milik Andes dengan nyata.


Gleg!


Tadi yang awalnya seperti siap untuk di terkam. Namun, Sekarang Cici malah merasa gugup sendiri. Saat dimana benda itu sudah ada di hadapan nya.


"Ayo!. Tunggu apalagi?. " Seru Andes terdengar tak sabaran. Bahkan, Andes pun tak perduli sekalipun mereka akan ketahuan nantinya. Yang jelas, Andes ingin ularnya bisa kembali tidur dengan nyaman.


"Mau di apaain bang?. " Tanya Cici dengan wajah polosnya.


"Jongkok saja dulu!. " Titah Andes sembari memegangi tangan Cici. Dan menyuruh gadis itu untuk berjongkok tepat di hadapan sang ular berurat tersebut.


Tentu saja, Cici manut meskipun ia sedikit gugup dengan apa yang ada di depan matanya saat ini. Gugupnya Cici bukan karena ia takut, ataupun tak tahu caranya bagaimana. Tapi, Gadis itu gugup lantaran ukuran milik Andes benar-benar di luar dugaannya sendiri.


"Astaga, Kenapa jauh lebih gede dari perkiraan?. " Guman Cici sangat pelan. Namun, Masih bisa Andes dengan jelas.

__ADS_1


"Sudah!. Jangan banyak komplain lagi!. Buruan tidurkan lagi seperti semula!. " Perintah Andes sedikit kesal.


"Tap... "


Slupppp....!!!


Cici sudah tak bisa lagi menayangkan protesnya, Saat Andes dengan sengajanya menyodorkan ular miliknya. Yang telah mengembang dengan ukuran maksimal itu. Masuk kedalam mulut Cici. Sehingga gadis itu mulai tersedak-sedak.


Emppptttt!!!


"Lakukan dengan baik, Baby!." Ujar Andes mulai memejamkan matanya.


"Ouwh... shittt...!"


"Come on, Baby! "


"Ahkhhh... yach... "

__ADS_1


Racau Andes terus-menerus. Ketika isapan Cici mulai membuat ularnya malah berkedut tak karuan. Tak puas hanya dengan sentuhan nakal lidah dan juga sesapan dari mulut mungil Cici. Akhirnya, Andes menarik kembali tubuh itu. Dan di giringnya menuju arah ranjang sana. Cici juga malah terlihat pasrah saja. Seolah ia telah menantikan hal itu dengan sangat lama.


Kali ini, Bukannya takut. Cici malah langsung merebahkan tubuhnya disana. Dan gadis itu dengan sengaja nya malah membuka kedua kakinya lebar-lebar. Seakan tak takut akan langkah Andes selanjutnya pada dirinya.


"Come on, Darling!. Malam ini bukalah sepuasmu!. " Ujar Cici malah menantang Andes. Bahkan, gadis itu malah tersenyum mesum saat menatap Andes.


Andes yang sudah berada di ujung. Langsung membuka bajunya. Dan menarik kedua kaki Cici, Tanpa melepaskan tatapan nya kearah gadis itu. Kedua tangannya meraba pangkal paha Cici yang hanya terbungkus jubah tidurnya yang longgar.


"Oohhh... Akhh... "


Beberapa saat kemudian, Cici hanya bisa merintih mulai nikmat. Saat satu jari Andes menelusup masuk kedalam area pangkal paha Cici. Dan menyentuh sesuatu di dalam sana dengan nakal.


"Kau sudah basah, Rupanya. " Seru Andes tersenyum licik.


"Aku bahkan ingin lebih basah dari ini, Darling!. " Jawab Cici dengan menantang kembali Andes.


"Bagaimana, kalau dia akan masuk?. " Tanya Andes di sela sentuhan jarinya dibawah sana.

__ADS_1


"Masukkan saja!. Mungkin akan lebih baik!. " Jawab Cici dengan suara seraknya.


"Awww....!!! "


__ADS_2