Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Berduka


__ADS_3

Venus nampak khawatir sejak ia datang kerumah sakit. Dengan kondisi ibunya di dalam ruangan operasi sana. Namun, Belum ada berapa menit pintu ruangan sudah terbuka dari dalam. Menampilkan seorang dokter yang masih memakai seragam operasi, Kini mulai membuka maskernya seraya menatap Venus dengan tatapan sendunya. Tanpa di duga dokter tersebut malah menggeleng kan kepalanya.


"Kami sudah berusaha semampu kami, Tapi Tuhan berkehendak lain. " Ucap sang dokter dengan nada lirihnya.


Deg!


Venus langsung gemetar dengan dada yang mulai terasa sesak, Matanya berkaca-kaca dengan tatapan kesedihan nya. Ia memang belum mendengar penjelasan dokter secara detail. Namun, dari sikap dokter tersebut Venus sudah bisa menebaknya. Apa yang terjadi dengan Ibunya sekarang ini.


"Jenazah nya akan segera di pindah kan, Nona. " Ucap dokter itu sekali lagi.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang dan menunggu sang dokter menjelaskan lebih detailnya lagi, Venus langsung masuk kedalam ruangan operasi tersebut. Untuk melihat ibunya yang ternyata tak sempat untuk menjalani operasi. Bahkan, Operasinya baru akan di mulai. Tapi, Ibunya malah memilih untuk pergi selama-lamanya.


Sementara itu suami dari Ibunya malah sudah pergi entah kemana. Sejak Venus datang ia pun sempat berdebat dengan Venus. Lalu pergi dan sampai saat ini belum juga kembali. Pria paruh baya itu memang tak pernah betah di rumah. Bahkan, Ia adalah pria yang pemalas. Ia hanya datang jika membutuhkan uang saja. Selebihnya ia akan pergi dari rumah. Dan bahkan semalaman tidak akan pulang.


"Ibu... Kenapa Ibu pergi secepat ini?. Kenapa Bu?. "


Venus menahan air matanya, Yang mana hampir saja luruh sudah. Dan ingin sekali membuat pipinya basah akan lelehan bening itu. Namun, Venus adalah wanita yang kuat dan tangguh. Ia sangat enggan memperlihatkan kesedihannya di depan umum. Namun, Untuk saat ini rasanya ia tak akan sekuat itu lagi. Sebisa mungkin ia sendiri tak menangis, tapi tetap saja ia tak bisa lagi membendung nya lebih lama. Sehingga air mata itu jatuh tanpa permisi lagi.


Ia pun selalu tersenyum setiap kali anaknya datang. Dan menahan tangisnya kala suaminya memukuli nya. Hanya karena perkara uang saja. Yang selalu suaminya habiskan di meja judi. Wanita paruh baya itu juga, Tak pernah membantah dan tak pernah berkata kasar, Walaupun ia sendiri sering di kasari dan juga sering di caci maki, di rendahkan oleh suaminya.

__ADS_1


"Terimakasih untuk kasih sayang ibu selama ini, Venus janji akan membalas kan perbuatan Ayah ke Ibu. Laki-laki itu perlu di kasih pelajaran bu, Dan maaf kali ini Venus tak akan diam saja. " Venus mengungkapkan rasa kesalnya akan sikap suami ibunya itu.


Pria yang tak berguna, Dan tak pernah bisa di andalkan. Bahkan, ia juga bukan sosok suami yang bertanggungjawab. Yang ada di dalam otaknya hanyalah uang, uang, dan uang saja.


"Ibu istirahat yang tenang ya!. Venus akan baik-baik saja, Sesuai dengan perintah Ibu!. Jika Venus akan hidup dengan baik dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih untuk semua kasih sayangnya bu!. Maafkan Venus yang tak bisa melindungi Ibu dari pria bajingan itu. " Ungkap Venus sembari menghapus lelehan bening nya.


Wanita itu berusaha untuk tetap tegar, Walaupun sebenarnya ia ingin sekali menangis tersedu-sedu saat ini juga. Tapi, ia telah menguatkan dirinya sendiri. Dan membuktikan jika ia bukan lah wanita lemah yang mudah di tindas seperti ibunya.


"Tolong urus jenazah Ibu saya, Sus!. Saya akan memakamkan nya hari ini juga!. " Perintah Venus pada suster disana.

__ADS_1


"Anda boleh menunggu di luar, Nona!." Team medis pun mengucapkan bela sungkawa pada Venus. Atas meninggalnya pasien mereka itu, Yang mereka ketahui adalah Ibu dari Venus sendiri.


__ADS_2