
Setelah semalaman menikmati pesta pernikahan nya. Dan kumpul dengan beberapa anggota keluarga Bagaskara. Meskipun, tidak semuanya bisa hadir. Namun, hal itu masih bisa di maklumi oleh Cici serta Andes. Apalagi, ketidakhadiran kedua abangnya. Yang mana si kembar Z sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Kini, Andes serta Cici akan pergi honeymoon. Menikmati momen berdua yang telah lama di nantikan tentunya. Ya, Andes dan juga Cici memilih honeymoon ke Indonesia. Daerah yang mereka tuju adalah pulau Dewata. Dimana, Keduanya juga telah lama tidak pergi ke Negara kelahiran Mommy nya itu.
"Istirahat lah!. Karena kau harus punya banyak tenaga, Untuk beberapa hari ke depan!. " Ujar Andes yang kini telah bisa menggoda balik istrinya.
Cici pun hanya tersenyum penuh arti. Karena, Ia juga telah menyiapkan kejutan khusus untuk Andes. Dan bukan Cici namanya kalau ia tak memiliki ide konyol. Seribu cara yang ada di dalam otaknya itu. Agar ia bisa membuat seorang Andes hanya bisa pasrah akan kelakuan nya tersebut.
Cici memang sengaja untuk mengambil waktu libur semester, Untuk pernikahannya itu. Sebab, Agar ia tidak perlu lagi mengajukan cuti kuliah. Apalagi, momen liburan nya kini, Cukup panjang. Lantaran ia baru selesai ujian semester ganjil.
"Aku akan selalu punya tenaga, Kalau untuk buat telinga baby. Darling. " Jawab Cici dengan nada suara yang tak di rem lagi.
__ADS_1
Tentu saja, Ucapan Cici barusan mampu membuat beberapa pengawal dan juga pramugari di dalam pesawat, Hanya bisa menahan tawanya masing-masing. Sungguh, Cici memang tak ada duanya. Ia bahkan, Tidak malu sama sekali untuk bicara seperti itu di depan semua orang.
"Kalian sedang menertawakan apa?. " Sentak Andes yang mengalihkan rasa malunya, Dengan meninggikan nada suara. Hingga membuat para pengawal dan juga tiga orang pramugari langsung terdiam.
"Maaf tuan, Tidak ada. " Jawab salah satu pengawal mewakili semuanya.
"Hei... Jangan marah-marah begitu, Darling!. Anggap saja mereka semua ini adalah patung!. " Sahut Cici sambil terkekeh.
Andes masih saja diam. Namun, Cici langsung pindah tempat duduk. Yang tadinya di salah satu kursi penumpang. Tepat di samping Andes, Kini malah memilih duduk di pangkuan suaminya.
"Wah... Disini memang lebih nyaman. " Ujarnya dengan sambil menelusupkan kepalanya di dada bidang suaminya yang tampan itu.
__ADS_1
Bahkan, Cici duduk gak seorang bayi yang sedang ingin minta susu pada Mommy nya saja. Dengan kedua kakinya yang ia lebarkan, Bak minta di gendong saja oleh Andes.
"Sayang to... "
"Hsssssttt....! " Cici langsung menutup mulut Andes dengan jari telunjuknya. Ia juga ikut mendongak, Agar bisa menatap wajah tampan itu dengan sempurna.
"Jangan berisik!. Istri mu hanya ingin tidur saja dengan posisi seperti ini!. " Ucapnya dengan nada pelannya.
"Tapi, sayang ini Sa... "
"Kalau abang banyak protes, Maka aku tidak janji untuk tetap diam di atas sini. " Rupanya gadis cantik yang masih belum sempat tersentuh itu, Sudah bisa mengancam suaminya sendiri. Hingga, Andes pun hanya bisa menghela nafasnya pasrah.
__ADS_1
Sebab, Cici tak akan pernah bisa bercanda jika sudah begini. Yang ada istrinya itu pasti akan berbuat lebih konyol lagi. Tak perduli meskipun di depan semua anggota Andes saat ini. Bukannya Cici yang malu, Namun dapat di pastikan orang yang melihat mereka itulah. Yang akan kena imbasnya.