Istri Liar Tuan Andes

Istri Liar Tuan Andes
Tingkahnya


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sejak dimana Andes dan juga Cici pergi ke pusat perbelanjaan. Saat dimana mereka berdua memutuskan untuk membeli cincin tunangan. Lebih tepatnya Andes yang memaksa adiknya untuk menurut padanya. Walaupun sebenarnya Cici sendiri sangat senang akan keputusan itu. Begitu juga dengan kedua orang tuanya. Dan sekarang keduanya pun sudah resmi bertunangan, Meskipun tanpa adanya pesta besar. Sebab hanya para keluarga saja yang sempat menyaksikan keduanya bertukar cincin.


Hari ini Cici pagi-pagi sekali sudah nampak rapi, Padahal hari ini tak ada jadwal kuliah sama sekali. Karena ini adalah hari weekend.


"Sayang, Mau kemana?. Tumben pagi-pagi begini udah rapi aja?, " Naura mulai menghampiri putri bungsu nya, Dan mengendus-endus tubuh Cici.


"Wangi lagi, Hayo mau kemana nih?. " Naura malah menggoda Cici dengan menyenggol-nyenggol tangan putri bungsu nya itu.


"Mommy, Udah kayak pus aja. Pake di endus-endus lagi. " Cici menghela nafasnya sedikit pelan.


"Jawab dulu!. Mau kemana? " Lagi-lagi Naura kepo akan urusan putrinya.

__ADS_1


Namun, Sebelum menjawab Cici mulai mengedarkan pandangannya. Menelisik ke seluruh ruangan Mension. Untuk mencari keberadaan Daddy nya. Yang sejak tadi belum ia dengar suaranya. Bahkan, Mommy nya saja baru keluar dari kamarnya.


"Daddy, Lagi pergi keluar kota. Ada kepentingan mendadak tadi. " Ujar Naura menjelaskan. Karena ia sudah tahu, Apa yang sedang Cici cari saat ini.


Gadis cantik itu pun hanya manggut-manggut saja. Sambil mengulum senyumnya. "Kalau begitu, Cici boleh pergi sekarang kan, Mom?. " Pamitnya dengan perasaan lega. Sebab, Ia tak perlu memainkan drama lagi di depan Mommy nya sendiri. Apalagi, Daddy nya sedang tak ada di rumah saat ini.


Naura mulai curiga, Saat ia baru sadar jika penampilan putrinya pagi ini begitu terlihat sempurna. Walaupun Cici juga setiap hari selalu berpenampilan cantik dan elegan. Meskipun sebenarnya ia pecicilan, urakan dan bar-bar.


Naura tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Karena mulutnya sudah dibungkam oleh Cici menggunkan telapak tangannya.


"Hussssttt...!. Jangan keras-keras ngomongnya, Mom!. " Ucapnya pelan. Tak ingin di dengar oleh orang lain. Jika ia akan mengunjungi calon suaminya di Apartemen nya sana.

__ADS_1


Sebab, Andes memang tinggal di Apartemen nya sendiri. Sejak ia memutuskan menerima jabatan sebagai CEO di perusahaan milik keluarga nya. Lebih tepatnya lagi, Andes menerima tawaran itu hanya untuk membuat kedua orang tuanya tidak kecewa. Karena kedua putranya sama sekali tidak ingin mengambil alih bisnis Daddy nya. Mereka punya pekerjaan masing-masing, Dan putra pertama mereka juga telah memiliki bisnis nya sendiri juga. Yang mana tak kalah besar dari bisnis Daddy nya sendiri.


"Oke, Mommy akan rahasiakan ini. " Naura pun tahu apa yang putrinya inginkan.


"Thank you so much, Mom. " Cici pun sungguh senang sekali. Sehingga ia mencium Mommy nya berkali-kali.


Setelah itu ia pun pamit pergi, Dengan perasaan yang begitu bahagia nya. Membuat Naura ikut tersenyum bangga pada putri bungsu nya itu. Sekarang mereka juga bisa lega, Karena akhirnya Andes dan Cici bisa bersatu kembali. Meskipun awalnya keduanya sedikit terhalang akan kecamasan dan ketakutan Andes sendiri.


"Hati-hati sayang!. Jangan terlalu ngebut bawa mobilnya!. " Seru Naura sebelum putrinya keluar dari pintu utama.


"Yes, Mom. Jangan khawatir!. " Jawab Cici sambil melambaikan tangannya. Naura hanya menggeleng pelan akan sikap putrinya itu. Ia bisa mengaca dari tingkah Cici. Untuk mengingat tingkah lakunya dulu.

__ADS_1


__ADS_2