Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 16


__ADS_3

Kini sampailah Rayhan di depan kelas yang akan ia tempati, ditemani oleh kepala sekolah yang akan memperkenalkan dirinya pada wali kelas dan teman-teman dikelas tersebut. Ketika berdiri didepan kelas, mata Rayhan menatap seseorang yang tadi menolong nya, betapa senang nya Rayhan ketika tahu kalau ia satu kelas dengan Rio. Setelah ia memperkenalkan diri nya didepan kelas kini ia menghampiri tempat duduk Rio, kebetulan bangku disebelah Rio kosong maka dari ini ia akan duduk disitu.


"hai... kita bertemu lagi,, ga nyangka aku bisa satu kelas sama kamu." ucap Rayhan ketika sudah duduk disebelah Rio.


"ia seneng banget aku bisa sekelas sama kamu,, semoga kita bisa berteman baik yaa..." sahut Rio sambil tersenyum.


Kini kedua nya mengikuti pelajaran sampai memasuki jam istirahat Rio mengajak Rayhan untuk ke kantin bersama. "kamu ga ajak temen-temen yang lain??" tanya Rayhan karena heran melihat Rio yang terlihat cuek dengan teman-teman dikelas nya. setelah mengajak Rayhan ke kantin, Rio langsung keluar dari kelas nya.


"nanti aku cerita di kantin aja ya... sekarang kita ke kelas Abang ku dulu yuuuk." ucap Rio sambil berjalan ke arah kelas Leon yang diikuti oleh Rayhan. Sesampainya di kelas Leon, Rio langsung mengajak sang kakak dan Rayhan ke kantin. Setelah sampai kantin mereka memesan makanan dan setelah itu mereka menuju sebuah meja dan makan sambil berbincang disana.


"Rio, kamu belum jawab pertanyaan aku yang tadi loh..." ucap Rayhan yang mengingat jika Rio belum menjawab pernyataan.


"oh itu,, iya teman-teman dikelas tidak mau berteman dekat dengan ku karena mereka menganggap jika aku dan abang ku adalah anak yang ditinggalkan oleh ayah kami karena ayah kami tidak menginginkan kami." ucap Rio sambil tertunduk, jujur Rio akan sangat sedih jika mengingat sang ayah yang tega meninggalkan ia, Leon dan sang ibu hanya demi wanita lain.


Rayhan menatap Rio dengan tatapan penuh tanya dan tatapan nya itu dilihat oleh Leon. "ayah kami pergi dengan wanita lain dan meninggalkan aku, Rio, dan bunda sendirian." ucap Leon yang mengerti akan tatapan Rayhan.

__ADS_1


Rayhan menutup mulutnya tidak menyangka, ia tidak habis pikir jika ada ayah yang tega seperti itu dan untung nya ia memiliki ayah yang begitu menyayangi nya. "kau sudah tau semua nya Ray,, dan aku tidak akan memaksa mu untuk menjadi temanku. Kau boleh seperti anak-anak lain nya yg ada dikelas, kau boleh menjauhiku." ucap Rio dengan tersenyum kecut.


"tidak, bukan begitu maksud ku. aku senang berteman dengan kalian. kalian orang baik, aku tidak perduli tentang hal itu. maukah kalian tetap menjadi temanku?? atau bisa kah kau bersahabat dengan ku??" tanya Rayhan menatap mantap kedua kakak beradik itu.


"sungguh kau ingin menjadi sahabat ku??" Rio bertanya balik dengan mata yang berbinar, ia tidak menyangka jika akan ada orang yang mau berteman dengan nya.


"iya tentu saja... kenapa tidak". Rayhan tersenyum hangat. Leon yang melihat adik nya bahagia pun ikut tersenyum. "baiklah kau juga akan menjadi adik ku kalau begitu Ray. aku juga akan melindungi seperti aku melindungi Rio." ucap Leon yang membuat Rayhan menjadi terkejut.


"benarkah?? berarti sekarang aku punya seorang Abang??" tanya Rayhan yang dibalas anggukan oleh Leon.


Setelah pembicaraan itu selesai, selesai juga acara makan mereka di kantin tapi mereka tetap memilih berada disana sambil mengobrol dan bercanda tawa sampai jam istirahat usai. Rayhan yang bahagia memiliki teman baru begitu pula dengan Rio yang pada akhir nya ada juga yang mau berteman dengan nya tanpa memperdulikan status nya yang tidak memiliki ayah di sampingnya.


"kamu dijemput siapa Ray??" tanya Rio.


"aku dijemput sama tukang ojek langganan bisa karena Daddy ku sedang bekerja." sahut Rayhan sambil celingukan melihat sekitar apakah jemputan nya sudah datang atau belum .

__ADS_1


"Lalu mama mu kemana? apa bekerja juga??" tanya Rio lagi yang memang memiliki tinggal kekepoan yang tinggi.


"mommy ku sudah meninggal sejak usia ku 2th." sahut Rayhan tersenyum kecut.


"oh maaf Ray,, aku tidak tahu. kamu jangan sedih ya..." ucap Rio sambil mengusap punggung Rayhan. yang dibalas anggukan oleh Rayhan.


"nah itu bunda." ucap Leon yang melihat mobil ibunya terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri. membuat Rio, Leon dan Rayhan menghampiri sang ibu. Ketika sampai didepan mobil sang ibu, Rio memperkenalkan Rayhan sebagai sahabat baru nya.


"halo ganteng... kenalin nama Tante Luna. Tante bunda nya Leon dan Rio." ucap Luna sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Rayhan.


"bunda, boleh ga kalo kita makan es krim dulu sebelum pulang?? sekalian ajak Rayhan sebagai tanda awal persahabatan gitu. ucap Rio dengan senyum yang menampakkan deretan gigi nya.


"boleh kalo Rayhan nya mau." sahut Luna sambil tersenyum. Bersamaan dengan itu jemputan Rayhan datang.


"duuuh gimana yaa?? jemputan aku udah Dateng ni Rio..." ucap Rayhan yang bimbang

__ADS_1


"ikut aja yuuuk... sebentar kok, nanti pulang nya kita anterin deh. iya kan Bun??" paksa Rio yang di balas anggukan oleh Luna.


"yawdh deh aku bilang dulu yaa sekalian mau ngabarin Daddy kalo aku pulang telat " ucap Rayhan berjalan ke arah jemputan nya berada. Setelah berbicara pada supirnya yang menggunakan motor untuk mengikuti dari belakang, Rayhan kembali ke tempat Rio dan Leon berada. ia setuju untuk ikut makan eskrim bersama mereka tapi supir nya tetap mengikuti dari belakang akan nanti ketika pulang Rayhan tidak merepotkan Rio serta bunda nya karena harus mengantar nya dulu.


__ADS_2