Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 55


__ADS_3

"taa-tapiii..." Luna tidak melanjutkan ucapannya membuat Harold melepaskan pelukan nya dan menatap luna.


"katakan yang ingin kamu katakan, aku ingin kamu terbuka tentang apa yang kamu inginkan dan kamu rasakan." ucap Harold lembut.


"tii-tiiidakk, aku tidak ingin mengatakan apapun."


"kapan Abang akan kembali ke kota??" Luna mengalihkan pembicaraan.


"apa kau mengusir ku??" apa kau tidak ingin melihat ku disini??" Harold balik bertanya.


"bu-bukan begitu maksudku,.." seperti biasa, Luna tidak bisa melanjutkan ucapannya. ia bingung harus mengungkapkannya seperti apa.


"lalu??" Harold menaikkan sebelah alisnya, menanti kalimat apa yang akan keluar dari bibir Luna.


"tidak ada bang, lupakan saja." ucap Luna bangun dari duduknya .


"apa kamu mau ikut denganku??" tanya Harold mampu menghentikan langkah sang istri .

__ADS_1


"apa boleh??" spontan Luna menengok dan menatap Harold dengan mata yang berbinar .


Harold bangkit dari duduk nya dan mendekati Luna, ia merapikan anak rambut sang istri yang sedikit berantakan. "kenapa tidak bilang jika mau ikut??" ledek Harold membuat pipi Luna memerah menahan malu.


"bereskan lah barang-barangmu jika kamu ingin ikut." lanjutnya lagi sambil berjalan keluar meninggalkan Luna sendirian didalam kamar.


"aku ingin ikut tapi aku malu...dan bagaimana dengan anak-anak??" cicitnya dengan pikiran nya sendiri.


Harold memilih keluar kamar untuk menemui anak-anaknya yang sedang bermain dengan sang mertua.. Sesampai di teras rumah Harold melihat anak-anaknya yang sedang bersenda gurau dengan kakek dan neneknya, ia pun langsung ikut bergabung bersama mereka. Ia bersyukur mendapatkan mertua yang mau menerima kehadiran Rayhan dengan baik.


"sudah siap?" tanyanya pada Luna yang datang menghampiri mereka.


"bagaimana dengan kami??" kini giliran Rio yang bertanya. ketiga bocah itu menatap bingung sang Daddy


"jika kalian masih ingin di sini yaa silahkan, jika mau ikut juga boleh." sahut Harold dengan entengnya.


"dih mana bisa begitu??" tanya Rayhan.

__ADS_1


"kenapa tidak bisa?? terserah kalian mau dimana, yang jelas bunda akan tetap selalu bersama Daddy." ucapan enteng Harold sambil merangkul pinggang ramping Luna membuat pipi Luna merona.


"ciih Daddy bucin" ledek Rayhan dan ternyata perdebatan di antara kedua ayah dan anak itu ditambah Rio dan Leon yang ikut menimpali. Sedangkan Luna, sang ayah dan ibunya hanya bisa tertawa melihat tingkah keempat pria itu.


"sudah sudah.... lebih baik kalian disini saja bersama kakek dan nenek." ayah Luna menengahi perdebatan keempatnya.


"nah itu ide yang bagus" semangat Harold .


"taaa-piii...." sahut Rayhan.


"bukankah kalian ingin punya adik perempuan??" tanya sang nenek yang di balas anggukan oleh ketiganya.


"jika begitu biarkan Daddy dan bunda kalian kembali ke kota berdua dan kalian bersenang-senang disini bersama kakek dan nenek " lanjutnya lagi.


"baiklah..." sepakat ketiga bocah itu.


Setelah makan siang bersama Harold dan Luna berpamitan untuk kembali ke kota sedangkan Rayhan, Rio dan Leon menetap hingga liburan selesai. Kini hanya ada keheningan didalam mobil yang ditumpangi oleh Harold dan Luna. Harold yang mulai sibuk dengan handphone dan Luna yang bingung harus mulai pembicaraan dari mana membuat keduanya asik dengan dunia masing-masing membuat supir yang mengendarai mobil tersebut sesekali melirik mereka melalui kaca spion yang berada di atas kepalanya. Ia merasa aneh dengan kedua Majikan, "bukankah mereka baru saja menikah?? lantas kenapa saling cuek seperti orang yang tidak memiliki hubungan apapun??" itulah yang ada didalam pikiran sang supir.

__ADS_1


hingga akhirnya......


__ADS_2