Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 50


__ADS_3

Keesokan paginya Luna bangun lebih dulu, ia kaget melihat sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya, pasalnya seingat Luna ia tertidur didalam kamar mandi. Melihat tubuh polosnya ia perlahan menyingkirkan tangan kekar itu dan berlalu kedalam kamar mandi. Tak lama kemudian Harold bangun dan tidak mendapati Luna disisinya membuatnya takut, "apakah Luna pergi sebelum aku bangun??"pikir Harold tapi mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi membuatnya bernapas lega.


Luna keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan pakaian rapih. mendengar suara pintu terbuka Harold langsung menoleh "lun ada yang ingin...."


"Abang mandi lah dulu, aku akan menyiapkan pakaian Abang" Luna memotong ucapan Harold dan berlalu ke koper mereka. Harold menghela nafasnya dan berlalu masuk ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi Harold sudah melihat pakaian yang telah Luna siapkan di atas tempat tidur tapi ia tak melihat Luna yang berada di sana.


Luna berdiri di balkon sambil terus terbayang-bayang kejadian semalam, semakin mengingatnya semakin membuat hati Luna sakit.


"maafkan aku." ucap Harold sambil memeluk Luna dari belakang, Luna dengan cepat menghapus air matanya.


"maafkan aku, aku tau aku...."


"bisakah kita kembali ke rumah saja??" Luna memotong ucapan Harold. entah kenapa ia tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Harold.


"tapi liburan kita masih ada dua hari lagi kan??" tanya Harold.


"tapi aku merindukan anak-anak" jawabannya.


"lebih baik kita sarapan dulu, baru kita bahas ini lagi." ucap Harold sambil mencium leher Luna

__ADS_1


"baiklah" sahut Luna sambil menghindar dan melepaskan pelukan Harold.


Mendapat perlakuan seperti itu Harold menghela nafasnya panjang dan menjalan mengikuti Luna. Sampai di restoran hotel mereka makan dengan keheningan, tak ada yang membuka pembicaraan antara keduanya. hingga ponsel Luna berdering dan ternyata itu panggilan Vidio call dari Leon membuat Luna tersenyum.


"siapa yang telpon??" tanya Harold penasaran karena melihat senyuman Luna. sedangkan yang ditanya tidak menjawab sama sekali, Luna hanya melirik Harold lalu mengangkat panggilan masuk nya.


"buuuuundaaaaa....." teriak Rayhan, Rio dan Leon bersamaan ketika panggilan sudah diangkat.


"aku rindu bunda" rengek Rio. Mendengar suara anak-anak, Harold langsung berpindah tempat duduk ke samping Luna.


"hai para jagoan Daddy." sapa Harold pada ketiganya.


"mungkin lus..."


"setelah sarapan kami akan pulang" Luna memotong ucapan Harold membuatnya langsung menoleh menatap Luna. Setelah panggilan Vidio call itu berakhir, Luna memutuskan untuk kembali ke kamar dan merapihkan semua barang bawaannya.


"kita perlu bicara!" ucap Harold tegas sambil menutup koper yang sedang dipegang oleh Luna. Luna tak mengatakan apapun, ia hanya menatap Harold.


"ayo kita duduk dulu." Harold menggandeng tangan Luna dan menuntunnya untuk duduk di sofa yang berada dikamar itu. Luna hanya mengikuti Harold tanpa mau bicara apapun.

__ADS_1


"lun maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti perasaan semalam." ucap Harold sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Luna.


"a-aku.."


"ga apa-apa kok bang, aku paham. aku juga ga bermaksud menggantikan posisi mending mbak Hana di hati Abang" akhirnya Luna angkat bicara


"aku juga sadar jika pernikahan kita hanya sebatas karena anak-anak" lanjutnya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"bukan, bukan begitu maksudku. sudah ku katakan kemarin bukan jika kita bisa mulai belajar saling mengenal dan mencintai. Dan maaf untuk semalam, aku benar-benar terbawa suasana" Harold penuh penyesalan.


"bisakah kita pulang sekarang??" Luna mengalihkan pembicaraan.


"lun tolong jangan seperti ini, kita selesai dulu ini baru aku akan ikuti apa kemauan mu." ucap Harold yang mulai menahan emosinya karena sejak pagi Luna selalu mengalihkan pembicaraan.


"aku ga apa-apa kok bang, anggap aja itu ga pernah terjadi." jawab Luna dengan senyuman.


"yakin kamu ga marah lagi??" tanya Harold yang hanya dibalas anggukan oleh Luna.


"terimakasih, aku janji kejadian semalam tidak akan terulang lagi." janji Harold sambil mencium kening Luna. Luna hanya tersenyum kaku, entah apa yang hati nya rasakan saat ini tapi yang jelas ia hanya ingin pulang dan memeluk anak-anak karena hanya dengan memeluk anak-anak hati Luna dapat sedikit tenang.

__ADS_1


__ADS_2