Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 35


__ADS_3

"eeee---eeeeeehhhh... engga,, aku ga bilang apa-apa kok dad" ucap Rayhan dengan nyengir kuda nya.


"duduk sini son bersama Daddy,, sudah lama kita tidak ngobrol" ucap Harold sambil menepuk pelan sisi sebelahnya duduk agar Rayhan pindah duduk ke sampingnya. Tanpa berucap apapun Rayhan langsung duduk disebelah Harold.


"apakah kamu merindukan mommy son??" tanya Harold tiba-tiba yang membuat Rayhan menatapnya.


"sebelum bertemu Bunda Luna aku selalu merindukan mommy, aku selalu iri melihat anak-anak lain yang sekolah di antar oleh ibu mereka." Rayhan tertunduk sambil menghela nafas. "tapi ketika bertemu Bunda dan dia mengizinkanku memanggilnya bunda,, rasa rindu ku terhadap sosok mommy hilang dad." lanjutnya lagi.


"apa kamu sudah melupakan mommy dengan hadirnya Luna??" tanya Harold.


"Daddy bercanda ya?? mana mungkin aku melupakan orang yang telah melahirkan dan sangat menyayangi ku dad." jawab Rayhan. "walaupun aku menyayangi bunda tapi mommy tetaplah orang nomer satu di hatiku dad." jelas Rayhan.

__ADS_1


"apa kamu ingin jika Bunda menjadi ibu sambungmu son??" tanya Harold tiba-tiba. ia menatap mata sang putra, ia ingin melihat kejujuran di mata putranya.


"walaupun aku sangat menginginkannya tapi aku tidak bisa memaksa Daddy untuk menjadikan Bunda sebagai Bunda sambungku kan??" tanya Rayhan.


"kamu tau son,, Daddy bisa melakukan apapun untuk mu" Harold mengusap kepala Rayhan.


"bahkan Daddy tidak bisa menjauhi wanita ular itu demi aku" perkataan Rayhan yang sukses membuat Harold terdiam, yaa pasalnya sudah lama Rayhan meminta hal itu tapi tidak Harold lakukan.


"lagipula bunda sudah bilang jika bunda akan tetap menjadi bundaku walaupun tidak selalu tinggal satu rumah denganku." sambung Rayhan.


"jika tidak ada lagi yang ingin Daddy bicarakan,, aku akan tidur dad." rayhan membuyarkan lamunannya sambil ia beranjak menuju tempat tidurnya. Harold mengikuti Rayhan dari belakang. "tidurlah son." ucap Rayhan sambil menyelimuti tubuh Rayhan yang sudah berbaring. "besok Daddy akan mengantarmu ke sekolah." setelah berucap Harold mencium kening putranya dengan sayang.

__ADS_1


Disisi lain setelah memastikan anak-anaknya sudah tertidur, Luna kembali ke meja kerjanya. Ia masih harus menyelesaikan karya tulisnya yang harus terbit beberapa hari lagi. Ditengah fokusnya tiba-tiba terlintas dipikirannya tentang keinginan Rayhan yang juga keinginan kedua putranya tapi Luna juga tidak ingin berharap lebih. Ia tahu pasti akan sangat menyakitkan bila ia harus menikah lagi tanpa cinta tapi ia juga tidak bisa melihat anak-anaknya bersedih. Tak ingin larut dalam pemikirannya yang belum tentu terjadi, Luna melanjutkan pekerjaannya sampai ia tertidur di meja kerjanya.


Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan Harold semalam, ia mengantar Rayhan ke sekolah dan ketika mereka sampai di gerbang sekolah mereka bertemu dengan Luna, Leon dan Rio yang juga baru sampai.


"selamat pagi bunda," sapa rayhan sambil tersenyum manis menatap Luna.


"pagi jagoan." balas Luna. begitu pula dengan Rio dan Leon yang menyapa Harold.


"yasudah kami masuk dulu yaa dad, Bun." pamit Leon pada Harold dan Luna.


"kalian belajar yang rajin yaa...." Luna mengusap sayang kepala ketiga bocah itu. "dan Leon, jaga adik-adik kamu dengan baik ya..." lanjut Luna lagi yang dibalas anggukan oleh Leon. Setelah bocah itu masuk kedalam sekolah, tinggallah Harold dan Luna sedangkan Roki berdiri agak jauh dari mereka dan timbullah kecanggungan di antara keduanya.

__ADS_1


"baiklah tuan, saya permisi dulu." Luna pamit memecah keheningan di antara keduanya.


"perlu di antar??" Harold mengajukan penawaran pada Luna yang membuat Luna kaget menatapnya. "tumben sekali tuan sombong ini menawarkan tumpangan" tanya Luna dalam hatinya.


__ADS_2