
"kamu istirahat disini dulu ya... aku mau siap-siap meeting." ucap Harold sambil melepaskan penyatuannya dengan sang istri dan beranjak bangun. Tapi sebelum ia meninggalkan kasur, Luna lebih dulu menarik tangannya .
"Abang ga lama kan??" tanya Luna malu-malu.
"enggak sayang,, hanya meeting dengan staf." sahutnya di akhiri dengan ciuman lembut dibibir sang istri.
"atau kalau kamu bosen,, kamu boleh susul aku ke ruang meeting." sambungnya lagi sambil mengelus Surai Luna, membuat Luna tersenyum.
Setelah selesai bersiap, Harold pamit kepada Luna dengan kecupan hangat di dahi sang istri yang masih merebahkan tubuhnya di kasur. Sepeninggalan sang suami Luna memilih merebahkan dirinya dulu sebelum ia bersiap kembali.
Harold masuk ke ruang meeting dengan wajahnya yang lebih segar, tidak seperti biasanya. "si boss seger banget ya.. beda banget dari hari-hari biasanya." "iyalah, sekarang kan udah ada istrinya." sedikit gosip-gosip dari stafnya yang sudah berada di ruangan itu .
Sedangkan Luna yang sudah selesai bersiap memilih untuk duduk di sofa yang berada di ruangan Harold. "aku lupa laptopku masih ada di mobil, tapi mobil itu diparkir dimana ya??" "mana aku ga punya nomer supirnya lagi." Luna terus berpikir.. "ohiya tadi aku liat handphone Abang tertinggal, apa aku minta tolong Roki aja ya?? tapi kan ia sedang ikut Abang meeting, tapi ga apa-apa kali ya dari pada bosan " Luna terus berkutat dengan pikirannya hingga ia memutuskan untuk menelepon Roki menggunakan handphone sang suami.
__ADS_1
Meeting sedang berjalan, namun suara handphone Roki yang lupa ia senyapkan membuat fokus semua orang beralih. Semua orang yang ada di ruangan itu menatap Roki termasuk Harold.
"maaf semuanya" ucap Roki tak enak.
"maaf tuan, nomer anda yang menelpon" ucapnya lagi membuat Harold merogoh kantong nya.
"oh iya handphone saya tertinggal diruangan, mungkin itu Luna yang membutuhkan sesuatu." sahut Harold .
"cepat angkat " titahnya lagi, Roki mengangguk dan memilih untuk keluar mengangkat panggilan tersebut sedangkan Harold melanjutkan meeting nya.
"sudah?" tanyanya pada Roki yang baru saja masuk .
"sudah tuan, nyonya meminta laptop nya yang tertinggal di mobil dan saya sudah menelepon supir untuk mengantarnya keruangan anda ." jelas roki yang hanya dibalas anggukan oleh Harold.
__ADS_1
Akhirnya meeting itu pun selesai. sebelum meninggalkan ruang meeting, Harold meminta Roki untuk menyiapkan makan siang untuknya dan sang istri.
Mendengar suara pintu terbuka membuat Luna menoleh dan tersenyum, "udah selesai bang??" tanyanya kala melihat sang suami lah yang masuk.
"sudah" Harold mendudukan dan menyandarkan dirinya disamping Luna.
"capek yaa??" tanya nya sambil mengelus rahang sang suami, entah kenapa Luna sangat suka mengelus rahang tegas itu.
Harold memejamkan matanya menikmati sentuhan sang istri. "jangan memancingku, sayang" sahutnya dengan nafas yang sedikit memberat. Luna menghentikan usapannya
"siapa yang memancingnya, aku kan hanya bertanya." cicitnya yang masih terdengar oleh Harold membuat Harold terkekek kecil.
"kamu memang hanya bertanya, tapi sentuhan tangan kamu yang hangat membuat......" Harold menghentikan ucapan nya, menegakkan tubuhnya menghadap kearah sang istri dan mengelus pipinya. Menggeser duduknya hingga menepis jarak antara dirinya dan sang istri. "kangen sama kamu" bisik Harold sensual membuat Luna merona. Tanpa basa-basi Harold menyatukan bibir keduanya dengan lembut. Ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi panas dan menuntut, entah bagaimana caranya kini Luna pun sudah berada di pangkuan sang suami dengan tangan Harold yang sudah menjelajah kemana-mana.
__ADS_1
Sepasang manusia yang sudah lama tidak tersentuh karena status keduanya yang memang sendiri-sendiri.. Harold yang memang memiliki hubungan dengan Angel dan pernah melakukan hubungan badan dengannya tapi ia merasakan sesuatu yang berbeda ketika berhubungan dengan luna yang membuat nya candu.
hingga tiba-tiba......