
Sesampainya di sekolah sang putra, Harold berdiri didepan mobilnya sambil memakai kacamata hitam membuat ibu-ibu yang berada disana saling berbisik "siapa laki-laki tampan ini??",, "jemput siapa yaa??", "sudah berumur sih... tapi tetap terlihat cool" itulah beberapa percakapan ibu-ibu yang baru pertama kali melihat Harold pasalnya memang Harold tidak pernah datang ke sekolah sang putra. Tak lama kemudian Rayhan berjalan keluar gerbang sekolah bersama Rio dan juga Leon, tak sengaja Rio melihat Harold.
"Rey.. itukan Daddy.." Rio menyenggol siku Rayhan yang membuat Rayhan menoleh ke arah yang dimaksud Rio. Setelah melihat sang daddy ketiga bocah itu langsung berjalan menuju Harold,, dengan senyum yang mengembang Harold menanti mereka. "hai... apa kabar anak-anak??" tanya Harold ketika ketiga bocah itu sampai dihadapan nya.
"kami baik dad" jawab Leon sambil menyalami tangan Harold disusul Rayhan dan juga Rio.
"Sedang apa Daddy disini??" tanya Rayhan.
"tadi Daddy habis ada meeting disekitar sini jadi ya Daddy pikir sekalian saja menjemput mu" bohong Harold yang hanya di tanggapi oh saja oleh Rayhan. Ketika mereka sedang mengobrol kecil datanglah Luna. "maaf bunda terlambat." sesal Luna.
"tidak apa Bun,, kami juga baru keluar kok." jawab Rio.
"Selamat siang tuan Harold" sapa Luna yang hanya dibalas anggukan oleh Harold.
__ADS_1
"Bun boleh ga kalau sebelum pulang kita makan eskrim dulu?? hari ini panas banget Bun." ajak Rio yang disetujui oleh Leon.
"boleh,, kalau gitu ayo kita berangkat" semangat Luna tapi tetap masih memperhatikan Rayhan yang terus saja diam.
"Bun aku boleh ikut ga??" tanya Rayhan lirih sambil menundukkan kepalanya. Luna menatap Harold meminta persetujuan,, ia tidak enak jika langsung mengiyakan permintaan Rayhan sedangkan disana juga ada sang daddy.
"hei kenapa nunduk gitu Rey?? kamu sakit yaa?? kok lemes banget??" pernyataan Luna beruntun sambil mengangkat dagu Rayhan.
"Daddy ikut ya... Daddy juga lagi pengen ni yang dingin-dingin." pinta Harold dengan semangat membuat ketiga bocah itu menatapnya tak percaya.
"kenapa kalian lihat Daddy kaya gitu?? kalo Daddy ga boleh ikut yawdh Daddy pulang aja." merajuk Harold.
"eh kok gitu sih dad??" heran Leon.
__ADS_1
"paman Roki,, tadi pagi paman kasih sarapan apa ke Daddy?? kok Daddy jadi begini??" oh ya ampun.... pertanyaan polos Rayhan yang sukses membuat semua orang yang ada disana tertawa. Roki menoleh menatap Harold, ia tidak berani menjawab pertanyaan Rayhan. Ia takut salah jawab malah berakibat fatal,,
"sudah-sudah... ayo kita makan eskrim dan makan siang bersama,, kebetulan Daddy juga laper ni..." ucap Harold tiba-tiba.
"Daddy yakin mau ikut?? kita mau jalan kaki loh dad ke kedai eskrim di seberang sana." Rayhan menunjuk kedai eskrim nya.
"lest go...." semangat Harold yang berjalan duluan di ikutin oleh Luna dan ketiga bocah itu. dimana Roki??? Roki sedang memindahkan mobil Harold dan juga mobil Luna ketempat yang aman.
Sesampainya di kedai eskrim mereka memesan eskrim dan beberapa cemilan. Harold dan Luna menatap ketiga bocah itu yang tengah asik memakan eskrim mereka sambil bercanda tawa. "bahagia sekali aku melihat mereka bisa tertawa seperti ini" batin Luna tersenyum sambil terus menatap mereka.
"Jika dilihat-lihat wanita ini cantik juga ya... wajah nya natural, tidak terlalu banyak make up tidak seperti angel yg memakai make up sangat tebal" ujar Harold dalam hati sambil memandang Luna sedangkan yang dipandang tidak sadar.
apakah Harold mulai menyukai Luna???
__ADS_1