Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 51


__ADS_3

Sesampainya di pekarangan rumah sudah terlihat ketiga bocah yang sedang menunggu kedatangan kedua orang tua mereka. Melihat pintu mobil terbuka, Rayhan langsung menghampirinya disusul oleh Rio dan Leon.


"bagaimana liburan nya Bun??" tanya Rayhan


"liburan apa?? kami baru berangkat kemarin sore dan sekarang sudah kembali lagi" bukan Luna yang menjawab melainkan Harold yang berjalan kesamping Luna.


"apakah kami mengganggu liburan kalian??" tanya Leon.


"tentu saja t----...."


"ya kalian sangat mengganggu..iya kan sayang??" Harold kembali menjawab pertanyaan yang bukan untuknya sambil merangkul pinggang ramping Luna.


"tidak kok sayang... kami sama sekali tidak merasa terganggu " kini Luna yang angkat bicara membuat Harold mendengus kesal dan mengalihkan pandangannya


"hayoooo Daddy berbohong " goda Rayhan.


"mana ada Daddy berbohong " elak Harold yang akhirnya menjadi perdebatan antara keempat pria itu membuat Luna tersenyum. Hati Luna selalu menghangat jika melihat perdebatan diantara mereka, ia tidak pernah menyangka ternyata ada laki-laki yang tulus menerima anak-anak nya.


"hey kenapa Daddy dan bunda nya ga di ajak masuk??" datangnya ayah Luna membuat candaan mereka terhenti.


"eh iya,, lupa kek" sahut Rio menunjukkan senyum lima jari nya

__ADS_1


"ya sudah ayo masuk." sebelum masuk tidak Lupa Luna dan Harold menyalami tangan sang ayah.


"Bun kata Oma dan opa, kami bisa punya adik. apa itu benar??" tanya Rayhan tiba-tiba,, bocah itu memang menginginkan adik sejak lama.


"tentu saja. mau punya Adik berapa kalian??" lagi-lagi Harold yang menjawab


"mungkin satu atau dua adik perempuan akan seru." bayang Rio.


"sebentar lagi kan kalian masuk sekolah lagi,, lebih baik kalian memikirkan sekolah dulu ya .." Luna mengalihkan pembicaraan.


Entah kenapa saat ini Luna sedang tidak ingin membicarakan akan mempunyai anak lagi, trauma terhadap laki-laki dan kejadian semalam yang membuat Luna enggan memiliki anak lagi tapi ia pun tidak akan bisa menolak rezeki yang Tuhan berikan.


Karena masih siang,, Harold dan Luna memutuskan untuk mengajak anak-anaknya pergi ke taman rekreasi yang ada di kampung tersebut. Menghabiskan waktu bersama itu menjadi pilihan terbaik saat ini, sambil mendekati Luna lagi pikir Harold. Ia tidak ingin berlama-lama perang dingin dengan Luna.


"kamu mau pesan apa lun??" tanya Harold.


"samakan saja" jawab Luna acuh yang membuat ketiga anaknya menatap nya.


"ada masalah apa Bun??" Tanya Rayhan penasaran dengan sikap Luna.


"apa Daddy menyakiti mu??" tanya nya lagi. Sedangkan Rio dan Leon menatap sang bunda dengan penasaran, menantikan jawaban apa yang akan keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"tidak ada apa-apa sayang, Bunda hanya ingin makan makanan yang sama dengan Daddy" bohong luna sambil tersenyum menatap ketiganya. Padahal ia masih enggan bicara panjang lebar pada Harold.


Setelah makanan pesanan mereka datang, mereka mulai menyantap nya sesekali membicarakan wanaha apa yang anak mereka naikin nanti sedangkan Luna masih banyak diam dan hanya memperhatikan keempat pria yang ada di hadapannya.


"ayo habiskan makanan kalian jika ingin cepat bermain" hanya kata itu yang Luna keluarkan. Dan dengan segera keempat pria itu menghabiskan makanan nya terutama anak-anak yg sudah sangat ingin bermain.


Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan ketaman hiburan, sesampainya di sana hanya Harold, Rayhan, Rio dan Leon yang bermain. Sedangkan Luna memilih untuk duduk tak jauh dari wahana mereka bermain. Melihat perubahan sikap sang bunda, selesai bermain Leon buru-buru menghampiri sang bunda.


"ada masalah apa Bun??" tanya Leon yang langsung duduk disebelah nya .


"kamu ngagetin aja." balas Luna sambil mengusap dadanya.


"kenapa bunda bengong?? apa ada masalah?? atau Daddy menyakiti bunda??" tanya Leon lagi bertubi-tubi membuat Luna tersenyum, Luna paham betul bagaimana sifat anaknya yang satu ini.


"ga ada apa-apa kok sayang... bunda hanya sedikit lelah aja"


"sungguh?? tapi dari tadi aku lihat bunda lebih banyak diam."


"bunda diam karena merasa sedikit capek aja sayang..." Luna mengusap sayang kepala Leon.


"kamu tenang aja ya... semua baik-baik aja kok,, Daddy juga baik banget sama bunda seperti Daddy baik sama kalian" jelas Luna

__ADS_1


"Leon cuma ga mau ada yang nyakitin bunda lagi" Leon langsung memeluk sang bunda. Sama seperti Luna, Leon pun memiliki trauma tersendiri karena ia melihat bagaimana ayahnya dulu menyakiti sang bunda dan ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga sang bunda dan juga Rio..


__ADS_2