Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 21


__ADS_3

Keesokan harinya. Seperti biasa, setelah sarapan Luna mengantar anak-anak nya ke sekolah sebelum ia pergi bekerja. Ia bekerja di sebuah kantor penerbit, menjadi penulis novel dan beberapa berita adalah pekerjaan nya.


Sesampainya di depan gerbang sekolah, Luna, Leon dan juga Rio bertemu dengan Rayhan yang baru saja datang. "Selamat pagi Tante..." sapa Rayhan ramah. "pagi anak ganteng".Luna membalas sapaan Rayhan sambil mengelus lembut rambut bocah itu. Setelah saling sapa, Luna menyuruh ke tiga bocah itu masuk ke kelas mereka dan tidak lupa juga Luna berpesan agar mereka belajar dengan benar.


Setelah memastikan anak-anaknya masuk kedalam sekolah baru lah Luna pergi dari situ menuju ke kantor nya. Sesampainya dikantor Luna mendapat kabar bahwa CEO ditempat nya bekerja akan berkunjung, selama bekerja disana Luna belum pernah melihat CEO nya secara langsung dan mungkin hari ini ia akan melihat nya.


Luna kembali ke meja kerja nya, menyelesaikan tulisan nya yang tertunda semalam. Ketika tengah asik berkutak dengan layar didepan nya, Luna dikagetkan oleh seseorang. "Lun bisa tolong liput berita yang lagi viral itu ga??" ucap atasan Luna yang membuat Luna kaget. "ga lama kok,, sebentar aja lun. abis itu kamu bisa free dan lanjutin nulis nya dirumah." lanjutnya lagi.


"beneran pak??" tanya Luna antusias. Pikir Luna jika ia bisa pulang lebih awal berarti ia memiliki banyak waktu untuk memperhatikan kedua putra nya. Setelah mendapatkan jawaban dari sang atasan Luna langsung pergi meninggalkan kantor, meliput berita yang lagi viral dengan begitu bersemangat. Ia tidak sabar ingin cepat selesai dan menjemput anak-anaknya disekolah.

__ADS_1


Setelah meliput, tepat pukul 13.00 waktu nya


anak-anak pulang sekolah. Ia langsung bergegas menjemput mereka, sesampainya di depan gerbang sekolah ternyata sudah berdiri tiga anak laki-laki yang sedang menunggu Luna. "loh Rayhan blom pulang??" tanya Luna ketika melihat Rayhan masih bersama dengan anak-anaknya.


"Ray mau main kerumah kita Bun,, boleh kan??" bukan nya Rayhan yang menjawab, malah Rio yang bertanya pada sang bunda. Luna tersenyum manis, "boleh kok,, yuuk naik ke mobil..." ucap Luna sambil membuka pintu mobil dan mempersilahkan ketiga bocah itu masuk ke dalam mobil. Setelah memastikan mereka duduk dengan tenang baru lah Luna menjalankan mesin mobilnya menuju rumah.


Sesampainya di rumah Luna langsung memasak untuk ketiga bocah itu, lalu makan bersama. Dalam sesi makan bersama Rayhan lebih banyak diam, menikmati makan siang nya dengan penuh penghayatan. "kenapa Ray?? makanannya ga enak yaa??" tanya Rio memecah keheningan di antara mereka yang sukses membuat Luna dan Leon menatap Rayhan, menunggu jawaban darinya.


"terimakasih Tante." ucap Rayhan sambil menghapus air mata nya dan mengangkat sedikit kepala nya. "kamu juga boleh panggil Tante dengan sebutan bunda jika kamu mau." Luna membelai sayang rambut Rayhan. "apa boleh??" tanya Rayhan sambil menatap Leon dan Rio, ia takut jika kedua kakak beradik itu keberatan.

__ADS_1


"kenapa engga?? Abang juga kan udh anggep kamu kaya Ade Abang sendiri, kaya Rio. iya kan Yo??" Leon menatap Rio. "iya Ray,, gpp kok. aku malah seneng." sahut Rio.


"makasih... makasih semuanya". Rayhan menangis sambil memeluk Luna.


senang??


jelas Rayhan sangat senang,, ia seperti mendapatkan keluarga baru. Seorang ibu seperti yang selalu ia inginkan dan dua orang saudara sekaligus..


Setelah drama kecil itu berlangsung mereka melanjutkan lagi acara makan mereka. Setelah itu mereka bermain, bercanda serta tertawa bersama. Luna yang menyaksikan kedekatan mereka hanya bisa tersenyum menatap nya. Hari mulai sore, sudah waktunya Rayhan kembali kerumahnya. Tapi seperti nya bocah itu masih terlalu betah berada dirumah Rio, bahkan ia meminta izin kepada Luna agar diperbolehkan untuk menginap. "sayang maaf ya... bukannya bunda melarang kamu menginap disini, tapi kan besok masih sekolah. nanti aja yaa kalau weekend kamu boleh deh menginap disini." bujuk Luna yang akhirnya mau tidak mau Rayhan menurutinya.

__ADS_1


Rayhan telah dijemput oleh supir nya. Luna, Leon dan Rio mengantar nya sampai kedepan pintu rumah mereka, setelah Rayhan Pulang. "aku jadi kasian deh Bun sama Rayhan. pasti dia kesepian banget selama ini." ucap Rio tiba-tiba.


"tapi kan sekarang ada kalian yang nemenin dia, pasti dia ga kesepian sekarang." sahut Luna. "oh iya, kalian ga boleh yaa berteman dengan siapa pun karena alasan kasih,, jika berteman harus dengan hati yang tulus. oke..." sambung Luna lagi.


__ADS_2