Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 38


__ADS_3

"ayo Bun kita main air " ucap Rayhan setelah menghabiskan cake nya.


"ayo kita main bersama.... Daddy juga harus ikut yaaa" sambung Rio. Dan akhirnya mau tidak Harold dan Luna menuruti keinginan anak-anaknya. Mereka bermain air dan tertawa bersama membuat siapa saja yang melihatnya pasti iri sebab mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Hari mulai petang, mereka memutuskan untuk duduk lagi di pantai sambil menunggu matahari tenggelam sebelum mereka kembali ke villa.


Ketika sampai di villa "oke kalian pergilah mandi, bunda akan siapkan makan malam untuk kalian." ucap Luna yang dibalas anggukan oleh mereka. Di dapur Luna hanya seorang diri, pembantu yang berada di villa itu sudah pulang dan akan kembali keesokan harinya tapi itu tidak jadi masalah untuk Luna pasalnya ia lebih senang memasak sendiri jika untuk anak-anaknya.


"ada yang bisa aku bantu??" tanya Harold tiba-tiba yang sudah ada di belakang Luna.


"ya ampun,, Ngangetin aja " jawab Luna sambil mengelus dadanya.


"tidak ada, ini sudah mau selesai kok. kamu tunggu aja di meja makan." sambung Luna. Harold hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke meja makan. Dari meja makan Harold dapat melihat Luna yang sedang memasak, ia melihatnya tanpa berkedip "aku jadi merindukanmu, sayang." ucap Harold dalam hatinya mengingat mendiang sang istri. Luna berbalik badan sambil membawa makanan yang sudah jadi dan ia mendapati Harold yang sedang memandangnya membuatnya menjadi sedikit salah tingkah.


"waaahhh udah Mateng nii...." ucap Rayhan yang baru sampai.


"kalian duduk dan makan lah" ucap Luna yang masih menatap piring di atas meja. Luna menyendokkan nasi dan lauk untuk ketiga bocah itu. "terimakasih bunda." ucap Rayhan ketika Luna memberikan piring yang sudah berisi untuknya.

__ADS_1


"Daddy kok ga di ambilin juga Bun??" tanya rayhan yang melihat piring Harold masih kosong.


"oh iya yaa... " Luna tersenyum canggung sambil mengambil piring Harold untuk ia isi.


"mau makan pakai apa??" tanya Luna tanpa melihat kearah Harold.


"apa saja." jawab Harold singkat sambil terus memperhatikan Luna membuat Luna semakin salah tingkah. mereka makan dengan keheningan,, hanya terdengar suara benturan sendok dan garpu hingga....


"masakan bunda enakkan dad??" tanya rayhan memecah keheningan.


Setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di ruang santai sambil menonton televisi dan bercanda. Berbeda dengan Luna yang terlihat sibuk dengan ponselnya. "masih ada kerjaan yaa Bun??" tanya Leon.


"eh engga kok le,, cuma menyelesaikan novel yang kemarin aja. sedikit lagi." ucap Luna sambil menghentikan kegiatannya. Harold yang tadinya bercanda dengan anak-anak pun langsung menatap Luna ketika Leon bertanya.


"bunda akan siapkan cemilan untuk kalian." ucap Luna sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"apa bunda kalian selalu sesibuk itu??" tanya Harold pada Leon dan Rio.


"kalau lagi dikejar deadline biasanya bunda bergadang untuk menyelesaikan tulisan nya dad" jawab Rio.


"apa setiap hari??" Harold semakin penasaran.


"tidak kok dad,, hanya jika deadline saja." kali ini Leon yang menjawab .


"Daddy pengen tahu banget tentang bunda yaa...??" goda Rayhan.


"hanya ingin tahu saja son" jawab Harold santai.


"kenapa kalian menatap Daddy seperti itu??" tanya Harold pada ketiga bocah yang sedang menatap curiga padanya.


" jangan berpikir aneh-aneh yaaa...." sambung nya lagi.

__ADS_1


"jika aneh-aneh juga ga apa-apa kok dad,, malah bagus" semangat Rayhan.


__ADS_2