Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 58


__ADS_3

Luna hanya tersenyum melihat sang suami yang beranjak keluar kamar. ia berharap ini awal yang baik untuk rumah tangga nya dan Harold, ia pun berharap semoga ini menjadi pernikahannya yang terakhir. Setelah melamun beberapa saat Luna membersihkan dirinya dan menyusul sang suami.


"aku ingin sekali memeluknya dari belakang" gumam Luna ketika melihat Harold yang bertelanjang dada sedang sibuk dengan peralatan dapurnya. Luna hanya berani memandangi sang suami dari jauh, ia terlalu malu untuk berbuat seperti apa yang dia pikirkan, hingga pada akhirnya....


Luna menghampiri Harold dan memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya dipunggung sang suami membuat sang empu kaget. Harold melihat tangan yang melingkar diperutnya dan tersenyum, ia menikmati pelukan sang istri untuk beberapa saat kemudian dengan perlahan ia memegang tangan sang istri dan membalikkan tubuhnya dengan perlahan.


"kenapa tidak menunggu saja dikamar, hmm??' tanyanya sambil merapikan anak rambut Luna yang sedikit berantakan.


"aku hanya bosan dikamar." sahut Luna dengan nada yang sedikit manja.


"maaf kalau aku ganggu" sambungnya lagi


"kamu sama sekali ga ganggu kok,, aku malah suka sama inisiatif kamu" jawabnya sambil menoel hidung sang istri dan seperti biasa, pipi Luna akan memerah seperti tomat ketika sang suami memperlakukan nya seperti itu.


"kamu duduk dulu ya... sebentar lagi matang kok" sambungnya lagi. Luna mengangguk lalu berjalan kearah meja makan .


"maaf yaa cuma mie instan" ucap Harold sambil menaruh dua mangkuk mie instan diatas meja.


"tadi aku cuma menemukan ini di dapur" sambungnya lagi.

__ADS_1


"iya maaf ya bang cuma ada ini, soalnya aku belum sempat belanja"


"ga apa-apa kok, sekarang makan ya... cobain masakan aku" sahut Harold sambil tersenyum . Mereka makan sambil sesekali mengobrol, setelah selesai makan mereka memilih untuk kembali kekamar karena memang waktu sudah cukup larut.


"aku senang sekarang ada seseorang yang bisa aku peluk ketika tidur " ucap Harold saat mereka sudah tiduran diatas kasur sambil memeluk Luna. Luna hanya bisa tersenyum mendengar penuturan sang suami.


"sekarang kamu tidur ya..." sambung nya lagi sambil mencium pucuk kepala sang istri lalu mereka masuk ke alam mimpi masing-masing.


Keesokan paginya mereka sudah bersiap dan sedang sarapan.


"Abang akan kekantor??" tanya Luna memecah keheningan.


"Abang ke kantor dengan pakaian seperti ini??" tanya Luna lagi yang melihat Harold hanya memakai baju santai.


"atau mau kembali dulu kerumah Abang?" tanya lagi.


"kayanya kalo kerumah dulu ga akan keburu deh" sahut Harold sambil melihat Jam dipergelangan tangannya.


"selesai sarapan kita langsung kekantor aja ya.. biar nanti aku ganti di kantor." lanjutnya

__ADS_1


Selesai sarapan mereka langsung keluar dari rumah dan ternyata sudah ada Roki yang didepan rumah .


"Selamat pagi tuan, nyonya" sapa Roki pada majikannya yang dijawab hanya dengan anggukan oleh Harold.


"pagi pak Roki, kenapa tidak mengetuk pintu tadi?" tanya Luna.


"saya belum lama sampai nyonya dan saya tidak ingin mengganggu sarapan tuan dan nyonya" sahutnya dengan sopan


"ayo kita berangkat" ucap Harold.


"jam berapa meetingnya??" tanya Harold pada sang asisten ketika mereka sudah ada didalam mobil.


"jam 10 tuan" sahut Roki yang sedang fokus nyetir.


"nanti kamu tunggu diruangan ku aja ya... aku meeting sebentar" ucap Harold pada Luna.


"iya bang" sahutnya sambil tersenyum.


Sesampainya di perusahaan....

__ADS_1


__ADS_2