Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 28


__ADS_3

"bunda.... aku takut bunda...." tangis Rayhan pecah di pelukan Luna hingga membuat Luna tidak bisa bangun.


"semua sudah baik-baik saja Rey... tidak ada yg perlu ditakuti, oke" Luna menenangkan Rayhan sambil berusaha duduk dengan posisi Rayhan masih memeluknya.


"son, kamu baik-baik saja??" tanya Harold .


"pergi... aku tidak mau lihat Daddy lagi!!!!" teriak Rayhan lalu langsung memeluk Luna.


"son maafkan Daddy" Harold berusaha menyentuh Rayhan tapi langsung ditepis oleh bocah itu.


"ya ampun dahi bunda berdarah." panik Rio ketika melihat dahi sang bunda.


"kamu baik-baik saja?? apa perlu kita ke rumah sakit??" tanya Harold pada Luna.


"aku baik-baik saja,, ini hanya luka kecil tidak perlu sampa ke rumah sakit, terimakasih" sahut Luna dengan senyum yang ramah

__ADS_1


"seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu telah menyelamatkan putra ku,, aku berhutang nyawa pada mu" ucap Harold.


"maaf tuan, nyonya. bagaimana jika kita obati luka nyonya didalam??" ucap Roki sambil menunjuk perusahaan.


"itu ide bagus,, ayo sayang biar Daddy gendong." Harold masih berusaha membujuk Rayhan.


"tidak !! aku ingin bersama bunda." tolak Rayhan,


akhirnya mereka semua berjalan menuju perusahaan dengan Rayhan terus menggandeng erat lengan Luna seolah tidak ingin jauh. Sesampainya didalam ruangan Harold ternyata masih ada Angel disana yang membuat Luna sedikit mengerti apa yang terjadi pada Rayhan. "pergi kau dari sini!! dan jauhi Daddy ku!!!" teriak Rayhan kepada Angel.


"keluar atau aku panggilkan satpam?!" kesal Rayhan.


"aku hanya......." ucapan angel terpotong .


"lebih baik kau pulang dulu, angel" potong Harold. Harold mengusir angel karena tidak ingin Rayhan semakin marah dan benci padanya. Akhirnya Angel pergi dengan kesal,, Rayhan tetap tidak ingin berdekatan dengan sang daddy, ia lebih memilih duduk disebelah Luna sambil membantu mengobati Luna. "Bun apa boleh aku tinggal sama bunda??" tanya Rayhan tiba-tiba.

__ADS_1


"kenapa begitu?? kau tidak bisa tinggal dengan mereka, son." kaget Harold. Harold tidak habis pikir Rayhan sampai ingin tinggal dengan Luna. "kenapa ga boleh??? bukan nya kalau aku tidak ada dirumah, Daddy bisa membawa wanita itu kerumah dengan leluasa??" tanya Rayhan kesal.


"bukan seperti itu son,, mereka orang lain. bagaimana mungkin kamu tinggal bersama mereka??" sahut Harold lagi.


"kenapa tidak?? Bunda menyayangi ku seperti bunda menyayangi Rio dan bang Leon. Dan aku dapat merasakan itu,, rasa yang tidak pernah aku rasakan ketika berada di dekat wanita Daddy itu." ucap Rayhan.


"tapi Angel menyayangi mu juga son,, dan dia sering mengatakan itu bukan?? dia selalu berusaha bersikap baik padamu." debat Harold yang terkesan membela Angel.


"cih!! sayang nya hanya di mulut saja dad. sikap baiknya pun hanya di depan mu saja."sahut Rayhan "Dan kau tau dad?? dia tidak mencintai mu atau menyayangi ku,, tapi dia mencintai dan menginginkan uangmu!!" sambung Rayhan lagi.


"tau apa kamu soal itu son?? siapa yang mengajari mu?? atau orang yang kamu panggil bunda itu yang ngajarin kamu seperti itu??" ucap Harold sambil melirik sinis Luna. Roki, Luna, Rio dan Leon menjadi penonton perdebatan antara ayah dan anak itu.


"bunda tidak pernah mengajariku seperti itu bahkan dia tidak mengenal mu dad!!! untuk apa dia mengajari ku seperti itu?? untuk mendapatkan uang mu?? oh tentu tidak!!!" debat Rayhan. "aku dapat merasakan kasih sayang nya dad,, kasih sayang seperti yang mommy berikan untukku dulu." Rayhan mulai menundukkan kepala nya.


"aku merindukan mommy" lirihnya yang masih dapat didengar semua orang yang berada disitu.

__ADS_1


"sayang..." Luna langsung memeluk Rayhan yang berada disebelah nya. Pecah sudah tangisan bocah kecil itu diperlukan Luna,, hancur hatinya ketika melihat sang daddy lebih membela orang lain ketimbang dirinya sendiri terlebih lagi orang itu adalah wanita yang sangat tidak Rayhan sukai. Melihat itu dan mendengar ucapan Rayhan, Harold menjadi merasa bersalah. Ia tidak menyangka bahwa kejadian barusan dapat melukai perasaan sang putra sampai seperti itu.


__ADS_2