Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 22


__ADS_3

Hari terus berlalu,berganti Minggu dan bulan. hubungan Rayhan, Leon dan Rio juga menjadi semakin akrab. Rayhan sering bermain bahkan menginap dirumah Leon dan Rio tapi tidak untuk Leon dan Rio, mereka sama sekali belum pernah bermain apa menginap dirumah Rayhan.


Hari ini adalah hari libur, Rayhan, Rio,dan Leon sudah janjian untuk pergi ke taman hiburan bersama. Tapi pagi-pagi sekali Luna memberi kabar bahwa iya harus pergi ke kantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan itu sukses membuat Rio dan Leon menjadi tidak bersemangat. "gimana ni bang? kita kan udah janji sama Rayhan buat ke taman hiburan." ucap Rio lemas, kini kedua Kaka beradik itu sedang berada di depan rumah sambil menatap mobil ibu mereka yang sudah pergi menjauh dari pekarangan rumah. "ya mau gimana lagi,, kita telpon aja Rayhan dan bilang tidak jadi" pasrah Leon. "udah yuk masuk, jangan sedih kan masih bisa lain waktu" Leon mulai menuntun Rio untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Setelah menelpon Rayhan dan mengabarkan tidak jadi pergi, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar dan bermalas-malasan disana. Tak lama kemudian terdengar suara bel, menandakan ada tamu yg datang, Leon bergegas membuka pintu di ikuti Rio dibelakang nya. "hai bang" sapa Rayhan ketika pintu sudah dibuka. Ya yg datang adalah Rayhan bersama sang ayah, Rayhan meminta pada sang ayah untuk menemani dan juga Rio Leon untuk bermain ditaman hiburan sekaligus untuk memperkenalkan sahabat nya itu pada sang ayah karena memang mereka belum saling mengenal. Harold hanya tau tentang Rio dan Leon dari cerita Rayhan saja, "ayo siap-siap, kita jalan sekarang" ucap Rayhan lagi. "oh iya kenalkan ini Daddy aku" sambung Rayhan lagi. Setelah perkenalan singkat itu mereka bergegas pergi ke taman hiburan, tak lupa sebelum berangkat Leon menelpon Luna terlebih dahulu untuk meminta izin.


sesampainya ditaman hiburan mereka, dengan bahagia mereka menaiki satu per satu wahana yang ada. "istirahat dulu ya,, kita makan siang dulu" ajak Harold yang dibalas anggukan oleh ketiga anak tersebut. Dan disini lah mereka,, duduk disebuah restoran sambil melihat-lihat menu yang ada, Rio dan Leon bingung mau memilih apa karena menu yang tertera memiliki harga yang lumayan mahal. "kita pesan satu berdua aja ya... uang Abang cuma cukup untuk membeli satu porsi" bisik Leon pada Rio.

__ADS_1


"pesan aja bang, ga apa-apa kok. nanti biar Daddy yang bayar. iya kan dad??" Rayhan menatap sang Daddy. "iya kalian boleh memesan apa pun, jangan sungkan ya..." sahut Harold sambil membelai rambut Rio yang berada disebelah nya, dan hal itu sukses membuat mata Rio berkaca-kaca. bagaimana tidak, sudah lama sekali Rio tidak merasakan sentuhan dari seorang ayah. ketika ayah dan ibu nya bercerai Rio masih berumur 2th dan hingga saat ini sang ayah belum pernah menemuinya lagi.


"gini ya bang rasanya?" tanya Rio pada Leon dengan suara yang sangat pelan. "jangan nangis Yo.. ada Abang disini, mau peluk ga?" tanya Leon yang membuat Rio berdecit.

__ADS_1


__ADS_2