
Sebulan berlalu setelah pertemuan Harold dan Luna, anak-anak mereka tidak ada lagi yang membicarakan nya. Rencana nya gagal, itulah yang ada dalam pikiran Rayhan, Rio, dan Leon.
"apa kita ga bisa jadi saudara??" tanya Rio dengan lemas nya. sekarang mereka sedang berada di depan gerbang sekolah menunggu Bunda Luna menjemput. "sudahlah Yo... seperti ini saja kita kan sudah seperti saudara" sahut Leon.
"tapi aku mau kita tinggal 1rumah bang biar bisa selalu bermain bersama" tambah Rayhan.
"kan bisa menginap jika libur" Leon terus memberi pengertian pada kedua bocah ini. Tak lama berselang Luna datang. "maaf Bunda terlambat" ucap Luna sambil mencium satu persatu anak-anak itu. "Bun boleh minta tolong ga??" ucap Rayhan tiba-tiba.
"apa yang bisa bunda lakukan untuk kamu??" jawab Luna
"Daddy sudah 1minggu keluar kota dan hari ini Daddy pulang tapi Daddy langsung ke kantor,, aku rindu Daddy. bisa tidak Bunda antar aku kesana??" tanya Rayhan penuh harapan.
__ADS_1
"baiklah... ayo semua naik,, kita pergi ke kantor Daddy Rayhan." ucap Luna sambil membuka pintu mobil untuk ketiga bocah itu.
Setelah Rayhan menunjukkan dimana kantor Daddy nya kini sampailah mereka di lobby kantor. "kalian masuk duluan ya... Bunda parkir dulu." ucap Luna lalu ketiga bocah itu masuk kedalam kantor, Rayhan bisa keluar masuk kantor itu sesuka hati karena seluruh karyawan sudah tahu bahwa ia anak pemilik perusahaan tersebut.
"pak tolong antar kami keruangan Daddy ya..." Rayhan meminta tolong pada salah satu security yang berada disitu. Ketika keluar dari lift tepat dilantai ruangan Daddy nya berada, Rayhan berpapasan dengan Roki. "eh selamat siang tuan muda." sapa Roki kaget.
"paman Daddy ada di ruangan nya kan??" tanya Rayhan dengan semangatnya.
"oke aku akan ke ruangan Daddy." tanpa mendengar jawaban Roki, Rayhan langsung berlari di ikutin oleh Rio dan Leon. Roki buru-buru menyusul untuk mencegah Rayhan masuk kedalam ruangan Daddy nya .
Tanpa mengetuk pintu, "daaaaadd...dy" Rayhan langsung membuka pintu membuat yang berada di dalam ruangan itu menoleh kaget. "apa yang kalian lakukan??" teriak Rayhan dari ambang pintu.
__ADS_1
"son.. kapan kau datang??" tanya Harold sambil membenahi pakaian.
"Daddy sedang apa dengan wanita itu?? Daddy jahat... sudah berkali-kali aku bilang untuk jauhi wanita itu!! Daddy jahat !!!!" tanpa mendengar jawaban sang daddy Rayhan langsung berlari pergi. Rio, Leon dan Roki mencoba menyusul Rayhan tapi bocah itu sudah masuk lift terlebih dahulu. Harold sudah membenahi pakaian, ia berniat menyusul sang putra "sayang kau mau kemana?? kita lanjutkan dulu yang tadi... kan sudah ada Roki yang mengejar Rayhan." cegah angel. "apa kau gila, angel?? dia putra ku dan aku tidak ingin ia kecewa pada ku!!" bentak Harold dan langsung pergi menyusul Rayhan.
Ketika tiba dilantai dasar Rayhan terus berlari keluar gedung kantor tanpa memikirkan sekitar nya. "loh kamu mau kemana Ray??" tanya Luna ketika berpapasan dengan Rayhan di depan pintu lobby. Rayhan tidak menjawab, ia langsung berlari keluar. Tanpa tahu arah hingga ia akan menyebrang jalan.
"aaawaaaaaaaassssss." teriak Luna
haaappp.... Luna menangkap Rayhan tepat waktu,, keduanya terpental kepinggir jalan dengan posisi Rayhan berada dalam pelukan Luna dan kepala Luna tekena batu yang ada disana. semua orang mengerumuni mereka,, "kamu gapapa kan Rey?? ada yg luka ga??" tanya Luna dengan panik nya. Bukan nya menjawab Rayhan malah semakin memeluk Luna erat-erat. Tak lama datang lah Rio, Leon dan Roki lalu disusul Harold dibelakang mereka.
"sooon...." panggil Harold dengan paniknya
__ADS_1