
"eee-heeeh eeemh.... ga ada apa-apa kok ayah." Luna mulai gugup
"kejar suami mu!! jika ada masalah bicarakan baik-baik."
nasehat sang ibu sambil mengusap pundak Luna. Luna menoleh ke arah sang ayah dan dibalas anggukan yang berarti perkataan sang ibu wajib ia ikuti. Tanpa bicara apapun Luna langsung buru-buru menuju kamarnya untuk mengejar Harold.
"mas.." panggil Luna sambil membuka pintu kamar. Terlihatlah Harold yang sedang membuka kopernya untuk mengambil pakaian. Melihat itu Luna segera berjalan menuju sang suami.
"kamu mandi aja mas biar bajunya aku yang siapin"
"ga usah, aku bisa sendiri" jawab Harold acuh sambil dengan aktivitasnya.
"kamu kalau mau lihat anak-anak, pergi lah sama" sambungnya lagi sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi setelah meletakkan baju tidur nya diatas tempat tidur tanpa menoleh ke arah. Luna memilih duduk di tempat tidur sambil menunggu Harold.
Keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan panduk dibagian pinggang Harold bersikap acuh pada Luna, melewati Luna untuk mengambil bajunya yang berada di sebelahnya.
"mas kamu marah??"
"bukannya kamu ya yg marah sama aku??" Harold bertanya balik tanpa menatap wajah Luna.
__ADS_1
"aku tau aku salah kemarin malam tapi aku sudah berkali-kali minta maaf sama aku dan aku juga sudah berusaha memperbaiki hubungan kita. Aku mau kita mulai lagi dari awal tapi kayaknya kamu ga bisa maafin aku." Harold mulai menatap luna sambil duduk di sofa yang ada di depan tempat tidur mereka.
"aku tau kamu menikah sama aku hanya karena anak-anak jadi wajar kalau sikap kamu seperti itu sama aku. Aku berterimakasih sama kamu untuk hal itu dan kamu tenang aja, aku ga akan menuntut apapun dari kamu. kamu bisa anggap aku ga ada disini." lanjutnya lagi
"bu-bukan itu maksud....." ucapan Luna terpotong kala melihat Harold mengambil bantal dan membawanya lagi ke sofa.
"aku capek,, aku istirahat dulu yaa" ucap Harold sambil merebahkan tubuhnya di sofa dan memunggungi luna.
"mas kenapa tidur di sofa?? nanti badannya sakit loh" tanya Luna.
"engga kok,, aku ga mau kamu merasa terganggu kalau aku tidur disebelah kamu." jawabnya tanpa menoleh.
"mas bisa kita bicara??" tanya luna kala Harold tak menjawab ucapan nya. Harold merbalik sambil mengangkat sebelah alisnya.
"mau bicara apa??" tanya Harold lalu merubah posisi nya menjadi duduk, menatap wajah cantik Luna yang berada di hadapannya.
"aku minta maaf soal tadi, aku ga bermaksud untuk seperti itu" Luna menundukkan kepalanya.
"kamu ga perlu jelasin apa-apa,, aku sudah tau kok."
__ADS_1
"kamu salah paham mas" ucap Luna cepat membuat Harold mengangkat alisnya menanti apa yang akan keluar dari mulut Luna selanjutnya.
"aku hanya takut kejadian semalam terulang lagi." Luna semakin menunduk kepalanya membuat Harold mengulum senyuman manisnya. Ya inilah yang Harold tunggu-tunggu, tidak bermaksud marah pada Luna. hanya saja ia ingin Luna sedikit terbuka akan apa yang ia rasakan.
Harold berpindah tempat duduk kesamping Luna,, menatap Luna yang masih tertunduk "terimakasih sudah mau terbuka" ucap Harold sambil mengusap kepala luna.
"mas ga marah lagi kan sama aku??" Luna menatap Harold yang tersenyum manis padanya.
"aku ga marah kok,, aku cuma mau kamu belajar untuk jujur sama aku apa yang kamu rasakan. maaf untuk kemarin malam" Harold tersenyum tulus menatap bola mata luna yang sedang menatapnya dengan tatapan seperti anak kecil.
"aku akan nunggu sampai kamu siap" bisik Harold sambil beranjak kembali ke sofa.
"mas...."
"aku tidur disini aja, aku takut ga bisa tahan untuk ga sentuh kamu kalau tidur disebelah kamu" Harold tersenyum mesum membuat pipi luna merona.
"e-eeengga apa-apa kok mas..." Luna mulai gugup .
"udh ga apa-apa kok,, kamu tidur aja disitu yang nyenyak yaa.... selamat malam" Harold menutup matanya.
__ADS_1
Luna tidak berkedip menatap Harold sampai akhirnya ia memutuskan untuk membersihkan diri dan menyusul Harold ke alam mimpi