Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 61


__ADS_3

hingga tiba-tiba....


"tuan ini makan si....." ucap Roki terhenti saat melihat kegiatan kedua majikannya. Luna yang kaget langsung turun dari pangkuan sang suami dan merapihkan pakaian yang mulai berantakan.


"ketuk pintu terlebih dahulu jika ingin masuk" peringat Harold sambil menatap tajam sang asisten.


"maaf tuan saya lupa, ini makan siang anda." "saya permisi" Roki langsung menaruh makanan yang dibawa nya ke meja yang ada di depan Harold dan setelah itu secepat kilat ia melarikan diri.


"asisten kurang ajar" umpat Harold.


"lagian Abang ga tau tempat" cicit Luna.


"kamu terlalu menggoda sayang" bisik Harold sensual.


"ayo kita lanjutkan yang tadi" ajak Harold.


"aku lapar,, aku mau makan dulu" jawab Luna sambil menunjukkan deretan gigi rapihnya.


"baiklah, makan yang banyak setelah itu aku yang akan memakanmu" bisik Harold sensual yang membuat Luna bergedik ngeri.


Luna menyiapkan makanan untuk sang suami dan dengan manjanya Harold terus menempel pada bahu Luna dan minta untuk disuapin dan mau tidak mau Luna pun menurutinya. Disela-sela kegiatan makan mereka, handphone Luna berdering membuat Harold meliriknya .


"siapa??" tanyanya

__ADS_1


"Rayhan, aku angkat dulu ya" jawab Luna yang di balas anggukan oleh Harold. Setelah menggeser tombol hijau, nampak lah tiga wajah bocah tampan itu.


"buuuuundaaaaa" teriak ketiganya bersamaan membuat Luna dan Harold terkejut .


"hai son,, bisakah kalian tidak berteriak??" tanya Harold yang menampakkan wajahnya disebelah Luna.


"loh kok bunda ada sama Daddy??" tanya Rayhan.


"iyaa dong... kan bunda harus selalu ada disamping Daddy." sahut Harold sambil menyandarkan kepalanya di bahu Luna membuat ketiga bocah itu melotot.


"Daddy jangan dekat-dekat,, itu bunda kami" Rayhan memperingati sang Daddy.


"dan bunda kesayangan Daddy" Harold tak mau kalah dan langsung mencium pipi Luna.


"noo dad..."


"sudah Bun,, bunda udah makan??" tanya Leon.


"bunda dan daddy sedang makan" jawab Luna


"dan bunda sedang menyuapi Daddy" tambah Harold sambil menjulurkan lidahnya membuat ketiga bocah itu melotot.


"ish Daddy seperti anak kecil" sahut Rayhan.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup mereka mengakhiri panggilannya, Harold dan Luna pun melanjutkan makan mereka .


"ohiya bang, besok aku mau ke kantor yaa" izin Luna.


"harus banget??"


"aku mau menyerahkan tulisan aku."


"boleh tau kantor kamu dimana??" tanya nya.


"Harl pers" jawab Luna singkat.


"kantor penerbit novel dan berita??" tanya nya lagi yang dibalas anggukan oleh Luna .


"itukan anak perusahaanku, dan beberapa pekan lalu aku mengunjunginya dan tidak bertemu dengan Luna" ucap Harold dalam hatinya.


"yasudah besok sebelum ke kantor, aku antar kamu dulu " putusnya membuat Luna tersenyum.


Ditengah-tengah pembicaraan mereka terdengarlah suara pintu di ketuk yang membuat mereka menatap ke arah pintu. Dan masuklah Roki yang membawa beberapa berkas yang langsung mendapat tatapan tajam dari Harold.


"maaf tuan ini berkas yang harus anda tandatangani." ucap Roki sopan, ia tak berani menatap sang atasan.


"taruh di meja kerjaku" sahur Harold dingin. ia masih kesal pada sang asisten karena mengganggu kegiatannya dengan sang istri tadi.

__ADS_1


Setelah Roki keluar dari ruangan itu, Harold kembali ke meja kerjanya dan Luna kembali melanjutkan menulis. Mereka sama-sama fokus pada pekerjaan masing-masing, hingga tiba-tiba Harold melirik sang istri yang ternyata sudah tertidur dengan posisi bersandar di sofa dan laptop yang masih menyala.


Harold......


__ADS_2