Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 23


__ADS_3

Acara makan mereka pun telah usai dan mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka, bermain dan bercanda tawa. Ketika sedang menaiki biang Lala, Leon dan Rio duduk berhadapan dengan Harold dan Rayhan. dari awal menaiki wahana ini Rio langsung memperhatikan interaksi antara ayah dan anak itu, "apakah seenak itu memiliki seorang ayah?" tanya Rio dalam hati nya, ia menundukkan kepala nya sambil menahan tangis. Leon yang duduk disebelah nya tak sengaja menoleh ke arah Rio dan langsung menggenggam tangan sang adik. Leon tahu betul apa yang dirasakan Rio saat ini, pasal nya setiap melihat seorang ayah dan anak sedang bercanda tawa, Rio selalu menanyakan bagaimana rasa nya bisa melakukan itu dengan sang ayah dan Leon selalu berbohong dengan bilang "biasa saja, tidak ada yang istimewa".


setelah turun dari biang Lala mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. ketika sampai didepan pintu mobil Rio tidak langsung naik ke mobil, "om boleh ga aku peluk om? sebentar saja... maaf jika aku lancang." ucap Rio secara tiba-tiba sambil menundukkan kepalanya yang sukses membuat Rayhan, Leon dan Harold menengok kearahnya. "Yo jangan macem-macem deh" bisik Leon.


"kalau ga boleh juga ga apa-apa kok om,, maaf yaa om." Rio semakin menundukkan kepalanya. "om maafkan adik saya yaa" ucap Leon yang merasa tidak enak. "ayo Yo naik, ini udh hampir malam" ajak Leon, Rio hanya bisa mengangguk pasrah.


"sini Yo... kata nya mau peluk om" Harold sambil merentangkan tangan nya kearah Rio. "boleh om??" tanya nya dengan mata berbinar-binar. Harold menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tulus, dan tanpa menunggu lama Rio langsung berhamburan ke dalam pelukan Harold.

__ADS_1


Harold membelai sayang kepala Rio. Rayhan sudah cerita banyak tentang Kakak beradik itu, oleh karena nya Harold paham apa yang Rio rasakan sejak tadi. "sudah jangan nangis Yo,, masa jagoan nangis" ledek Harold.


"eh maaf yaa om" ucap Rio sambil melepaskan pelukannya. "sudah peluknya??" Harold kembali meledek Rio. "sudah om, terimakasih banyak" sahut Rio dengan senyum lima jari nya.


"Yo kamu juga boleh loh manggil Daddy aku dengan sebutan Daddy juga. iya kan dad??" ucap Rayhan tiba-tiba. "tidak Ray terimakasih" sahut Rio.


"sekarang kita punya Daddy bang??" tanya Rio dengan berbinar yang membuat semua yang berada disitu tertawa.

__ADS_1


"iya Yo... kamu bisa panggil saya Daddy dan jika kalian membutuhkan apa-apa bisa bilang pada Daddy." sahut Harold yang sambil fokus menyetir. Harold sengaja tidak memakai supir hari ini, ia ingin benar-benar menghabiskan waktu dengan sang putra semata wayangnya.


Sesampainya di depan rumah Rio dan Leon. "terimakasih banyak untuk hari ini om" ucap Leon."eh Daddy maksudnya" sambung nya lagi.


"terimakasih untuk kebaikan Daddy, Daddy mau mampir dulu ga?"tanya Rio. "aku seneng banget hari ini" Rio yang cengengesan.


"kapan-kapan saja ya mampir nya, ini sudah malam Rayhan juga udah tertidur tuh"sahut Harold. "yasudah Daddy dan Rayhan pulang dulu ya... kalian langsung istirahat agar besok tidak kesiangan ketika mau sekolah"sambung nya lagi. Setelah berpamitan Harold dan Rayhan kembali kerumah mereka dengan Rayhan yang sudah tertidur didalam mobil karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2