
Tangis Rayhan pecah dalam pelukan Luna. "Rey, sudah ya... jangan menangis lagi" bujuk Luna. "Bun aku boleh kan nginep dirumah bunda??"tanya Rayhan sambil mendongak menatap Luna.
"sayang... kamu tau kan kalo kamu boleh kapan pun menginap dirumah bunda?? tapi untuk sekarang lebih baik kamu bicara dulu dengan Daddy mu, sayang" Luna berusaha membujuk Rayhan.
"jangan sekarang Bun,, aku butuh waktu" sahut Rayhan.
"son, Daddy mohon maafkan Daddy. apapun yang kamu inginkan akan Daddy turutin asalkan kamu memaafkan Daddy" bujuk Harold sambil menggenggam tangan mungil Rayhan.
"Daddy tau kalau aku tidak menyukai wanita itu dan aku sudah bilang berkali-kali untuk Daddy jauhi dia, tapi kenapa Daddy masih berada didekat nya??" tanya Rayhan.
"apa Daddy lebih mencintai wanita itu dari pada aku?? apa wanita itu lebih berarti untuk Daddy ketimbang aku??" sambungnya lagi.
"hey apa yang kau katakan?? kamu tau kan jika kamu adalah segala nya untuk Daddy,, Daddy mohon maafkan Daddy." ucap Harold penuh penyesalan.
"aku punya satu keinginan dad,"
__ADS_1
"apapun akan Daddy berikan untuk mu son." Harold menatap Rayhan penuh keyakinan.
"aku ingin ibu sambung seperti bunda." perkataan Rayhan sukses membuat Harold kaget.
"bukan,, bukan yang seperti bunda tapi aku mau bunda yang menjadi ibu sambung ku! aku tidak ingin yang lain." ralat Rayhan yang sukses membuat semua orang yang berada di situ membulatkan mata nya terlebih lagi Luna yang sangat kaget mendengarnya. Tapi tidak untuk Rio,, senyum Rio mengembang ketika mendengar perkataan Rayhan, bagaimana tidak?? memang itulah yang mereka inginkan.
"tidak bisa begitu son.. ituuuu ...." ucapan Harold terpotong.
"jadi Daddy tidak mau menuruti keinginan ku??" ucap Rayhan sedih.
"Rey sayang... sekarang kan bunda juga sudah jadi bunda kami." ucap Luna lembut sambil mengusap sayang kepala Rayhan.
"tapi aku mau tinggal sama bunda, Rio dan bang Leon." Rayhan tetap kekeuh.
"kamu kan bisa menginap jika kamu mau." Luna berusaha membujuk Rayhan. Ia merasa tidak enak dengan Harold,, ia tidak ingin Harold berpikir jika ia mengajari Rayhan untuk meminta hal tersebut.
__ADS_1
"aku tidak mau menginap!!! aku ingin selalu bersama bunda!!" Rayhan tetap pada pendiriannya.
"ini sudah masuk jam makan malam,, lebih baik kita makan bersama dulu. kita bisa bahas ini lagi nanti" Harold mengalihkan pembicaraan.
"Roki tolong pesankan restoran favorit Rayhan." sambungnya lagi .
"nah itu ide bagus,, kita makan dulu yaa Rey.... bunda yakin kamu, Rio dan Leon juga sudah lapar." sambung Luna.
"iyakan Leon,, Rio??" Luna menatap kedua anaknya yang dibalas anggukan oleh kedua bocah itu.
Rayhan yang melihat anggukan kedua nya merasa tidak enak dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi makan bersama mereka terlebih dahulu.
"ingat dad,, urusan kita belum selesai." peringatan dari Rayhan sebelum keluar dari ruangan sang daddy sambil menggandeng tangan Luna. Rayhan benar-benar tidak mau jauh dari Luna dan itu dapat dirasakan oleh Harold tapi ia juga masih bingung,, bagaimana mungkin ia menikahi Luna tanpa rasa cinta?? hanya karena permintaan sang anak yang tak mungkin ia tolak.
Sepanjang perjalanan menuju restoran Harold terus memikirkan perkataan Rayhan. apa benar jika Angel itu hanya menginginkan harta nya?? apa iya Luna berbeda dengan Angel?? apa benar Luna tulus menyayangi Rayhan?? pertanyaan-pertanyaan itulah yang menggangu pikiran Harold saat ini,, Harold tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan karena keputusan untuk menikah bukanlah suatu hal untuk dipermainkan.
__ADS_1