
Dan disinilah mer ka sekarang,, ketiga bocah itu tengah duduk manis sambil bercanda tawa menunggu pesanan es krim mereka datang.
"nah ini es krim kalian..." Luna datang sambil membawa pesanan kedua anak nya bersama teman mereka. Leon, Rio dan Rayhan langsung berbinar melihat es krim didepan mereka, tanpa menunggu lama mereka langsung melahap habis es krim tersebut. Setelah menghabiskan waktu bersama, mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Sebelum pulang Rayhan menyempatkan diri untuk meminta nomer telpon sahabat barunya tersebut. "yah aku belum boleh pegang handphone, Ray." jawab Rio ketika Rayhan meminta nomer ponselya. "Tapi kamu bisa simpan nomer bang Leon, kamu bisa menghubungi ku melalui bang Leon karena aku selalu bersama dia." sambung Rio lagi. Setelah mendapatkan nomer ponsel Leon, Rayhan berpamitan untuk pulang bersama supirnya.
Dalam perjalanan pulang Rayhan meninta pada supir untuk mengantar nya ke perusahaan sang ayah,, ia sudah tidak sabar ingi menceritakan tentang sahabat barunya kepada sang ayah. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sampailah Rayhan di depan perusahaan sang ayah, bocah itu langsung berlari masuk kedalam gedung dan naik kelantai tempat ruangan sang ayah berada. Sampai didepan pintu, tanpa mengetuk lagi rayhan langsung menerobos masuk dan betapa kagetnya ia ketika melihat sang ayah sedang duduk dengan angel yang berada di pangkuan nya. Rasa bahagia Rayhan langsung berubah menjadi kesal karena melihat pemandangan di depan nya dan dengan tidak malu nya melihat kedatangan Rayhan, Angel tidak beranjak sedikit pun dari pangkuan Harold, Ia malah menyapa Rayhan sambil tersenyum bangga.
"Kau datang son??" tanya Harold sambil mendorong pelan Angel agar bangun dari pangkuan nya. Rayhan tidak menjawab pertanyaan sang ayah, ia malah berjalan kearah sofa dan mendudukkan dirinya di sana.
Harold bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Rayhan, ia mendudukkan dirinya di sebelah sang putra semata wayangnya. "kenapa kau ke sini tidak mengabari daddy dulu??" bagaimana sekolah barumu??" tanya Harold sambil mengusap sayang kepala Rayhan.
Mendengar sang daddy menanyakan tentang sekolahnya, Rayhan langsung kembali tersenyum, ia langsung teringat pada dua sahabat baru nya. "Itu yang ingin aku ceritakan pada daddy, maka nya aku ke sini." ucap Rayhan dengan semangat. "Tapi ketika aku sampai di sini aku malah melihat pemandangan yang tidak enak." sambung Rayhan sambil menatap sinis Angel yang juga sedang menatapnya.
Angel langsung berjalan menghampiri kedua ayah dan anak itu, lalu ia mendudukkan dirinya di sofa yang berada di harapan Harold dan Rayhan. "Hai sayang, apa kabar??" sapa Angel sambil tersenyum pada Rayhan.
__ADS_1
"Tante, aku yakin tante sudah lama berada di sini dan mengganggu pekerjaan daddy ku. Jadi sekarang bisakah tante pergi dari sini?? aku ingin menghabiskan waktu ku bersama daddy." bukannya menjawab sapaan Angel, Rayhan malah langsung mengusir Angel secara terang-terangan.
"Jika kau ingin bercerita pada daddy mu maka lakukan saja, aku tidak akan mengganggu kalian. Aku juga ingin mendengar bagaimana hari pertama lu di sekolah barumu itu." ucap Angel sambil tersenyum dan enggan bangun dari tempat duduknya. "Aku dengar kau bersekolah disekolah biasa ya dan di antar jemput menggunakan motor?? kenapa kau mau seperti itu RAy?? apa kau ingin membuat malu daddy mu??" SAmbung Angel lagi.
"Itu bukan urusan tante!!! Lagi pula daddy tidak mempermasalahkan itu jadi Tante tidak berhak bertanya seperti itu!!! Lebih baik tante pergi saja dari sini karena aku tidak ingin melihat tante!!!" hardik Rayhan sambil menatap tajam Angel.
"kau harus membiasakan diri dengan keberadaan ku, sayang" ucap Angel dengan bangga nya.
"Kau ingin bercerita apa, son?" tanya Harold setelah kepergian Angel.
"Daddy tahu, aku suka sekolah baru ku dad. Aku mendapatkan sahabat baru di sana." ucap Rayhan dengan semangatnya.
"mungkin maksud mu teman ya son?" tanya Harold yang heran karena sang putra bisa dengan cepat mendapatkan sahabat baru sedangkan di sekolah sebelumnya, satu teman pun Rayhan tidak memilikinya.
__ADS_1
"No dad!! aku bersahabat dengan mereka. lebih tepatnya aku bersahabat dengan Rio, ia sekelas denganku dan bang Leon menganggap ku sebagai adiknya juga karena aku bersahabat dengan Rio." jelas Rayhan.
"Jadi Rio dan Leon itu kakak beradik??" tanya Harold.
"Ya, mereka kakak beradik dan mereka juga yang menyelamatkanku tadi pagi ketika aku di bully oleh kakak kelasku." sambung Rayhan.
"kau di bullu, son?? apa mereka menyakitimu?? apa kau terluka??" tanya Harold dengan paniknya, ia menelisik setiap inci tubuh Rayhan memastikan bahwa tidak ada luka di tubuh putra nya.
"No dad!! aku baik-baik saja, kan tadi aku sudah bilang jika rio dan bang Leon menyelamatkanku , lebih tepatnya bang leon karena ia kakak kelas ku juga, ia sudah kelas 5, dad." Dan mereka juga yang mengantarku ke ruang kepala sekolah." cerita Rayhan sambil ia mengingat pertemuan nya tadi pagi.
"kenapa kau terlihat begitu senang?? padahal kan kau tadi di bully." tanya Harold heran. "pokoknya besok daddy akan meminta Roki untuk mengurus kepindahan sekolahmu. Daddy akan mencarikan sekolah yang bagus untuk mu agar tidak ada yang membully mu lagi." ucap Harold yang sukses membuat Rayhan kaget setengah mati.
Rayhan.......
__ADS_1