
"yasudah sekarang kamu masuk dan tidur ya... besok kita siapkan semuanya." ucap Harold lagi sambil mengusap kepala Luna. Luna hanya menganggukkan kepalanya dan beranjak dari sana. Sedangkan Harold masih duduk disana sambil memandang langit malam ini yang dipenuhinya bintang yang sangat indah.
Keesokan hari hanya dimeja makan, mereka sedang sarapan bersama seperti biasa Luna menyiapkan sarapan untuk mereka semua.
"aku sudah menghubungi orang tua ku" ucap Harold disela-sela makannya membuat mereka semua menoleh.
"Dan mereka ajan datang kesini besok." sambung nya lagi.
"untuk??" tanya ayah Luna.
"jika ayah dan ibu tidak keberatan, aku ingin menikahi Luna besok" jawabnya sambil menatap kedua orang tua Luna dengan serius.
"apa??" kaget ayah dan ibu Luna secara bersamaan, sedang Rayhan, Rio dan Leon langsung tersenyum bahagia.
"apa tidak terlalu cepat???" tanya ayah Luna.
__ADS_1
"aku rasa tidak ayah, bukankah sesuatu yang baik tidak boleh di tunda??" Harold bertanya balik.
"bagaimana denganmu nak??" kali ini ayah bertanya pada Luna karena Luna lah yang akan menjalani pernikahannya. Luna tampak diam, memang ia pikir ini terlalu cepat. Melihat itu, sang ibu menggenggam tangan luna untuk menenangkan nya. Luna menatap sang ibu sesaat kemudian ia menatap ketiga bocah itu yang sedang tersenyum senang.
"kenapa kalian senyum-senyum begitu??" tanya Luna menatap ketiga bocah itu.
"aku seneng banget bun, sebentar lagi bunda akan jadi bunda aku dan kita tinggal bersama selamanya." semangat Rayhan. Hati Luna menghangat mendengar ungkapan Rayhan, ia merasa sangat diinginkan oleh bocah itu.
"ya aku tidak keberatan jika akan menikah besok " putus Luna setelah hening sejenak membuat ketiga bocah itu berteriak kegirangan.
Ditengah perjalanan hanya ada keheningan di antara keduanya, rasa canggung yang begitu besar membuat keduanya dia seribu bahasa bingung harus mulai pembicaraan dari mana hingga akhirnya...
"kamu sudah lama tidak kesini??" tanya harold memecah kesunyian diantara keduanya.
"iya lumayan bang" jawab Luna singkat.
__ADS_1
"pemandangan disini bagus, masih terlihat asri ya.... aku suka" ucap Harold sambil menatap Luna. Luna hanya tersenyum menanggapinya lalu ia berjalan mendahului Harold menuju perkebunan yang ada disana.
Harold menggelengkan kepalanya kemudian menyusul Luna "kenapa aku ditinggal sih??" tanya Harold sambil menarik tangan Luna hingga Luna terhuyung kebelakang dan dengan sigap Harold menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke tanah.
"e-eeeehh..." kaget Luna sambil menatap mata Harold yang ada tepat di atasnya membuat jantung Luna berdegup kencang.
"ma-maaf bang..." ucap Luna sambil bangun dari pelukan Harold .
"sebentar ya..." ucap Harold menjauh dari Luna untuk menjawab panggilan masuk yang ada di ponselnya. Luna hanya mengangguk dan berbalik menikmati pemandangan yang ada sambil menunggu Harold.
"kita pulang yuk... desainer yang membawa gaun pengantinnya sudah datang." ajak Harold.
"cepat sekali bang" kaget Luna
"kemarin setelah aku menelepon orang tuaku, aku menghubungi roki untuk menyiapkan semuanya." jelas Harold.
__ADS_1
"yawdh yuk kita pulang,, kasian mereka klo menunggu lama" ajak Harold lagi sambil menggandeng tangan Luna. Luna yang kaget hanya menatap tangan nya yang digenggam oleh Harold